Mogok Makan: Mengenal dan Memahami Konsekuensinya sebagai sarana Unjuk Demonstrasi

Secara harfiah Mogok Makan bisa diartikan sebagai sebuah tindakan fisik pada tubuh seseorang dengan menahan atau memogokkan dirinya untuk tidak memperoleh asupan makanan secara biologis masuk ke dalam tubuhnya. Nah, Anda bisa saja mengatakan bahwa mogok makan berarti tidak memakan sesuatu selama terjadinya mogok itu, tetapi hal ini tidak mencover suatu tindakan mogok makan yang disertai dengan asupan gizi melalui infus, atau melalui minuman seperti susu. Artinya adalah, mogok makan benar-benar disebut sebagai mogok jika tidak ada asupan makanan baik itu lewat oral maupun medis ke dalam tubuhnya.

Saya disini tidak akan membahas secara detil apa latar belakang seseorang melakukan mogok makan dan apa tujuan dia melakukan hal tersebut. Yang akan saya bahas adalah konsekuensi secara sosial atas perilaku mogok makan ini. Maksudnya adalah saya akan menampilkan sebuah analisis proses atas Mogok makan sebagai sebuah upaya Unjuk Demonstrasi.

Banyak orang mengabaikan atau menganggap enteng atau tidak berguna Demonstrasi semacam ini. Dan lebih banyak pula kejadian mogok makan yang ternyata sia-sia dan tidak berguna ketika digunakan sebagai sarana tuntutan atau demontrasi. Namun, jangan dikira mogok makan ini semuanya tidak menghasilkan atau tidak berguna. Jika digunakan oleh orang yang tepat, pada situasi yang tepat, dan tempat yang tepat, unjuk demonstrasi mogok makan bisa merupakan sarana yang efektif untuk menekan atau memberikan pressure kepada orang yang dituju. Mau contoh?

Sejauh pengetahuan sejarah saya, Mogok makan yang paling mengguncangkan adalah ketika sebuah aksi individu mogok makan berhasil mendamaikan sebuah kekacauan atau menghentikan sebuah perang saudara. Siapakah pelaku aksi yang sedemikian hebat bisa memicu sebuah penghentian praktek bunuh membunuh antar sesama manusia ini. Dialah Gandhi, seorang yang disebut pahlawan di negeri India (waktu itu India dan Pakistan masih dalam satu koloni atau tidak terpisah).

Ilustrasi dari aksi ini bisa saya ringkas seperti ini. Terjadi peperangan antar sesama umat beragama (Islam dan Hindu, waktu itu keduanya belum dipisahkan atau belum terjadi eksodus pemisahan keduanya menjadi Pakistan dan India). Nah Gandhi yang merasa perlu melakukan sebuah aksi untuk meredam atau menghentikan pertikaian antar saudara ini, berniat melakukan mogok makan (sebuah hal koyol bagi sebagian politisi india waktu itu menilai). Hari pertama ia mogok makan di sebuah lapangan yang cukup besar, hanya puluhan orang yang menyerukan nama Gandhi, hari kedua orang yang menyerukan gandhi menjadi semakin banyak, hari ketiga ratusan, hari keempat, ribuan, hari kelima keenam, , jutaan rakyat india menyerukan nama Gadhi dan tidak menghendaki gandhi menyiksa diri dengan mogok makan. Dan sungguh mengagumkan, peperangan antar saudara berhasil diredam dengan aksi ini. Jadi jangan sepelekan aksi mogok makan.

Keberhasilan Gandhi menghentikan peperangan dengan mogok makan bukanlah tanpa embel embel. Sebenarnya bukan mogok makan yang menghentikan kekacauan, tetapi nama besar Gandhi (yang secara nyata telah diakui oleh jutaan rakyat india pada waktu itu sebagai pemimpin spiritual dan emosi bagi mereka) lah, yang menjadi prima causa (atau causa prima? Ah gak penting banget!) bagi keberhasilan mogok makan ini. Jika saya, haqiqie suluh, seorang yang tidak terkenal dan tidak mempunyai kekuatan dan kedekatan emosional pada jutaan rakyat india pada waktu itu, tentunya, aksi saya hanyalah kesia-siaan. Nama besar memerlukan reputasi dan kerja keras, inilah sebuah modal pokok atas keberhasilan sebuah aksi semacam mogok makan.

Namun, anda bisa saja membuat contoh bagi anda sendiri. Semisal anda memiliki kekuatan emosi pada seseorang (contohlah pacar anda atau istri atau suami anda atau agar lebih bagus orang tua anda). Kemudian mogok makanlah dan mintalah sesuatu kepada mereka sebagai syarat menghentikan aksi ini. Tentunya mogok makan disini harus dilakukan secara konsisten, jangan menghentikan mogok anda hanya dalam hitungan 3-4 hari. Lakukanlah minimal 1 atau 2 minggu, daya tahan minimal orang bisa hidup tanpa makan. Dan lihatlah hasilnya nanti. Saya rasa kemungkinan keberhasilan mogok makan anda akan sangat besar. He he he he

Sekarang lihat aksi aksi mahasiswa atau orang-orang yang menuntut sesuatu dari seseorang atau perusahaan. Apakah dia memiliki kekuatan emosi dan kedekatan emosi yang dalam pada pihak tersebut atau tidak, dan lihatlah seberapa besar keberhasilan mereka.

Melakukan sebuah aksi perlu juga sebuah pemikiran dan pertimbangan yang mendalam (walaupun bukan sebuah keharusan), KAWAN. Mari mogok makan untuk sesuatu yang berharga dan berguna. Tapi, untuk saya, saya masih punya alternatif lain selain mogok makan untuk menuntut sebuah harapan atau keinginan. Bagaimana dengan anda?

Salam Haru untuk yang sedang Kelaparan

Haqiqie Suluh

Haqiqie Rank

4 Responses to “Mogok Makan: Mengenal dan Memahami Konsekuensinya sebagai sarana Unjuk Demonstrasi”


  1. 1 Cabe Rawit Rabu, 12 Maret 2008 pukul 11:16 am

    Sumpeh bang, ane terkesima mbaca perjuangan Gandhi. :cry:
    kalo ane sendiri lebih tidak memilih mogok makan sebagai cara “menekan”, sekalipun seperti kata bang Suluh, jika mogok makan dilakukan pada tempat yang tepat, saat yang tepat dan situasi tepat boleh jadi akan sangat efektif. Mungkin lebih memilih berkemah di atas pohon jika yang menjadi objek demo adalah para perusak hutan :mrgreen:

  2. 3 Suluh Kamis, 13 Maret 2008 pukul 8:51 am

    @cabe:

    weh selamat berdemo diatas pohon :lol:

  3. 4 ellen Kamis, 6 Mei 2010 pukul 3:31 pm

    bisa gawat kalau masyarakat indonesia terus menerus melakukan unjuk rasa yang akhirnya pada aksi mogok makan padahal tindakan tersebut dapat membahayakan diri sendiri dan merugikan keluarganya. misalnya ada seseorang yang melakukan aksi mogok makan sampai masuk rumah sakit, kan kasihan sama keluarga yang menyayanginya… moga” masyarakat indonesia menjadi sadar akan pentingnya rasa kekeluargaan. boleh” saja masyarakat indonesia berdemo tapi jangan sampai membahayakan diri sendiri donk… OK.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: