Jika BBM Naik Saya Dukung SBY jadi Presiden Lagi

Ini merupakan keputusan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan partai politik atau apapun itu yang namanya kepentingan. Ini murni dari pendapat dan pemikiran pribadi.

Saya dengan kesungguhan hati akan mengangkat dua jempol saya buat SBY jika benar benar kenaikan BBM terjadi. Alasannya adalah:

Saya tahu bahwa menaikkan BBM merupakan sebuah keputusan politik yang sangat tidak menguntungkan bagi SBY, namun merupakan keputusan rasional ekonomi yang sangat menguntungkan bagi negara ini.

Antara masa depan ekonomi negara versus masa depan politik pribadi merupakan sebuah pertentangan yang cukup kuat.

Saya akan mendukung SBY jadi Presiden lagi kalau memang dia bisa Menaikkan Harga BBM dengan lancar alias bisa mengatasi efek efek sosial dan ekonomi jangka pendek.

Tapi Mendukung Bukan Berarti Memilih lho.

Haqiqie Suluh

54 Responses to “Jika BBM Naik Saya Dukung SBY jadi Presiden Lagi”


  1. 1 edy Selasa, 13 Mei 2008 pukul 2:35 pm

    saya sih bukannya mendukung keputusan itu
    tapi lebih bersiap gmn kita menyiasatinya
    karena seperti kata mas suluh, ga mudah juga bagi pemerintah untuk akhirnya mengeluarkan kebijakan tersebut. tapi sepertinya lebih baik daripada lebih banyak sektor yang bakal kena imbasnya

  2. 2 Suluh Selasa, 13 Mei 2008 pukul 4:37 pm

    @edy: iya kenaikan bbm dengan harga minyak mentah seperti sekarang kayaknya merupakan pilihan yang tidak dapat dihindari… siapapun presidennya pasti akan menaikkan… kalau tidak sekarang atau dalam waktu dekat ya pasti 1-2 tahun lagi pasti naik…

  3. 3 kecemplungkalen Selasa, 13 Mei 2008 pukul 5:14 pm

    ya wis lah seterah ajah…..
    asalkan emang bener-bener buat kebaikan bangsa ini
    tapi akuw yang punya rencana keliling indonesia jadi mikir lagi
    bisa-bisa ngga jadi nich

    BBM naik asalkan harga banwitch turun ngga papa
    jadi ngga cuma kolor aja yang turun…
    wekekekekekekeke……

  4. 4 Suluh Selasa, 13 Mei 2008 pukul 5:56 pm

    @kecemplungkalen: lho kowe arep keliling indonesia.? hebat nu? bandwidth gak akan turun lah… masih mahal… huk huk huk..

  5. 5 hanggadamai Rabu, 14 Mei 2008 pukul 8:43 pm

    Tapi Mendukung Bukan Berarti Memilih lho.

    trus milih siapa?? :mrgreen:

  6. 6 aRuL Kamis, 15 Mei 2008 pukul 2:04 am

    tapi koq setiap saat kenaikan alasan yang diberikan pemerintah sama yakz? apa ngak belajar dari kenaikan harga BBM sebelumnya tuh?

  7. 7 Suluh Kamis, 15 Mei 2008 pukul 4:56 am

    @hanggadani: Memilih sih soal hati mas… perlu proses.. gak bisa menentukan dari sekarang, jadi liat perkembangan ke depan ampe detik ketika akan memilih aja…

    @aRuL: kalau cari cari alasan yang lain pasti lucu dan terkesan mengada ada mas.

  8. 8 nenyok Kamis, 15 Mei 2008 pukul 1:51 pm

    salam
    “Saya akan mendukung SBY jadi Presiden lagi kalau memang dia bisa Menaikkan Harga BBM dengan lancar alias bisa mengatasi efek efek sosial dan ekonomi jangka pendek.”

    So bagaimana dengan dampak jangka panjang bagi rakyat kecil khususnya nie??
    Kalau saya dalam posisi SBY saya bingung: kalau saya naikin BBM saya faham rakyat kecil akan tambah sengsara tapi kalau tak dinaikin saya juga mendapat tekanan dari pasar global atau ujung2nya mendapat kesan dari lawan politik saya kalau itu merupakan bagian dari kampanye populis menjelang pilpress nanti, Akh serba salah :D **sok tahu:mode ON**
    Salam kenal mas :)

  9. 9 Suluh Kamis, 15 Mei 2008 pukul 2:44 pm

    @menyok: kalau gak dinaikkan ujung ujungnya rakyat kecil juga yang menderita (minimal 2-3 tahun lagi pasti menderita), makro ekonomi jadi kacau, APBN defisit terlalu besar, yang akhirnya pembangunan dan pengangguran semakin besar, juga. Ujung ujungnya bisa kekacauan ekonomi, inflasi dan harga harga naik.. Jadi milih mana? Saya tetap memilih kenaikan harga sebetulnya..

  10. 10 boimlebon Kamis, 15 Mei 2008 pukul 6:28 pm

    menaikkan atau tidak, hal itu memang merupakan keputusan yang sulit untuk seorang pemimpin, disatu sisi ia harus mempertimbangkan dampak yang akan timbul dari kebijakannya…tp saya juga salut dgn sby….dimana pada masa kepemimpinannya cobaan datang silih berganti menghujani indonesia…

    salam kenal

  11. 11 Rakyat Kamis, 15 Mei 2008 pukul 11:28 pm

    Bung, saya punya pandangan yang berseberangan dengan posting ini. Silakan baca di blog saya

  12. 12 penggemar Jumat, 16 Mei 2008 pukul 11:01 am

    saya sih mempunyai pendapat dan pemikiran yan sama. hal ini pasti berat untuk diputuskan… tapi bagi mereka yang melakukan demo sebaiknya juga ikut berfikir terlebih dahulu lebih dan lebih lagi (saya ga bilang mereka yang demo ga mikir lo…) mengenai apa tujuan imbas terutama ke depannya bisa jadi atau tidak dinaikkan harga BBM dengan sangat bijaksana. sehinnga tidak perlu kita susah payah menjelaskan sekiranya semua bisa mendukung hal yang benar. bukan hal yang menguntungkan pribadi… OK

    .Bangkitlah INDONESIA.

  13. 13 dyah ayu Jumat, 16 Mei 2008 pukul 12:55 pm

    “Ini merupakan keputusan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan partai politik atau apapun itu yang namanya kepentingan. Ini murni dari pendapat dan pemikiran pribadi”…

    kata2 yang manis buat dibaca … ditengah maraknya perang kepentingan dan sangkut paut politik yang carut marut … semrawut dan ‘nggegirisi’ atau kalo aku bilang ‘nggilani’

    Mas Suluh, foto njenengan bagus lho…. maksudku foto Sang Buddha yang merupakan tokoh idola diriku.

  14. 14 joyo Jumat, 16 Mei 2008 pukul 3:31 pm

    sip, setuju, harga BBM dilepaskan saja, kita masih punya bnyak kayu untuk di bakar :D

  15. 15 economatic Minggu, 18 Mei 2008 pukul 12:00 pm

    Pendapat Anda memang sangat masuk akal, namun saya masih ragu apakah ada ahli ekonomi di Indonesia ini yang bisa bikin stabil ekonomi dalam negeri. Soalnya para pakar ekonomi yang kita miliki sekarang belum ada yang bisa menormalkan ekonomi secara aplikatif, kebanyakan hanya berputar-putar di argumen dan opini belaka.
    Salam kenal

  16. 16 nindityo Selasa, 20 Mei 2008 pukul 5:24 pm

    saya setuju sampeyan mas..
    BBM dinaikkan (kali ini ya) dan saya dukung sby lagi.

  17. 17 Suluh Rabu, 21 Mei 2008 pukul 6:03 am

    @economatic: keputusannya itu sebenarnya bukan keputusan ekonomi mas, pakar ekonomi mah jelas udah tahu penyebab dan cara mengatasinya, yang jadi persoalan tuh faktor politik n sosial itu… tuh sumber permasalahan ekonomi kita…

    Ekonomi kita mengkhawatirkan cz subsidi yang notabene merupakan dagangan politik dan sosial… kalau ekonomi mau kuat ya hapus subsidi bbm… (unrenewable itu akan selalu naik harganya, jadi subsidi tuh malah bikin bumerang penghancur ekonomi negara, tiap tahun trus naik dan naik nyampe ratusan triliun)… apa gak tekor negara?

    ada yang bilang sih suruh aja tuh negara berhemat, gaji dpr dikurangi, korupsi diberantas, tapi apa cukup hasil pengurangan gaji dan hasil dari pemberatansan korupsi menopang subsidi bbm yang tiap tahun mencapai ratusan triliun dan kecenderugannya naik terus…

    kalau negara bankrut, yang pasti akan bikin pertumbuhan ekonomi negatif, hiperinflasi, pengangguran, rakyat juga yang susah… rakyat kecil terutama.

    subsidi cuma sejenis narkoba yang akan membunuh ekonomi kita…

  18. 18 indra1082 Rabu, 21 Mei 2008 pukul 8:15 am

    Semoga Indonesia Bisa Bangkit dan Lebih maju

  19. 19 nindityo Rabu, 21 Mei 2008 pukul 8:50 am

    mas, setelah saya pikir-pikir saya tarik dukungan saya buat SBY.
    saya milih sampeyan saja.
    saya setuju pilihan bang suhunan, suluh emang mantap.
    btw, blognya pak rovicky di wordpress bagus lho ngupas minyaknya.

  20. 20 Suluh Rabu, 21 Mei 2008 pukul 9:47 am

    @nindityo: iya mas, saya sudah baca kok punya mas rovicky, kurang lebih alasan saya yang lebih detil bisa dilengkapi oleh tulisannya.

  21. 21 arifrahmanlubis Kamis, 22 Mei 2008 pukul 2:45 pm

    salam kenal.

    kita tunggu saja bagaimana program pemerintah mengatasi dampaknya.

  22. 22 dana Kamis, 22 Mei 2008 pukul 7:52 pm

    Ah, saya juga kagum pada SBY jika melihat dari sisi masalah popularitas ini.

    Tapi ketika melihat bahwa suluh dan saya ternyata bersimpati, jadi berpikir lagi jangan-jangan hal ini memang telah dipikirkan matang-matang oleh SBY.

    Sebab saya teringat kalo begitulah dunia politik.

  23. 23 Suluh Jumat, 23 Mei 2008 pukul 5:24 am

    @dana: kalau sby pengen dukungan dan pengen popularitasnya terjaga, bukan dari kita-kita yang simpati ma dia mbak… tapi dari jutaan pemilih yang kecewa karena naiknya bbm. orang seperti mbak dan saya tuh cuma minoritas… liat aja tuh fraksi2 DPR mulai pasang aksi politik dengan tidak mendukung kenaikan BBM… termasuk juga FPKS… yang mengatakan kalau sudah ngasih opsi selain kenaikan… opsi jangka pendek tapi.. ha ha ha… nantinya juga bakal susah kalau opsinya cuma penghematan APBN (belanja sektor departemen dikurangi 20%).. lah untuk 2tahun kedepan mau kek gitu terus apa? Pengen pembangunan gak jalan? mandeg, statis, pengangguran merajalela, inflasi? Tuh kalau solusinya cuma jangka pendek… kek solusinya FPKS dan fraksi2 lain… Yang lebih menggelikan tuh FPKB mau impeachment segala… pengen bikin Indonesia Kacau pa? ah politisi memang menyebalkan… trus Mega yang ngomong gak dukung kenaikan.. dulu tuh gimana mbak mega waktu jadi presiden? susah bukan ngatur APBN dengan kenaikan harga minyak dunia? masih mending dulu naik cuma “segitu” lah sekarang? Buka mata hati kalian para politisi… Jangan hanya obral kemunafikan diri dengan menafikan logika sehat ekonomi, demi suara rakyat yang “tak paham” ekonomi negara sedang diambang kehancuran… perut memang perlu diisi, lapar memang perlu makan…. makanya saya setuju BLT…

    Ketinggalan.. tuh si amien juga menggelikan… mau nasionalisasi perusahaan swasta.. emang dengan nasionalisasi urusan net importir bbm bisa selesai apa?… entar malah kacau gak bisa ngurus! Gak bisa bangun kilang baru cz duitnya habis buat subsidi!! lah negara kita tuh gak bisa buat kilang karena kekurangan modal habis buat subsidi kok… makanya minta bantuan swasta buat nglola minyak… kita kaya minyak… katanya sih… tapi teknologi buat ngangkat dan serta modal kagak ada cz habis buat subsidi…

    trus amien katanya malah mau bubarkan pemerintah… hah hah? mau kacau lagi ya negara ini? ah.. kadang aku sangat jenuh liat tingkah polah politisi…

    Selama BLT bukan selamanya itu sangat sangat lebih baik dari pada SUBSIDI!!

    Kadang saya miris juga di kampung. BLT dapat tapi malah buat sedekah atau upeti ke kyainya… Mending lapar asal dapat berkah gitu.. Akherat lebih kekal… Lah mereka yang pantas dapat zakat or bantuan, tapi setelah dapat bantuan cuma dikasih kyainya, apa itu gak menyedihkan… Lah udah miskin kok ya masih aja mau ngasih uang ke kyai kyai tuh ya? Si kyainya apa juga gak mikir sih!! Udah miskin dibodohi kayak gitu.. Miris aku melihat tetanggaku.. (berkaca dari BLT yang dahulu, kayaknya entar juga cuma ilang ke kyai lagi tuh BLT)

    Cuma curhat aja… Huuhhh!!… Lagi emosi… mohon maaf kalau agak kasar tulisannya..

  24. 24 Bri Jumat, 23 Mei 2008 pukul 4:07 pm

    BLT?? saya rasa ini konyol, kayak tukang obat yang nyebarin penyakit, lalu ngejual obat penawarnya (eh bukan ngejual ding, memberi… biar dikira pahlawan, oh kacau!!!).

  25. 25 kasyifa Jumat, 23 Mei 2008 pukul 6:45 pm

    Memang sulit saat akan memutuskan sesuatu yang dilematis, BBM naik, salah, nggak naik salah.. gimana kalo yang menolak kenaikan BBM itu ngasih jalan keluar buat pemerintah yang kayaknya juga lagi bingung tuh… Menurut saya sih, BBM ngga apa-apa naik, tapi khusus minyak tanah bwt rakyat kecil jgn dinaikin (masih subsidi).. Kalo bwt kendaraan sih, naikin aja.. punya kendaraan berarti sudah cukup mampu kan?!!

  26. 26 Hidayatullah Jumat, 23 Mei 2008 pukul 11:38 pm

    hoho, BBM naik dan akan diberlakukan besok, mulai jam 00:01. kalau kamu hanya sebatas mendukung, kalau aku langsung pilih deh +_+

  27. 27 dana Sabtu, 24 Mei 2008 pukul 12:08 am

    @suluh

    Syukurlah jika begitu. Sebab saya akan sangat sakit hati jika simpati saya dipermainkan.

    Btw, semangat banget njelasinnya. :P

    @Bri

    Konyol bagaimana? Yang konyol itu justru kalo membiarkan rakyat mati kelaparan. :P

  28. 28 mahfud Sabtu, 24 Mei 2008 pukul 12:03 pm

    naik gak naik tersrah yang penting sekarang gimana caranya
    meningkatkan “baying power”nya masyarakat indonesia ini yuk..! kita bangkit meningkatkan kekuatan kita dengan semangat 1 abad kebangkitan nasional……!!!!

  29. 29 reviewkita Sabtu, 24 Mei 2008 pukul 11:37 pm

    Ada yang salah dengan cara berpikir disini. Tentu ini bukan pentas “Idola-idola-an” ajang pencarian simpati bukan?

    Saya melihat, argumen-argumen yang dikemukakan pemerintah kontra argumen2nya Pak Kwik Kian Gie, namun pemerintah belum bisa atau berani mengungkap fakta sebenarnya untuk membantah argumen2 KKG. Coba lihat artikel-artikel KKG soal “Subsidi BBM”. Intinya, tidak ada pemerintah mengeluarkan uang untuk “Subsidi BBM”. Mengapa? Karena Indonesia produksi sendiri.

    Menurut perhitungan KKG, katakanlah saat tahun 2005, biaya produksi sampai tahap transportasi adalah Rp. 630/liter (hitungan detilnya, lihat di http://www.koraninternet.com). Dengan biaya produksi semurah itu, dan Pertamina menjual (contoh) premium Rp. 4500 saja sudah untung berapa tuh? Jadi, ada beberapa kesalahan disini:
    1. Pemerintah tidak mengeluarkan dana untuk “subsidi BBM”, otomatis tidak ada yang namanya “subsidi BBM”
    2. Jika asumsi bahwa konsumsi BBM rakyat Indonesia tidak bisa dipenuhi 100% oleh produksi dalam negeri, mengapa Indonesia masih mampu mengekspor minyak?
    3. Berapa keuntungan pemerintah dengan meroketnya index harga Crude Oil di NYMEX? Ini tidak pernah dibuka pada publik! Tanya kennapaa…

    Saya tidak mau berpolemik soal SBY. Ini masalah sistem yang tidak beres. Menurut KKG, siapapun orangnya, akan terjebak masalah yang sama selama sistemnya (birokrasi, kebijakan, dll.) masih seperti ini. KKG bahkan mengakui pernah melakukan kesalahan yang sama ketika menjabat menteri semasa Presiden Megawati dulu, dan beliau mengakui menaikkan BBM adalah satu kesalahan.

    Mau pilih siapa? Siapa aja deh, yang penting WNI bukan? :D

  30. 30 marwanazis Sabtu, 24 Mei 2008 pukul 11:42 pm

    Setelah tertunda beberapa minggu, akhirnya Pemerintah mengumumkan secara resmi kenaikan BBM yang berlaku mulai pukul 00.00 pada 24 Mei 2008. Berdasarkan informasi yang dilansir Detik Finace, menyebutkan, harga premium Rp 6.000, minyak tanah Rp 2.500 dan solar Rp 5.500 per liter.

    Kenaikan itu pastinya akan menambah penderitaan rakyat Indonesia, karena kenaikan harga BBM akan senantiasa diikuti kenaikan harga barang kebutuhan pokok lainnya, ini berarti angka kemiskinan bakal bertambah pasca kenaikan harga BBM.

  31. 31 Suluh Minggu, 25 Mei 2008 pukul 4:25 am

    @reviewkita: belum ada yang mbantah KKG? He he he, udah banyak mbak… Mau tahu? Silahkan buka itung2annya di sini
    ma disini

    @marwanazis: lebih baik miskin beneran dari pada kaya “pura-pura” karena subsidi. Itu lebih berbahaya.

  32. 32 Jiwa Musik Minggu, 25 Mei 2008 pukul 8:05 pm

    apapun dalih eh dalil yg mendasarinya, saya salud ama bloger yg masih mau peduli ama masa depan ekonomi negara, plus apalagi berani bilang punya sikap yg mungkin ndak populis (dikalangan bloger)

    Jadi, Saya dengan kesungguhan hati akan mengangkat dua jempol saya buat Haqiqie Suluh.

    Tapi Mengangkat Jempol Bukan Berarti Mendukung lho.

  33. 34 Suluh Senin, 26 Mei 2008 pukul 4:13 am

    @alief: lebih baik ingkar janji dari pada musti negara hancur… masa depan negara dan kehidupan seluruh masyarakat (anak cucu kita) jauh lebih penting dari pada janji pribadi… janji yang membuat kita hancur lebih baik diingkari!!

  34. 35 Taufik Senin, 26 Mei 2008 pukul 10:53 am

    Menurut saya kenaikan BBM sah sah aja, karena semua itu sdh dipikirkan oleh Pemerintah, tapi kalo bisa BBM naik khusus kendaraan pribadi aja roda dua dan angkutan jangan naik. Kalau perlu semua Pejabat Negara atau pensiunan Pejabat Negara atau semua yang kerja di Pemerintahan yang punya uang lebih dari 10 Milyar dikembalikan ke Negara. Dari mana tuh uang sebanyak itu kalo tidak maling. Dan yg ketahuan maling langsung aja di gantung di depan Umum, biar kapok dan takut semua pejabat yang akan maling, pasti negara ini akan kaya dan penduduknya tidak miskin,jangan seperti sekarang ini semua partai politik seperti pahlawan dan sok pintar, padahal kayak anjing semua, apalagi yang pernah menjabat di Pemerintahan. Saya masih salut dengan SBY yang menyuruh agar bagai mana bisa mengatasi negara ini dari Kemiskinan.

  35. 36 siti Senin, 26 Mei 2008 pukul 2:49 pm

    salam kenal, kalau ada waktu mampir diblogku mas. Aku juga punya pendapat dan sikap yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

  36. 37 Dede Asep Selasa, 27 Mei 2008 pukul 9:45 am

    Saya cukup heran, ternyata banyak juga orang-orang seperti Anda ya!
    mmmhhh…….!!!, Ok, saya boleh berbeda pendapat kan???
    Cobalah anda memandang persoalan dengan hati nurani. eksistensi anda sebagai manusia tentunya tak lepas dari keberadaan manusia lain di bumi ini. jikalau anda bisa menghemat (mungkin karena sebelumnya anda tidak pernah kekurangan), cobalah pikirkan masyarakat kalangan bawah yang tentunya sangat manderita karena sebelumnya saja sudah menderita akibat harga yang cukup tinggi. jika anda masih punya nurani, saya yakin anda akan berusaha mencari solusi dan minimal berteriak berempati terhadap kondisi bangsa dan masyarakat kita.
    tugas mahasiswa adalah sebagai kekuatan moral untuk mengingatkan penguasa akan kebijakan2nya, tentunya yang diteriakkan bukan tanpa solusi karena ketika turun ke jalan pun sudah memiliki segudang solusi yang ditawarkan, tapi yang terjadi adalah pemerintah semakin tuli terhadap kondisi dan suara mahasiswa, sehingga wajar jika mahasiswa ingin diperhatikan setiap usulnya dengan aksi turun ke jalan, sy yakin anda tak pernah mengkaji, mungkin karena anda adalah tipe mahasiswa individual yang mengutamakan 3k (Kamar, Kampus, Kampung). maaf jika tersinggung karena saya sengaja ingin menyinggung anda. jika anda kaum intelek, saya yakin anda akan membuka hati nurani anda. namun, entah jika anda memang hanya berpura2jadi intelek!!!

    mengatasi permaslahan Bangsa aja masih belum beres, masih membebankan sama rakyat, lho trus masih mau dipilih lagi??? piye toh mas???

  37. 38 Suluh Selasa, 27 Mei 2008 pukul 10:09 am

    @dede asep: saya jjuga yakin anda tidak pernah tahu apa itu APBN dan seberapa penting buat kita dan rakyat indonesia, serta masa depan anak cucu kita. Saya juga yakin anda tidak tahu kenapa BBM itu berpengaruh pada APBN, pada pertumbuhan ekonomi, pada ketersediaan lapangan kerja, pada keberlanjutan masa depan negara dan rakya! Silahkan dikaji lagi.

    Rakyat tak mampu dan kelaparan memang perlu makan! Makanya saya setuju BLT, asal tidak selamanya! Dari pada Subsidi yang akan Menghancurkan Bangsa!!

    Silahkan Turun Ke jalan Tapi Otak juga digunakan!

  38. 39 nindityo Selasa, 27 Mei 2008 pukul 11:01 am

    kakek temenku seorang petani itu dia menanam padi rojolele. rojolele dimakan keluarga mereka, cukuplah untuk hidup selama setahun. apalagi masih ada belut dan sayuran lain disawah itu.
    beda lagi kakekku, rojolelenya sebagian dijual dan dibelikan padi dengan kualitas lebih rendah. kami bisa hidup setahun tetapi masih ada kelebihan uang dari keuntungan penjualan rojolele.
    ketika keluarga temenku tambah banyak, rojolelenya gak cukup lagi buat makan setahun, akhirnya dia terpaksa utang untuk beli makan. dalam sepuluh tahun, sawahnya terjual untuk bayar utang. dan sekarang jadi petani penggarap di sawah kakekku.
    anggota keluargaku juga bertambah banyak, kebutuhan beras juga semakin banyak. harga rojolele semakin bagus, lebih banyak rojolele dijual dan lebih banyak keuntungan yang bisa disimpan.
    coba kalo cuma ngurusin makan keluarga setahun wah bisa kolap seperti keluarga temenku. makasih kek, telah berpikir panjang.
    inilah apbn dalam arti kecil. alokasi dana dan sumber daya untuk memenuhi semua kebutuhan. bukan kebutuhan sesaat ato kebutuhan makan keluarga saja, tetapi juga kebutuhan sandang papan anaknya dan cucu-cunya termasuk aku. kebutuhan jangka panjang.
    sewaktu kakekku hidup, dia cerita kalo sering diejek karena punya rojolele kok anaknya makannya makan padi biasa. saat itu dia cuma diam. nasihatnya padaku, sing sabar yo le.. jer basuki mawa bea.
    (kok diam sih kek, coba dulu ngotot, betapa banyak yang akan meningkat taraf hidupnya kek..)
    nb : cerita diatas cuma rekaan. tapi jujur, sampai sekarang aku gak pernah beli beras di pasar. selalu dikirim fresh dari klaten. :)


  1. 1 Bantuan Langsung Tunai « berbagi cerita.. Lacak balik pada Rabu, 14 Mei 2008 pukul 6:55 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: