Tiba Tiba Saya Takut: Mau dibawa Kemana Negeri Ini

Benar saya takut, benar benar takut. Andakatai Politik tanpa Nurani Ekonomi, Apa Jadinya NEgara ini nanti.

Benar! Saya Benar Benar Takut! Kenapa para Dewan yang Terhormat tidak Mengerti Kesulitan Ekonomi Negara! Kenapa Engkau bermulut Manis berkata Bahwa Ini Suara Rakyat!

Saya Juga Rakyat! Rakyat yang berusaha Mengerti Kesulitan Ekonomi Negara ini. Saya Rakyat Bung! Dengarkan Juga Suara Saya! Benar Saya Takut. Saya Takut Kalian cuma Jual Muka Sok Suci.

Saya Takut! Saya Takut akan masa depan Saya dan Negeri ini. Oh, para mahasiswa yang Bersuara Lantang! kenapa engkau tidak Berfikir ke depan! Oh, para Dewan Rakyat Yang Terhormat! Kenapa? Kenapa? Kenapa engkau tidak Mengerti Kami?

Tidak Partai Yang Berembel Sejahtera, Tidak Partai Yang Berekor Perjuangan, Semua rakus ingin mendulang suara! Saya takut! Saya Takut akan negeri ini!

Semoga Ketakutanku Tak Terbukti! Ya… Semoga.

Haqiqie Suluh

5 Responses to “Tiba Tiba Saya Takut: Mau dibawa Kemana Negeri Ini”


  1. 1 ManusiaSuper Jumat, 27 Juni 2008 pukul 1:22 pm

    Pertanyaan itu, sudah saya tanyakan sejak awal tahun 2000 lalu… Dan ketakutan yang sama terus bertambah hingga sekarang..

  2. 2 lovepassword Jumat, 27 Juni 2008 pukul 6:40 pm

    Hi Hi Hi. Isinya kok takut melulu sih. Emangnya takut mengenai apa?
    Kayaknya kurang detail yah?

    Hmmm….Goblog bener ya saya – jangan-jangan anda itu mau berpuisi ya ?
    OKE Deh.

    Saya juga ikutan nyanyi deh :

    Ada jaksa terhormat
    Hari ini dipecat
    Karena pelanggaran berat. Atttttt….Atttttt….Atttttttt

    Jaksa bilang jabatan…..
    jabatan itu amanah
    Karena itu dia pasrah….ahhhh…ahhhhh…ahhhh
    Ahhh…ahhh..ahhhh
    Sambil matanya merah.
    Merah semerah darah….ahhhh….ahhhhh

    Ada orang gila
    Ada orang tergila-gila

    tertawa lepas diujung sana.
    A….A….A….A

    Ketika musibah dianggap takdir,
    Ketika kesalahan manusia adalah kehendakNya.
    Dimanakah surga neraka….A….A….A

    Ketika dosa dianggap kehendakNya.
    Orang gila pun tertawa….
    Wa….Wa…Wa….Wa….
    Ha…Ha…Ha…..Ha….

  3. 3 zaldym Sabtu, 28 Juni 2008 pukul 10:50 pm

    Suara rakyat, suara tuhan. Suara wakil rakyat, suara setan. Betul…tidak….???

  4. 4 lovepassword Minggu, 29 Juni 2008 pukul 7:17 am

    @zaldym

    Suara wakil rakyat = suara setan ? Enak saja. Fitnah lo, ya. Gue laporin ke setan lo?

    Rasain lo – setan marah besar kelihatannya :
    “Awas ini penghinaan namanya : Masak saya disamakan sama wakil rakyat …”

    Rasin lo mas, makanya jangan berani memfitnah setan

  5. 5 robby Selasa, 1 Juli 2008 pukul 3:32 pm

    sepertinya semua kedok atau manipulasi tingkat tinggi akan terbongkar dan mudah-2 an negeri ini bisa dibawa menuju lebih baik.
    amin…

    rakyat yang sedih juga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: