Ketika Keimanan itu Jadi Sesuatu Yang Konyol

Sebelum membaca tulisan ini, saya harap anda tidak dalam keadaan emosional negatif seperti marah marah atau sejenis terutama kalau anda keemosional atau emosi negatif anda itu muncul karena alasan keagamaan dan sejenisnya. Saya disini hanya ingin mengemukakan sesuatu yang saya anggap atau mungkin banyak orang menganggap sebagai sebuah joke atau guyonan atau kekonyolan seorang yang gila atau tidak waras atau lagi mabuk.

Keimanan dalam arti tertentu merupakan sesuatu yang tidak bisa dibuktikan atau dicarikan alasan yang benar benar tak tergoyahkan. Keimanan itu masalah hati. Dalam budaya plural yang menjujung hak asasi dan pendapat setiap orang, menghargai kepercayaan orang lain merupakan sesuatu tuntutan moral sosial yang berlaku dimasyarakat atau kebudayaan itu. Nah yang menjadi permasalahan adalah ketika keimanan terhadap sesuatu hal itu merupakan sesuatu yang menggelikan atau konyol atau benar benar gak masuk akal dimata yang lainnya.

Inspirasi contoh dari tulisan ini berangkat dari beberapa kejadian atau bacaan atau bahkan status yahoo messenger seseorang yang sering membuat saya tersenyum simpul dan tertawa terbahak bahak dalam hati.

Iman tidak butuh pembuktian dari orang lain. Iman tidak butuh dibuktikan. Iman tidak butuh direkayasa. Iman itu satu. Iman itu tetap dan tak berubah. Mungkin demikian beberapa orang menyikapi Keimanananya. Nah, ketika saya mengatakan dengan Keimanan saya bahwa Buah pisang itu bentuknya Kubus, maka itu adalah hak saya. Anda tidak berhak mengganggu gugat. Anda berhak menghormati kepercayaan saya itu.

I believe banana is a cube. You must respect me! Its Clear enough for me that Banana is a cube. Do you understand? Please Respect my belief!

Dalam hati saya kemungkinan besar saya akan menertawakan kepercayaan seseorang itu dengan sepenuh tawa. Saya pun karena tuntutan moral sosial mau tidak mau harus menghormati kepercayaan orang tersebut, walaupun saya menganggap orang tersebut gila atau tak waras atau benar benar menggelikan. Pertanyaan sensitif selanjutnya adalah apabila hal itu dikaitkan dengan Kepercayaan Keagamaan atau Keimanan.

I believe my Diary Book is a holy book. You must respect me!

I believe my Father is my God. You must respect me!

I believe Muhammad is my prophet. You must respect me!

I believe Jesus is my God. You must respect me!

dan lain sebagainnya.

Sekarang sudah dapat apa yang saya maksud? Tapi jangan buru buru mengambil kesimpulan.

Ada beberapa perbedaan nyata antara I belive banana is a cube dengan I believe my Diary book is a holy book dan juga dengan I believe Muhammad is my prophet maupun Jesus is my God. Perbedaan nyata dari ketiga bentuk itu ada dalam masalah pembuktian inderawi dan masalah kala atau waktu. Baik kita ulas satu persatu.

Dalam kepercayaan pada pisang atau banana, pembuktian dapat dilakukan secara langsung dan saat itu juga dengan mata kita, seperti mengambil pisang dari pasar dan menghadapkan dihadapan kita apakah pisang itu berbentuk kubus benar atau tidak. Rasa geli atau tawa kita pada kepercayaan seseorang tersebut lebih dikarenakan kita bisa membuktikan secara serta merta dengan indera kita bahwa kepercayaan seseorang itu tidak benar alias benar benar konyol.

Pembuktian kedua atas my Diary atau My Father agak sulit karena kita tidak bisa membuktikan secara inderawi bahwa ayahnya itu bukan Tuhan maupun Diarynya itu bukan Buku Suci karena keyakinan Tuhan maupun kitab suci berbeda beda pada masih masing orang. Dogma inderawi kurang mampu membuktikan hal ini ( saya bilang kurang karena mungkin anda akan bilang bisa dengan menguji langsung buku maupun ayahnya, tetapi ini saya yakin anda akan menguji dengan standar kepercayaan anda dalam hati, bukan dari dogma indera). Kita mungkin tertawa atau mengganggap konyol orang dengan kepercayaan tersebut, tetapi kita tidak akan tertawa terbahak bahak atau sampai sama dengan tertawanya pada kepercayaan pada pisang itu kubus.

Untuk bagian ketiga yang Muhammad is my prophet dan Jesus is my God akan lebih sulit lagi membuktikkannya lagi karena orangnya sudah tidak ada dan banyak sekali orang yang mempercayainya. Kita hanya bisa tersenyum dalam hati kalau kita tidak menyetujui kepercayaan seperti ini.

Sekian dulu

Haqiqie Suluh

94 Responses to “Ketika Keimanan itu Jadi Sesuatu Yang Konyol”


  1. 1 Kopral Geddoe Jumat, 2 Mei 2008 pukul 1:04 pm

    Dilema toleransi beragama; di satu sisi semua orang memiliki hak untuk mempercayai apa yang ia percayai, di sisi lain tidak semua klaim ‘iman’ itu sahih dan sesuai dengan realita.

    Yang menarik adalah, apabila ada seratus juta orang yang mempercayai hal-hal konyol, seperti misalnya kepercayaan bahwa pohon kelapa adalah dewa, maka kepercayaan in akan menjadi agama. :?

    “I don’t see what future the world has as long as people think like that… To think that there’s something good about “faith”… Believing because you’ve been told to believe, rather than because you looked at the evidence.”

    Professor Dawkins

  2. 2 yudith Jumat, 2 Mei 2008 pukul 4:13 pm

    mengapa ada banyak agama di dunia ini ataupun ada juga yang memilih untuk tidak mempunyai agama?? itu karena mereka mempercayai dan mempunyai suatu sudut pandang yang sama terhadap apa yang mereka percayai sebagai agama mereka, setiap kelompok agama percaya bahwa agama mereka adalah yang paling baik dan mungkin yang paling benar.

    begitu juga dengan bila kita percaya bahwa pisang sebenarnya berbentuk kubus, bentuk itu sendiri awalnya merupakan suatu kesepakatan dari sekelompok manusia bahwa bentuk bola disebut bundar,gedung disebut kotak dan pisang disebut lonjong dll..sehingga bila ada seorang menyebutkan bahwa pisang itu berbentuk kubus,tentunya semua orang akan aneh karena mind setting yang telah ada, adalah pisang itu berbentuk lonjong.
    inti yang ingin disampaikan adalah “lakum dinukum waliyadin” bagimu agamamu dan bagiku agamaku, so tidak usah memaksakan untuk percaya suatu agama kepada seseorang atau kelompok … ^_^

  3. 3 Stella Rajagukguk Jumat, 2 Mei 2008 pukul 5:11 pm

    Menurut saya, manusia bebas untuk mempunyai kepercayaan apapun.

    SEPANJANG

    Kepercayaan mereka tidak merugikan orang lain.

    Misal merugikan:
    Karena kepercayaan, membunuhi orang lain yang tidak mempunyai kepercayaan yang sama.
    Karena kepercayaan, menghakimi orang lain sebagai orang yang tidak layak hidup karena tidak percaya hal yang sama.
    Karena kepercayaan, melarang orang lain untuk mengungkapkan pendapatnya ttg kenapa dia tidak percaya hal yang sama.

    Kepercayaan adalah sesuatu yang sangat personal. Jika kepercayaan thd Tuhan yang kita maksud di sini, biarlah kepercayaan itu menjadi sesuatu yang sangat intim antara kita dan Sang Pencipta. Yang perlu kita ingat, jangan sampai merampas hak orang lain thd kebebasan.

  4. 4 joyo Jumat, 2 Mei 2008 pukul 5:49 pm

    dan saya pun tersenyum :)

  5. 5 Suluh Sabtu, 3 Mei 2008 pukul 11:16 am

    @semuanya: maaf gak bisa mbales atau nanggapin komentarnya… otak saya lagi pegel pegel, nyutnyutan kurang tidur gara gara maen ps semalaman… thank atas kometarnya…

  6. 6 Amaranth Sabtu, 3 Mei 2008 pukul 9:09 pm

    @Stella:
    masalahnya yang bikin repot adalah ketika keimanan itu menjadi sebuah alasan untuk merendahkan bahkan menghabisi bangsa lain.

    Misal:
    Hitler percaya bahwa bangsa Yahudi pantas dimusnahkan, terjadilah holocaust.
    Muhammad percaya bahwa bangsa Yahudi pantas dimusnahkan, terjadilah pembantaian Bani Kuraizah.
    Sekarang, Yahudi percaya bahwa palestina itu tanah mereka, terjadilah perang, pengusiran, perataan rumah, dsb.

    Dan semua itu hasil daripada sebuah percaya.

    Konyol banget memang. Tapi, ya mungkin dunia ini memang konyol. Sing ra konyol ora komanan.

    Dan… satu lagi dari sang suluh. :)

  7. 7 zal Minggu, 4 Mei 2008 pukul 1:31 am

    ::jangan-jangan maksud dari “keimanan” itu, yang masih perlu dicari, ketimbang persepsi iman terhadap apa…, mungkin ..;)

  8. 8 weni Minggu, 4 Mei 2008 pukul 1:24 pm

    keimanan,
    awalnya bisa jadi sebuah paksaan.
    tapi selanjutnya …terserah anda…
    too private.

  9. 9 Suluh Minggu, 4 Mei 2008 pukul 2:50 pm

    @zal: kata kata apologi (melepaskan diri dengan suatu argumen yang tak tentu jawabnya: “maksud dari keimanan yang masih perlu dicari” nah ini yang saya maksud sesuatu yang tak pernah bisa terjawab, pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban) yang tidak begitu menarik bagi saya.. tapi bagusnya anda kasih embel embel “jangan-jangan”.

    @amaranath: jadi ingat orang yang suka bakar bakar masjid tuh… hebat… kadang pembunuhan itu sesuatu yang pelik, termasuk perang.

    @weni:

    keimanan,
    awalnya bisa jadi karena penyelidikan tanpa paksaan
    tapi selanjutnya terserah kita…
    tak begitu privat walau kadang jadi sangat private

  10. 10 Stella Rajagukguk Minggu, 4 Mei 2008 pukul 3:37 pm

    @ Amaranth

    Iyah, bener itu.
    Makanya tadi saya bilang,

    “Menurut saya, manusia bebas untuk mempunyai kepercayaan apapun.

    SEPANJANG

    KEPERCAYAAN MEREKA TIDAK MERUGIKAN ORANG LAIN”

    Contoh2 merugikan udah saya sebut di atas :-)

  11. 11 Amaranth Minggu, 4 Mei 2008 pukul 6:46 pm

    @Stella:
    Berati global yach… oke deh

  12. 12 ManusiaSuper Minggu, 4 Mei 2008 pukul 6:48 pm

    @ Suluh

    Saya percaya main PS semalaman itu Haram :mrgreen:

  13. 13 Cactus Minggu, 4 Mei 2008 pukul 8:13 pm

    nggak ada yang perlu ditertawakan dalam keimanan seseorang. Yang penting apakah dia mau mencari tau bagaimana keimanannya berasal, dan bukan nggak mau tau.

  14. 14 Oni Suryaman Selasa, 6 Mei 2008 pukul 1:45 pm

    yah. saya pernah baca tulisan (lupa punya siapa) bahwa agama adalah masalah selera. ibarat setiap suami bilang istrinya yang paling cantik, tanpa harus bertarung dengan tetangganya untuk membuktikan siapa yang lebih cantik.

    memang klaim agama adalah klaim yang tidak bisa dibuktikan. kalau bisa dibuktikan itu namanya sains bukan agama lagi.

    joseph campbell, seorang ahli mitologi, juga pernah mengatakan bahwa kebenaran agama adalah kebenaran puisi, bukan prosa. satu ayat bisa bermakna berbeda tergantung pada orang yang membacanya.

    jadi emang gak usah diperdebatkan, karena kebenaran agama bersifat pribadi. seperti kalau aku bilang sandra dewi gak cakep, yang seneng ama sandra dewi gak usah maksa aku untuk bilang sandra dewi cakep :p

  15. 15 kenangantidar Selasa, 6 Mei 2008 pukul 10:10 pm

    salam kenal semuanya…..
    ikutan comment jg neh
    buat i keimanan itu tergantung cara kita mengaplikasikan akal& budi menjadi lebih baik buat sekeliling kita
    peace..peace…^_^

  16. 16 zico_at_dal_dot_net Rabu, 7 Mei 2008 pukul 1:26 am

    hmmm

    Aku Percaya maen PS semaleman itu bikin ngantuk
    (Percaya atau tidak kan terserah kamu atau saya, tapi kalian harus hargain) :P

  17. 17 canon Kamis, 8 Mei 2008 pukul 8:44 am

    @Qiqi
    emang ada ya yang pasang status YM “I believe my Father is my God.”

    @manusiaSuper
    PS Semlaman? C Spasi D, Cape Dooong

  18. 18 Suluh Kamis, 8 Mei 2008 pukul 2:32 pm

    @toto canon: lho itu kan cuma terinspirasi toh mas toto canon.. inspirasi ya jelas gak sama.. lagian gak cuma di status ym doang kok inspirasinya..

  19. 19 meiy Jumat, 9 Mei 2008 pukul 1:01 pm

    saat kepercayaan tidak menghujat oranglain syah2 saja punya kepercayaan aneh yg tidak masuk akal.

  20. 20 Instek_Inc Minggu, 11 Mei 2008 pukul 1:59 am

    iman artinya percaya, percaya artinya believe, believe artinya…….

    sori qi rada ngawur, coz aq ngantuk nunguin temen semalaman maen PS….

    tapi yg jelas iman adalah haknya seseorang,,,,,
    dan yang namanya hak pasti dibatasi dengan kewajiban n haknya orang laen…
    jadi menurutku ga bener menjadikan iman sebagai alasan untuk merugikan orang laen……

    peace..

  21. 21 budi Rabu, 14 Mei 2008 pukul 7:02 pm

    masalah keimanan terhadap sesuatu pasti dapat dibuktikan entah itu agama maupun sain. keimanan yang tidak dapat dibuktikan adalah keimanan yang memaksa dan konyol. kalo saya tidak dapat membuktikan keimanan/kepercayaan saya terhadap, maka saya tidak akan percaya.

    Sain sama halnya dengan agama kalo kita beragama islam trus kita sholat. kita percaya kalo sholat itu menurut penelitian dapat menyehatkan fisik ya dilakukan aja.

    jadi menurut saya kalo keimanan atau kepercayaan terhadap sesuatu harus disamakan persepsinya dan dipaksakan kepada setiap orang saya sangat setuju, jika memang dapat dibuktikan, dan harus

  22. 22 Suluh Rabu, 14 Mei 2008 pukul 7:29 pm

    @budi: mas budi kata “keimanan bisa dibuktikan” ya? Hati hati lho mas entar kemakan omongan sendiri. :lol:

  23. 23 kelok Rabu, 21 Mei 2008 pukul 11:26 pm

    nek pinter jo keblinger….bikin tulisan kok konyol bnget

  24. 24 Suluh Kamis, 22 Mei 2008 pukul 6:24 am

    @kelok: kalo konyol mari kita tertawa mas :D … menyehatkan bukan… :D

  25. 25 Sekaring_bawono Jumat, 30 Mei 2008 pukul 5:01 pm

    Ketika Manusia sudah menganggap dirinya Tuhan maka dia merasa tidak ada sesuatu yang harus di-iman-i. Keimanan adalah kepercayaan pikirannya sendiri. Keimanan seseorang pun akan dianggap sesuatu yang menggelikan alias Konyol.

  26. 26 oppay Kamis, 5 Juni 2008 pukul 3:58 am

    tp keimanan bisa di rasakan…hehe tanya aja si juleha istrinya si iman klo ga percaya..piss bro..hehe

  27. 27 Regi Kamis, 10 Juli 2008 pukul 3:07 am

    Kalau Anda perlu bukti bahwa Mohammad is prophet,mudah sekali. Anda cukup mempelajari kitab Alqur’an dan hadist2nya. Contoh2 dan bukti dari Alqur’an adalah surat Al zalzalah ( goncangan/gempa), yang Sampai sekarang memang terbukti benar adanya gempa itu, yang menelan beberapa korban manusia dan kehidupan lainnya.Ini benar2 hari kiamat ( akhir) buat yang menjadi korban.Kemudian surat Al-alaq (segumpal darah)yang menyatakan manusia tercipta dari segumpal darah.Masih banyak lagi sampai 114 surat. Dan semuanya nyata.Tetapi,kalau bukti yesus is god,ini memang tidak ada. Karena dia memang manusia bukan god.Ini hanya julukan para penganutnya yang sangat mengagungkannya. Tentu saja dari mu’zizat2 yang yesus miliki.

  28. 28 Suluh Kamis, 10 Juli 2008 pukul 10:12 am

    @Regi: Itu bukan bukti real inderawi mas… Itu kepercayaan… Anda Percaya dulu bahwa Al Quran BEnar jadi rujukan anda Al Quran…

  29. 29 Regi Jumat, 11 Juli 2008 pukul 1:18 am

    Loh anda kan mengatakan ingin bukti. Bukti ini berarti reality kejadian kan? so, karena kejadian dalam Al-quran sudah beribu ribu tahun yang lalu , bagaimana kita membuktikannya? kecuali dengan kitabnya? Misalnya gini: di tahun 2004 ada kejadian tsunami di Aceh yang menelan beratus ratus jiwa.Kejadian ini di seribu tahun lagi yang akan datang, tinggal document.Dan orang bisa percaya atau tidak. Tetapi memang realitynya itu benar.Jadi bukan hanya percaya dengan sesuatu yang tidak benar.Itu baru konyol.

  30. 30 Suluh Jumat, 11 Juli 2008 pukul 5:34 am

    @regi:

    bagaimana kita membuktikannya? kecuali dengan kitabnya?

    Ini pointnya mas…? Kepercayaan. ANda percaya Kitab anda Suci dan Benar, itu Pointnya. Prove? Karena sudah ribuan tahun yang lalu, maka saya bilang diartikel saya ini sulit membuktikan secara inderawi, jadi Itu soal keyakinan. Saya tidak bilang ini konyol lho mas..

    Kalau anda menemukan dokument yang mengatakan bahwa ada manusia bisa terbang dan menghilang dan dokumen itu sudah berumur ratusan juta tahun, apa anda akan percaya? Tentu saja anda akan percaya jika anda sudah menyakini terlebih dahulu bahwa dokument itu “Suci dan Memiliki Kebenaran yang Tak Terbantahkan”. Got the point?

    Soal kepercayaan seperti ini saya tidak mengatakan ini konyol lho mas. Coba baca lagi artikel saya..

  31. 31 Regi Jumat, 11 Juli 2008 pukul 7:23 am

    hehe gemana sih,judul artikel ini sendiri kan mengatakan “KETIKA KEIMANAN INI MENJADI SESUATU YANG KONYOL” dan di artikel yang terakhir mengatakan ” untuk bagian ketiga mohammad is my prophet dan yesus is my god. Akan lebih sulit lagi membuktinya karena orangnya sudah tidak ada, dan banyak lagi yang mempercayainya.Kita hanya bisa tersenyum dalam hati kalau kita tidak menyetujuinya kepercayaan seperti ini”. sedangkan anda tahu kedua kepercayaan ini sudah universal.Ini jelas2 anda telah mengonyolkan kedua kepercayaan ini.

  32. 32 Suluh Jumat, 11 Juli 2008 pukul 7:58 am

    @regi: lho anda gak membaca lengkap ya? coba ditelisik lagi mas… baca ulang. Mana yang saya sebut konyol, mana yang hanya saya berikat “senyum”… Dimana letak saya menyonyolkan kepercayaan ketiga? Apa karena judul? Wah wah anda termakan judul tanpa melihat keseluruhan isi kalau begitu. Sudah emosi dulu ya mas liat judulnya? :lol:

  33. 33 Suluh Jumat, 11 Juli 2008 pukul 8:14 am

    Case: Anda (dalam komentar diatas) mengangap bahwa bukti jesus itu God adalah tidak ada kan? Anda mengganggap hal tersebut konyol atau tidak? Atau anda hanya bisa memberikan “senyum” karena kepercayaan tersebut berbeda dengan anda?

    sekarang bandingkan dengan ada orang yang percaya bahwa pisang itu bentuknya kubus? anda cuma senyum atau akan menganggap konyol?

    That’s the point mas!!

  34. 34 Regi Jumat, 11 Juli 2008 pukul 1:30 pm

    Judul itu kan setahuku “the point” dari seluruh isi artikel. Kalau ada yang bilang pisang itu seperti kubus, aku nggak bisa bilang konyol!bisa aja itu ada. karena aku pernah lihat juga pisang yang gendeng segi empat . Dan sesuatu yang hayal tapi nyata, ini bisa aja terjadi di dunia ini. tergantung seberapa pengetahuan kita menjangkaunya.Aku pikir anda salah mengartikan antara “percaya” dengan “kepercayaan”.”percaya” ini kita bisa percaya dengan apa saja contoh seperti yang anda katakan di atas pisang berbentuk kubus dan sebagainya.Tetapi “kepercayaan” ini adalah mengandung suatu ajaran. misalnya kepercayaan adat , agama yang di dalamnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ilmu pengetahuan, kisah-kisah, filsafat, peraturan2 yang mengatur tata cara hidup manusia, baik sebagai makhluk individu ataupun sebagai makhluk sosial, dan sebagainya. Any way Thanks yah! yang telah berbagi opinion dengan tamu tak di undang.Pas lagi browser ketemu web anda, kemudian ku baca tentangmu, disitu ada nama kucingmu pussy,yang mengingatkanku pada kucingku bernama pussy yang telah tiada 3 thm yang lalu.Make me broken heart !Lalu ku lanjutkan ke artikel-artikel anda.Menarik! good job mas.

  35. 35 Suluh Jumat, 11 Juli 2008 pukul 8:18 pm

    @regi: judul belum tentu mencerminkan isi :D…. Belum tentu mas…

    Btw, dari mana kepercayaan muncul? bukankan dari proses percaya juga?

    Soal pisang mungkin anda bisa mengelak seperti itu? bagaimana jika kubus dikatakan sebagai bola? bola itu kubus?

    Terimakasih kembali :)

  36. 36 Regi Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 2:25 pm

    Judul belum tentu mencerminkan isi, maksudnya? apakah kalau anda menbuat sebuah buku berjudul English language, kemudian isinya Indonesian language?

    Kepercayaan memang muncul dari proses percaya, dan proses percaya ini datang dari pengetahuan realitas kepercayaan ini sendiri.Maka dari itu sebelum menganut suatu kepercayaan, kita harus mempelajari dulu kebenaran kepercayaan itu.

    Soal kubus dan bola :Kalau ada orang yang mengatakan kubus itu bola dan bola itu kubus, sedangkan orang ini normal,dan apa yang aku lihat itu salah,tentu saja aku akan mengatakan itu salah kepada orang itu, dan mencoba untuk membenarkan orang itu.Misalnya ada yang bilang, my father is god , ini salah besar sekali.kita harus mencoba untuk mengingatkannya dan menyelamatkannya dari kesesatan, bukan membiarkannya.

  37. 37 Suluh Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 2:57 pm

    @regi: Belum tentu mas… alias bisa jadi… Judul belum tentu mencerminkan isi… Contoh anda terlalu frontal tapi bagus juga… Sejauh yang saya ketahui, sejauh yang saya baca selama ini, tidak semua judul mencerminkan isi. Tidak tahu kalau dalam pengalaman anda. Yang saya tahu, kita tidak bisa menyimpulkan sesuatu hanya dari judul. Kita harus melihat keseluruhan dari isi sebuah artikel atau buku. Jadi judul belum tentu mencerminkan isi. Contohnya artikel ini sendiri, atau juga artikel saya yang lain, tidak semaunya mencerminkan isi atau berupa kesimpulan. Judul bukanlah kesimpulan sebuah isi atau mewakili keseluruha ide dari isi tulisan. Saya kira anda cukup mengerti? Misal Judul English Languange yang anda ceritakan itu ternyata sebuah novel yang berbahasa indonesia yang membahas sebuah perjalana seorang yang mempelajari bahasa inggris sampai dia menjadi seorang Ahli Bahasa Inggris tingkat Dunia. Jadi Judul belum tentu mencerminkan ISI..

    proses percaya datang dari pengetahuan realitas kepercayaan ini sendiri? Maksudnya gimana mas? bisa dijelaskan? Realitas kepercayaan itu apa? bagaimana memperolehnya? Apa dengan mengatakan bahwa sebuah buku itu suci dari kecil sampai besar yang diberikan oleh budaya atau orang orang disekeliling kita terus menerus dan disertai ancaraman serta mengatakan bahwa pasti benar tidak pernah salah itu bagian dari pengetahun realitas kepercayaan? Atau dari mana dan bagaimana?

    Untuk yang terakhir. anda bisa mengatakan itu salah dan berada dalam kesesatan, tetapi coba lihat sudut pandang mereka. bisa jadi mereka juga mengatakan anda salah dan anda dalam kesesatan besar!! Agama kristen mengatakan bahwa Islam sesat. Budha mengatakan bahwa Islam Sesat. Islam mengatakan bahwa Hindu sesat!! Masing masing mengklaim. Bisakan anda perdiksi konsekuensinya apa? Terutama jika menyangkut kepercayaan banyak orang.

    Jika banyak orang mengatakan bahwa my father is god dan anda melawan bahwa itu sesat, anda bisa dianggap musuh alias dalam kesesatan! apa yang terjadi kalau terus menerus memaksa untuk membenarkan satu sama lain? bentrokan!! :) Atau jika anda sendirian dan mereka banyak maka anda bisa musnah dengan Kebenaran Versi anda juga akan Musnah. :)

    Kalau saya ada orang mengatakan dihadapan saya bahwa bola itu kubus, pasti saya akan tertawa, setidaknya dalam hati. :) Pada awalnya saya mungkin akan menganggap orang itu normal, tetapi setelah dia mengatakan bahwa bola itu kubus, mungkin saya berubah pikiran. Mungkin ada yang salah dengan penglihatannya, atau pikirannya. Mungkin dia memang gila :) atau tak waras. Kalau dia percaya dan yakin bahwa bola itu kubus, dan seberapapun kita mau membenarkan kita gak bisa, tentu saya akan mengganggap dia tak normal alias tak waras. Ataukah dia hanya bergurau sehingga sayapun tertawa. (Ini merujuk pada pembuktian Langsung Inderawi beda dengan Kepercayaan My father is God ataupun Jesus is God atau Mohamad Propet karena tidak bisa langsung dibuktikan secara Inderawi)

  38. 38 regi Minggu, 13 Juli 2008 pukul 7:45 am

    Misal Judul English Languange yang anda ceritakan itu ternyata sebuah novel yang berbahasa indonesia yang membahas sebuah perjalana seorang yang mempelajari bahasa inggris sampai dia menjadi seorang Ahli Bahasa Inggris tingkat Dunia.See? ada hubungan dan sangkutan antara judul dengan isi.

    Yang kedua realitas kepercayaan:didalam islam di haruskan manusia ini percaya bahwa sang pencipta planet, langit, bumi dan seluruh isinya adalah Allah.Realitasnya memang benar.Tidak ada satupun manusia atau makhluk hidup lainnya yang bisa menciptakan semua ini.pernahkan anda mendengar manusia menciptakan bulan?

    Untuk yang terakhir: di situlah letak permasalahannya mas, saling mengeklaim sesat diantara kepercayaan tanpa membuktikan mana yang realitasnya kepercayaan ini benar.contohnya my father is god, walaupun dia ini percaya itu benar, namun realitasnya ini tidak benar.Karena bapaknya tidak menciptakan dia.Bapaknya tidak lain hanyalah sebagai lantaran dia tercipta.

    Menurutku perlawanan bukan jalan cara yang benar untuk mengingatkan seseorang . Specially di masalah kepercayaan, karena sensitive sekali.Bisa menimbulkan bentrokan seperti yang terjadi di sekarang ini.

    Untuk membuktikan secara indrawi mohammad is prophet adalah:membaca(melihat dan mengucap), mendengar (lantunan ayat-ayat),kitab sucinya.Efeknya merasa jiwa dalam ketenangan.Untuk membuktikannya mas suluh harus mencoba.

  39. 39 Suluh Minggu, 13 Juli 2008 pukul 8:41 am

    Lho emangnya artikel saya ini gak ada hubungan sama sekali ya antara judul dengan isi?

    Muhammad Propet? Definisi Propet itu sendiri apa? apakah ketenangan jiwa itu bukti? kalau begitu meditasi, ke gereja, hipnosis, itu juga merupakan salah satu propet >>> sama sama menenangkan jiwa :)

  40. 40 Suluh Minggu, 13 Juli 2008 pukul 8:46 am

    Yang kedua realitas kepercayaan:didalam islam di haruskan manusia ini percaya bahwa sang pencipta planet, langit, bumi dan seluruh isinya adalah Allah

    Ini bukan bukti mas… Ini dogma. Keharusan itu dogma!! Diharuskan percaya itu dogma alias keyakinan yang dipaksakan. Untuk soal bumi dan penciptaan silahkan baca artikel saya di sini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: