BIARKAN SAJA FPI-NYA BIAR RAMAI!

Biarkan saja FPI-nya biar ramai!
Biar mengaduh sampai gaduh!
Aih… ada Habib menyulam sesat-pikir di tembok media putih.
Kenapa tak Halalkan darahnya biar masuk neraka.

Untuk versi editing lengkapnya barusan di kirim:

Kulari ke Monas kemudian teriakku
Kulari ke pesakitan kemudian menangisku
Tolong, tolong dan sendiri aku benci
Aku mau damai, aku mau semua permai
Bosan aku dengan teror
Dan enyah saja engkau perang
Seperti berjelaga jika mereka paksa
Biarkan saja FPI-nya biar ramai!
Biar mengaduh sampai gaduh!
Aih… ada Habib menyulam
Sesat-pikir di tembok media putih
Kenapa tak halalkan saja darahnya biar masuk neraka
Atau aku harus lari ke pengadilan belok ke penjara…

by angelheart_lee

Versi lengkap lagi nunggu dibuatin ma yang puny
(Update: versi lengkap included)

(Dimodifikasi dari puisi karya Rako Prijanto yang dibacakan oleh Dian Sastrowardoyo dalam film Ada Apa Dengan Cinta, 2002)

Kulari ke hutan kemudian teriakku
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku
Sepi, sepi dan sendiri aku benci
Aku mau bingar, aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai!
Biar mengaduh sampai gaduh!
Aih… ada malaikat menyulam
Jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke pantai belok ke hutan…

13 Responses to “BIARKAN SAJA FPI-NYA BIAR RAMAI!”


  1. 1 aRuL Rabu, 4 Juni 2008 pukul 9:16 pm

    mantap kali puisinya :)

  2. 2 p4ndu_454kura© Rabu, 4 Juni 2008 pukul 11:18 pm

    Lagi-lagi bang Gun menbuat puisi yang menohok. Mantabh abis, perlu belajar banyak nih. :mrgreen:

    BTW Pak Suluh, untuk kasus ini sudah ada petisi online seperti kasus IPDN dulu nggak?

  3. 3 Rudolf Gunawan Rabu, 4 Juni 2008 pukul 11:23 pm

    @ Pandu: Saya ga bikin toh, saya cuma ngedit.. :lol:

  4. 4 rhakateza Jumat, 6 Juni 2008 pukul 10:43 am

    mantap, apalagi pakek backsound music guitar accoustic, niscaya penonton terlena, tak berkata, bahkan meneteskan airmata.

  5. 5 addiehf Sabtu, 7 Juni 2008 pukul 10:59 am

    Biarkan saja AKKBB-nya biar ramai!
    Biar mengaduh mengadu domba!
    Aih… ada Agama sesat- di parkir di Bhinneka.
    Kenapa tak Halalkan saja Ribuan keyakinan
    biar Indonesia dapet Guiness Book of Record.

    Untuk versi editing lengkapnya barusan dicopy:

    Kulari ke Monas kemudian memprovokasi
    Kulari ke cikeas kemudian mengadu-ku
    Tolong, tolong berpura-pura aku tersakiti
    Aku mau damai, aku mau semua permai
    Bosan aku dengan teror
    Dan enyah saja engkau perang
    Seperti berjelaga jika mereka paksa
    Biarkan saja AKKBB-nya biar ramai!
    Biar mengaduh mengadu domba!
    Aih… ada Agama sesat- di parkir di Bhinneka.
    Kenapa tak Halalkan saja Ribuan keyakinan
    biar Indonesia dapet Guiness Book of Record
    lagi…………………………

  6. 6 padhepokananime Sabtu, 7 Juni 2008 pukul 3:20 pm

    Biarkan saja FPI sekarang bubarkan saja Ahmadiya biar semuanya ramai…!

  7. 7 Cactus Senin, 9 Juni 2008 pukul 9:51 am

    cie…cie…mentang2 rambutnya kaya rangga alias nicolas saputra, jadi, memungut puisi dian sastro cie…cie… ;-)

  8. 8 Blank'on Selasa, 10 Juni 2008 pukul 12:48 am

    Aku hidup di tanah leluhur
    Ku pertahankan sejengkal tanah
    demi massa depan anak cucu
    agar menikmati indahnya KEMERDEKAAN

    Detik-detik 17 Agustus 1945
    Awal dari kemenangan dan kebebasan
    BANGSA ini dari belenggu penjajah
    hingga Jati Diri Bangsa diakui di Dunia
    Pancasila …..

    dalam sebuah perjalanan Kemerdekaan ini diuji
    dari golongan sesat yang tidak rela
    melihat bangsa ini merdeka dengan kebudayaannya
    dan senantiasa merongrong dari berbagai segi

    Pemimpin yang di suap
    oleh harta maupun kekuasaan
    hingga rakyat tidak pernah berkuasa lagi
    menentukan kebudayaan yang mengantarkan
    bangsa ini untuk merdeka….

    wahai penjilat kekuasaan
    berkedok dapat pahala untuk menghalau
    kebudayaan yang sudah meng-akar
    hingga bangsa ini tanpa budaya
    hingga icon kebudayaanpun dimusnahkannya

    Arca-arca kerajaan berubah jadi …
    sungguh naif, berhala didefinisikan sendiri
    tanpa tau asal-usul kebudayaan
    kebudayaan sesat dengan suara keras
    memekakkan telinga, hingga memecahkan lapisan bumi

    sajak protes untuk kaum sesat

  9. 9 arsyi pamma Selasa, 10 Juni 2008 pukul 12:58 pm

    hehehe parodi puisinya kereeeen…hebat

  10. 10 netral_option Sabtu, 14 Juni 2008 pukul 3:31 pm

    Kyk ny byk misi2 tersembunyi dan slg caci maki di blog ini,INI BLOG MURAHAN KALE YA, MAKANYA ADA CACI MAKI, SLG MENYINDIR ORGANISASI LAIN, SAYANG BLOG SEBAGUS INI HRS DIKOTORI HAL2 YG BERBAU RASISME

  11. 11 Suluh Sabtu, 14 Juni 2008 pukul 4:51 pm

    @netral: Terus terang saya memang membiarkan hal seperti ini di blog ini mas… cacian dari komentar memang saya biarkan… itulah warna hidup…. anda tidak bisa melepaskan cacian hanya dengan mendelete atau mengeditnya… di dunia real ucapan tak bisa ditarik kembali dan diedit kembali… hanya permintaan maaf atas kekeliruan yang bisa menghapusnya… Mari kita jadi dewasa dengan menerima makian dan cacian… semoga diberi ketabahan..

    Murahan atau bukan itu terserah pembaca… singkirkan yang murahan dan ambil seperlunya yang gak murahan…

    Salam penuh damai

    Haqiqie Suluh

  12. 12 NETRAL_OPTION Selasa, 17 Juni 2008 pukul 1:05 pm

    ASSALAMU’ALAIKUM
    Ya udah deh klu begitu Mas Suluh, klu mmg itu kebijaksanaannya, Saya mohon maaf klu ada kt2 yg tdk mengenakkan, SALAM PENUH DAMAI JUGA MAS SULUH DAN SEMUA YG ADA DI FORUM INI. KLU BOLEH TOLONG MAS SULUH DELETE AJA KOMENTAR SAYA DI ATAS AGAR TDK JD POLEMIK. THX B4.
    ::WASSALAM

  13. 13 lovepassword Rabu, 25 Juni 2008 pukul 8:01 pm

    Saya kira blog ini, isinya tutorial komputer, tak kusangka malah nemu puisi nyeni di sini. SALUT…SALUUT….

    ANak-anak komputer ternyata memang ajaib-ajaib. Ada yang mirip sufi, ada juga yang mirip seniman.

    Saya cuma khawatir kalau seniman betulan bakal ndak laku karena kalah bersaing. Hi Hi Hi.

    SALAM


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: