Islam itu Ngarab

Iseng iseng tadi pagi saya nulis status facebook saya tentang islam. Sejauh yang saya pahami, Agama itu dalam ruang lingkup pengetahuan manusia (sebagaimana pernah saya pelajari dulu di sekolahan) termasuk dalam kategori budaya manusia.

Islam itu Ngarab

Ngarab dalam hal ini tentunya sebuah proses. Ngarab itu kerja, Arab itu benda. Proses Mengarab. Demikianlah yang saya maksud. Sebaiknya tidak usah saya jelaskan lebih lanjut. Saya cuma sedikit tersenyum ketika ada yang menimpali tulisan status FB saya tersebut di blog ini.

Inilah status fb lengkap saya:

Islam itu Ngarab, Bahasanya Arab, Anaknya pun dikasih nama Arap. Budaya Indonesia Asli itu pun jadi Ngarab, Arab itu jadi Indonesia. Globalisasi ada sejak dahulu kala: Lah wong Budaya Arab aja dah Nyampe sini sejak dulu kala toh? . Arab tuh Jauuuhh. Suer Jauh mannnn!!

Inilah komentar yang membuat saya tersenyum di blog ini:

Status Facebook anda Haqiqi Sulus :

Islam itu Ngarab sama artinya anda tidak tau Islam itu seperti apa.
Saya rasa itu tampilan kebodohan asli anda dalam menilai islam.

Sebaiknya anda tulis saja anda non muslim tak tau tentang islam, Jadi jangan bicara tentang islam apalagi mengartikan islam bila tak tau sama sekali dengan islam.

Sebaiknya status Facebook anda tak layak dipublikasikan

Sekedar Senyum untuk Anda

Haqiqie Suluh

43 Responses to “Islam itu Ngarab”


  1. 1 aisha Selasa, 14 Juli 2009 pukul 12:43 pm

    Budaya asli Indonesia itu emang ada mas?kalau ada bisakah kasih tahu yang mana?setahu saya budaya Indonesia itu semua dari budaya asing :D

  2. 2 Suluh Selasa, 14 Juli 2009 pukul 8:25 pm

    Bahasa Jawa! setidaknya itu budaya lokal asli indonesia, bahasa sunda, bahasa bali. Manusia menciptkana bahasa, manusia menciptakan budaya, jelas ia dipengaruhi budaya yang lain, tetapi tetap saja ada yang asli. ASLI Indonesia Misalnya :)

  3. 5 aisha Rabu, 15 Juli 2009 pukul 12:27 am

    Owh,iya?Setahuku budaya Jawa ,sunda dan bali itu juga pengaruh dari budaya India,dan tionghoa juga.Di lihat dari nama-nama mereka yang berasal dari bahasa Sansekerta contohnya : suluh, suekarno, sueharto,pujuwati,pujiati,sinta puspa, gunawan,iwan,ratna, retno heheh dll:D

    • 6 Suluh Rabu, 15 Juli 2009 pukul 8:24 am

      Yup ada pengaruh sanksekerta, tetapi keaslian jawa tetap ada. Kalau gak percaya silahkan baca buku sejarah :). Sanksekerta itu dulu hanya (walau tidak paten penuh) previledge milik kaum brahmana yang bisa memperlajari (tidak semua brahmana bisa basa sanksekerta malahan, bahkan ada proses penerjemahan mahabharata dari bahasa sansekerta ke bahasa jawa), sebagaimana bahasa arab, belanda (bahasa arab dulu previledge milik kaum kyai — bisa dibaca surat kartini mengenai hal ini– , sedang bahasa belanda previledge milik orang orang belanda dan sebagian kecil orang pribumi yang beruntung), dan lainnya juga diserap dan mempengaruhi bahasa jawa :), tetapi yang jawa tetap milik orang “Indonesia”. Sekali lagi yang asli tetap ada :)

      Apakah bahasa orang irian sana juga dipengaruh orang luar dulunya ?? bahasa daerah yang beraneka ragam apakah mereka tidak “unik dan asli” ? sebagaimana bahasa jawa? Apakah orang yang bisa bahasa sanksekerta, benar benar bisa mengerti bahasa jawa, atau sebaliknya? tentunya tidak bukan? itulah bukti keunikan dan keaslian :). Yang diserab yang ngarab, pun MENJAWA, atau MENINDONESIA :) dan itu pun jadi sebuah budaya UNIK dan ASLI :)

      Sebagaimana saya tuliskan diatas, bahwa yang diserap, yang ngarap, yang nyangsekerta, tionghoa, india, pun jadi Indonesia :)

      Bhinneka Tunggal Ika, jelas merupakan slogan keaslian budaya indonesia :).

      Dari segi epistimologis begini:

      Manusia menciptakan bahasa melalu berbagai macam proses dan cara, misal gonggongan anjing akan diberi nama berbeda beda, tergantung penerjemahan manusia (unik) atas suara gonggongan anjing. melihat biji salak pun manusia menamainya berbeda beda. beton, klungsu, dll dalam bahasa jawa. Sontoloyo, gundulmukiyo .

      nah dari sedemikian banyak cara “menciptakan” bahasa, ada salah satunya yang berproses mengadopsi bahasa lain atau penyerapan, dan serapannya pun tidak “sama” unik dan asli bagi masing masing bahasa.

      Penciptaan dalam contoh pertama tetap merupakan sebuah keunikan dan keaslian, sedang Penyerapan itu hanya sebuah proses dari sedemikian banyak proses penciptaan bahasa :)

  4. 7 aisha Rabu, 15 Juli 2009 pukul 1:04 pm

    heheh nama “beton” kalau di Jawa hanyalah isi buah-buahan.Tapi nama”beton” kalau di barat, suatu benda yang kuat.Ini kan emang unik.Dan yang lebih unik lagi dari budaya Jawa asli itu,walaupun orang-orang Jawa waktu itu masih buta huruf,namun telah hidup teratur di bawah ikatan hukum-hukum adat dan berbagai macam tradisi kono mereka.Yaitu kehidupan mereka membentuk ikatan-ikatan komunal yang teratur di bawah “pimpinan tetua mereka dan para dukun”.Nah sistem perdukunan dengan ilmu keliniknya beserta sihirnya ini yang menyesatkan.karena kebanyakan di gunakan untuk menyelakai orang lain.Contohnya menyantet musuhnya hingga mati dll.Jadi yang lemah di bawah terus,dan yang kuat di atas terus heheh.
    Tapi apa bedanya menyantet musuhnya hingga mati, dengan membunuh musuhnya hingga mati ya? seperti budaya modern sekarang ini heheh.

  5. 9 bageurman Kamis, 16 Juli 2009 pukul 3:13 pm

    Saya pun tersenyum :)

    Tampila Status Faceboook Saudara sebelumnya bikin panas mata !!
    Minimal setelah dicheck kembali sudah tak ada tuch…
    yang bikin panas mata ..Trim’s

  6. 10 bageurman Kamis, 16 Juli 2009 pukul 3:13 pm

    Saya pun tersenyum :)

    Tampilan Status Faceboook Saudara sebelumnya bikin panas mata !!
    Minimal setelah dicheck kembali sudah tak ada tuch…
    yang bikin panas mata ..Trim’s

  7. 11 bodrox Kamis, 16 Juli 2009 pukul 4:52 pm

    ikutan tersenyum :)

    menyadari kebodohan, awalnya nggak tau ngarab itu apaan, ternyata ya… nge-arab :)

  8. 12 lovepassword Kamis, 16 Juli 2009 pukul 6:12 pm

    Memang kamu paling pinter kalo mancing-mancing. Tapi kok ya masih ada yang kepancing. :) He he he

  9. 13 Suluh Kamis, 16 Juli 2009 pukul 6:50 pm

    @bageurman: lho bukannya masih ada mas? tuh liat di tulisan ini kan ada. bahkan di fb saya tetap ada kok statusnya :)
    @bodrox: he he he, ikut tersenyum juga :)

  10. 14 bageurman Kamis, 16 Juli 2009 pukul 9:33 pm

    Yang jelas Islam bukan seperti kata apa yang anda sandarkan ….
    biarpun anda tersenyum itu biarlah memang kita memiliki penafsiran beda tentang islam itu sendiri

  11. 15 Suluh Jumat, 17 Juli 2009 pukul 6:43 am

    @bageurman: anda sudah lebih bijak memilih kata sekarang :) Dalam arti holistik memang islam bukan hanya ngarab seperti yang saya katakan, karena budaya2 arab pun belum tentu menjadi proses islam (di indonesia sendiri islam bebaur dengan jawa dan lainnya yang menjadi semakin unik dan menarik). hanya saja dalam banyak hal ngarab itu menjadi sebuah proses dalam islam :) . ngarab adalah salah satu dari banyak hal dalam proses proses “ngislam”.

  12. 16 hamuro Sabtu, 18 Juli 2009 pukul 2:06 pm

    wah ternyata blogmu ini update terus toch qi… akhirnya aku punya blog beneran qi…. komen di tempatku ya…. ayo orang-orang pada komen ke t4ku doooong… hahahahaha…. (udah mirip mbah surip belum ya fren?) hahahaha….

  13. 17 joyokusumo Senin, 20 Juli 2009 pukul 7:15 am

    Islam tu ngArab –> setuju, lhwa wong bahasanya aja bahasa Arab, yg menolaknya konyol, sama saja menolak mengatakan anda tidak menggunakan kaos putih padahal kaos yg anda pake mayoritas warna putih. Lagian klo Islam itu ngArab kenapa? kok banyak yg gak rela?

  14. 18 wahyu firmansyah Minggu, 26 Juli 2009 pukul 12:51 pm

    Brarti budaya Arab lebih dipercaya dong? untuk mengadopsi sesuatu kayaknya tidak gampang mas. butuh kepercayaan penuh. Kalau nama saya diberi nama Monyet, ya tentu saya tidak mau.

    • 19 Suluh Minggu, 26 Juli 2009 pukul 10:54 pm

      @wahyu: tinggal prosesnya gimana mas. Kepercayaan bisa diadopsi or diperoleh dari banyak cara. Paling mudah ya apa yang dilihat, di dengar, dirasa. dan sebagainya.

      Pengadobsian dari kecil (bahasa, budaya, dan sebagainya) jelas sesuatu yang mudah :D. anda tidak mau di berinama monyet karena anda telah mengadopsi “apa itu monyet” terlebih dahulu :) (dari mata, telinga, dsb) bukan?

      It’s not about “gampang or tidak” :) it about “budaya manusia”

  15. 20 isfana Rabu, 29 Juli 2009 pukul 1:32 pm

    wah keren… anda pintar bermain kata kata…

  16. 21 zubeir Senin, 3 Agustus 2009 pukul 6:29 am

    emang lho pinter bro tp kl kami orang batak ni bilang “pintar so tar parguru,oto so tar ajari”
    islam nge-arab?
    islam emg turun di arab,tp bukan berarti harus ngarab donk.lahirnya islam tentu merobah budaya arab yg biadab menjadi budaya islami,hanya saja lahirny hukum islam pada awalny tidak terlepas dari budaya arab,lingkungan arab n masyarakatny yg akhirny mnjadi asbabu an nuzul

  17. 22 randhy Jumat, 14 Agustus 2009 pukul 2:53 am

    Mohon lbh diperjelas lg mas,, apa yg mas mksud Islam itu Ngarab??? Sy krng paham..

  18. 23 rizard Jumat, 14 Agustus 2009 pukul 10:42 am

    sebuah interview dengan sang teroris yang saya dapat dari pertemuan dengan nurdin membuktikan betapa mereka adalah guyon ngawur,
    teroris samasekali gak ada hubungan dengan 1 agama tertentu

  19. 24 irul manis Sabtu, 5 September 2009 pukul 9:07 pm

    islam itu al qur an dan sunah.. Gak usah dibelit belitin. Kadang kita sekan tahu semua dan persepsi yang paling benar..
    Padahal dihadapan yg kuasa kita yg paling tolol..
    Kita boleh mengkaji agama dg fikir dan hati kita.. Namun ingat agama bukan guyonan..
    Hidup ini boleh dijalani dg gembira.. Namun bukan utk main2, apalagi mainin Yang Kuasa.. Baru punya ilmu sak titik saja kayak sudah bisa menciptakan anak cacing…

    • 25 yora motor Senin, 17 Januari 2011 pukul 11:50 pm

      jawa suku terhebat di dunia contoh:Neal amstrong naik ke bulan dgn slamat SLAMET ORG JAWA.wosshinten america BERASE SOPO JAWA.tape recorder TAPE MASAKAN JW.kali fornia di america KALI GENDOL DI JAWA.HE HE HE msh bnyk lg:JAWAmariot.gula JAWA,asem JAWA,laut JAWA,yang jls ada di acara TV OPERA VAN JAWA HEHEHE.

  20. 26 wongbulu Sabtu, 5 September 2009 pukul 10:05 pm

    Apa yang dikatakan saudara Suluh itu betul walau tidak sepenuhnya benar. Jadi begini, ada anggapan atau pandangan terutama dari bangsa kita bahwa Arab itu Islam dan Islam itu Arab dan budaya arab adalah budaya islam. itu salah besar contohnya:
    1. pakaian, pakaian arab dianggap pakaian islam. pakaian yang berupa gamis panjang yang diarab di sebut thob dan gutrah (penutup kepala warnah merah) itu adalah pakaian adat atau pakaian resmi seperti kalo orang jawa pake blangkon lengkap atau kalo orang melayu pake celana dan sarung. Di dalam Islam tidak ada anjuran untuk berpakaian seperti itu yang ada hanyalah menutup aurat. asal anda semua tahu pakaian orang arab itu kalo dilihat dari anjuran islam untuk menutup aurat malah tidak baik kenapa? anda tidak tahu kalo orang arab berjalan kaki dengan pakaian seperti itu apabila kena angin maka batang kemaluannya terlihat gondal gandul, kalo ga percaya silahkan tanya orang yang pernah tinggal di arab. dan satu hal lagi di dalam islam tidak mengharuskan pakaian berwarnah putih.

    2. Cadar, itu budaya arab bukan budaya islam. didalam islam tidak ada anjuran untuk perempuan supaya bercadar itu adalah budaya arab yang primitif.

    3. Tulisan dan bahasa arab, ini yang konyol. kalo dikita semua tulisan yang berhuruf arab seakan-akan disucikan dan dianggap berbau islam juga apabila terdengar bahasa arab (tidak peduli itu lirik lagu atau kata-kata kotor arab) dianggap sebuah bahasa suci. ANGGAPAN BAHWA BHS ARAB = BHS SUCI padahal tidak ada dalam ajaran islam yang mensucikan suatu bahasa, pembelajaran kepada bahasa arab hanyalah untuk mempelajari dan mengerti al-quran saja.

    3. Mengangap orang-orang arab itu lebih suci dan lebih mengerti tentang islam padahal sudah diterangkan bahwa yang paling suci dan paling mulia adalah orang yang paling bertakwa. tentang lebih mengerti tentang islam, mungkin secara tekstual tapi secara nyata atau pengaplikasian dan sosialisasi dalam kehidupan sehari-hari tidak ada karena mereka tidak punya peradaban dan sangat sempit dalam kehidupan bermasyarakat.

    4. Jenggot, Ulama-ulama arab mewajibkan jenggot tapi anda lihat sendiri raja dan amir-amir mereka memotong jenggot dan mencukur rambut wajah dan mereka diam saja. mungkin fatwa dan kewajiban itu hanya untuk rakyat kecil saja (wakakakakakaka).

    5. Anggapan bahwa segala sesuatu dari arab itu suci dan lebih mulia. lihat saja para jamaah haji indonesia berlomba-lomba belanja karena menggangap belanjaan dari arab lebih afdhol. wakaakaakkaakak

    7. Nama Arab, nah ini dia. kita mengagung-agungkan nama arab padahal intinya ialah memberi nama yang baik itu saja, karena di arab sendiri nama-nama mereka tidak harus berdasarkan alquran dan artinya belum tentu baik. lihat saja: FAHAD artinya macan, KHALID, TALAL, FAISHAL, TURKI, DLL itu nama-nama raja dan amir-amir mereka dan nama-nama itu tidak ada hubungannya dengan islam atau dalam arti tidak ada makna spesifik dalam islam.

    Dan macem-macem pada intinya Islam bukan berarti arab dan arab bukan berarti Islam. apa yang dikatakan saudara suluh bahwa islam itu ngarab adalah benar bila melihat kondisi di indonesia dan itu adalah salah dalam arti seharusnya bukan begitu, harus kita betulkan. Islam memang dilahirkan di arab tetapi bukan berarti Islam itu Arab. Arab itu tidak ada apa-apanya yang agung dan suci itu Islam, arab itu primitif tidak punya budaya dan tidak punya tatanan sosial yang bagus tidak seharusnya kita berkiblat ke arab dalam hal apapun selain berkiblat untuk sholat. Nabi sendiri bersabda bahwa belajarlah sampai ke negeri Cina, walaupun bukan berarti kita harus secara nyata berangkat ke cina untuk belajar tapi itu menandakan bahwa belajar itu bisa ke orang non muslim.

    Terakhir saya ingin mengatakan bahwa janganlah kita beragama Islam yang ngARAB, karena arab itu tidak ada apa-apanya.

    • 27 zubeir Kamis, 22 April 2010 pukul 11:03 pm

      say stj ma mas wong bulu ni, cm aq lom tau persis n paham ap mksd mas suluh seperti itu.seaakn kesannya Islam itu dibawah ketiak arab baik dari budayanya at yang lainnya…….

  21. 28 wongbulu Sabtu, 5 September 2009 pukul 10:09 pm

    oh ya lupa saya tinggal di arab 10 tahun dan muak mau pulang ke negeriku tercinta, mohon doanya saja.

  22. 29 Suluh Minggu, 6 September 2009 pukul 12:31 am

    @wongbulu:

    Jenggot, Ulama-ulama arab mewajibkan jenggot tapi anda lihat sendiri raja dan amir-amir mereka memotong jenggot dan mencukur rambut wajah dan mereka diam saja. mungkin fatwa dan kewajiban itu hanya untuk rakyat kecil saja (wakakakakakaka)
    Nama Arab, nah ini dia. kita mengagung-agungkan nama arab padahal intinya ialah memberi nama yang baik itu saja, karena di arab sendiri nama-nama mereka tidak harus berdasarkan alquran dan artinya belum tentu baik. lihat saja: FAHAD artinya macan, KHALID, TALAL, FAISHAL, TURKI, DLL itu nama-nama raja dan amir-amir mereka dan nama-nama itu tidak ada hubungannya dengan islam atau dalam arti tidak ada makna spesifik dalam islam.

    kok saya malah jadi berpikir versi arab anda, arab tu cuma amir2 or raja raja ya?

    ngarab itu ada dalam islam, alquran bahasanya pun arab bukan, berdoa or sembayang pun berbahasa arab juga kan? tetapi tidak semua yang islam itu arab, islam indonesia punya ciri khas berbeda juga bukan? :D

  23. 30 wongbulu Minggu, 6 September 2009 pukul 6:14 am

    kok saya malah jadi berpikir versi arab anda, arab tu cuma amir2 or raja raja ya?

    Untuk Adminnya kayaknya harus belajar bahasa Indonesia lagi dech, apa saya harus menguraikan lagi? yach sudah ga pa pa. jadi begini:

    1. Jenggot, Ulama-ulama arab mewajibkan jenggot tapi anda lihat sendiri raja dan amir-amir mereka memotong jenggot dan mencukur rambut wajah dan mereka diam saja. mungkin fatwa dan kewajiban itu hanya untuk rakyat kecil saja (wakakakakakaka)
    “itu maksudnnya ulama-ulama arab itu tidak konsisten dengan fatwanya sendiri, disini saya hanya mencontohkan dengan para umarah ato pemimpin mereka yang notabene adalah pemimpin sebuah negara bersyariat Islam yang penampilannya bertolak belakang dengan fatwa ulamanya. jadi amir dan raja hanya contoh saja kalo rakyatnya yah ada sebagian yang sesuai fatwa dan sebagian lagi tidak.

    2. Nama Arab, nah ini dia. kita mengagung-agungkan nama arab padahal intinya ialah memberi nama yang baik itu saja, karena di arab sendiri nama-nama mereka tidak harus berdasarkan alquran dan artinya belum tentu baik. lihat saja: FAHAD artinya macan, KHALID, TALAL, FAISHAL, TURKI, DLL itu nama-nama raja dan amir-amir mereka dan nama-nama itu tidak ada hubungannya dengan islam atau dalam arti tidak ada makna spesifik dalam islam.
    ” ini juga sebenarnya sama seperti diatas hanya pencontohan saja, nama-nama itu saya ingin menekankan bahwa pemimpin-pemimpin arab saja namanya tidak bermakna apa-apa dalam islam lah kok kita NGARAB dengan mengarabkan nama-nama anak. dan perlu anda tahu loh nama-nama diatas itu juga nama pasaran di arab seperti ade, dede, ujang di Sunda atau parto, joko, bambang di Jawa.

    3. ngarab itu ada dalam islam, alquran bahasanya pun arab bukan, berdoa or sembayang pun berbahasa arab juga kan? tetapi tidak semua yang islam itu arab, islam indonesia punya ciri khas berbeda juga bukan?
    “yah kalo itu yah bukan cuma ngarab itu ngislam namanya karena memang itu bagian islam yang dari arab. tentu yang anda maksud ngarab disini adalah apa-apa yang serba ngarab, berlaga arab,berpakaian arab, dan bergaya arab. seperti kata njawa orang akan mengartikan apa-apa serba bergaya jawa. disitulah saya ingin mengatakan bahwa kita tidak usah ngarab tapi ngIslam. dan satu lagi yang mungkin pada kenyataanya ada tapi seharusnya tidak ada yaitu Islam Indonesia, Islam Arab, Islam Cina atau islam apapun. Islam ya Islam yang berdasarkan Alquran dan sunnah.

  24. 31 Suluh Minggu, 6 September 2009 pukul 8:22 am

    @wongbulu:

    yah kalo itu yah bukan cuma ngarab itu ngislam namanya karena memang itu bagian islam yang dari arab. tentu yang anda maksud ngarab disini adalah apa-apa yang serba ngarab, berlaga arab,berpakaian arab, dan bergaya arab. seperti kata njawa orang akan mengartikan apa-apa serba bergaya jawa.

    dalam banyak hal tetaplah islam itu ngarab (emang tidak melulu arab, sebagaimana saya juga telah katakan) begitulah fenomena yang saya liat, bahkan di indonesia. Ini bukan persoalan apa yang seharusnya, tetapi sebuah fenomena. Seperti yang anda katakan:

    kok kita NGARAB dengan mengarabkan nama-nama anak

    Btw, saya tidak mengatakan apa apa serba ngarab loch, dan tidak bermaksud demikian. Ngarab adalah proses, budaya yang terlihat, bukan sebagai full arab atau serba arab.

    disitulah saya ingin mengatakan bahwa kita tidak usah ngarab tapi ngIslam. dan satu lagi yang mungkin pada kenyataanya ada tapi seharusnya tidak ada yaitu Islam Indonesia, Islam Arab, Islam Cina atau islam apapun. Islam ya Islam yang berdasarkan Alquran dan sunn

    Islam indonesia, Islam China, Islam apapun saya “merasa dan mengamatinya” tetaplah Ngarab.

    Saya mengatakan islam itu Ngarap sebagai sebuah fenomena keagamaan, bukan sebagai sebuah idealita keagamaan, sebagai sebuah penampakan bukan bagaimana seharusnya islam itu.

    Soal jenggot dan fatwa ulama, itu terserah sampean dalam memandang “bagaimana seharusnya” ( sebagaimana tidak semua nama orang islam juga ngarab kok,tetapi tetap saja banyak juga yang menamakan anaknya dengan nama arab, inilah yang saya bilang fenomena keagamaan aka apa yang tampak).

  25. 32 plus-art Selasa, 20 Oktober 2009 pukul 2:13 am

    klo kita crita arab sperti tanggapan di atas artinya sma dg dangkalnya pengetahuan kita tentang sejarah agama dan budaya…..kembali sja kita kepda sejarah…..sjarahnya arab jahiliyah sbelum islam, bgaimana budaya mereka….islam itu bkan bdaya arab tapi budaya islam telah masuk ke dlam budaya arab jahiliyah….budaya arab yg sesungguhnya sbelum islam diantaranya, membunuh anak sendri dg cra di tanam hidup2, membunuh,memperkosa,berperang,dll..intinya di jman arab jahiliyah blum ada kebejatan manusia di dnia yg pling parah keculi arab jahiliyahlah orangnya…..makanya islam bertapak di tengah2 kebejatan mereka….klau saudara2 mau lebih mengetahui, lebih jelasnya..silakan kembali baca tentang sejarah agama islam,dan budaya arab itu sendiri….

  26. 33 hitamputih Jumat, 23 Oktober 2009 pukul 9:51 pm

    Islam itu gak ngarab..
    Arab hanyalah kulitnya doang,..

  27. 35 Syam's Kamis, 19 November 2009 pukul 2:50 am

    Pada ributin apaan sih?

    Membela keyakinan adalah sebuah keEGOisan
    Membela Agama adalah sebuah keBODOHan
    Membela Tuhan adalah Sebuah kesombongan.

  28. 36 emonlebay Senin, 7 Desember 2009 pukul 4:44 pm

    si suluh yang punya nih blog orang jawa, dia tau nda kalau tradisi orang jawa itu suka makan kutu rambut manusi, iihh jorok, itukah budayamu yang kau banggakan

  29. 38 Sutan Selasa, 8 Desember 2009 pukul 11:50 pm

    Pada kenyataannya emang begitu, ngarab. Wkkkkk.
    Eh tapi kyai itu muasalnya orang belanda lho yang bikin kata-kata pada jaman penjajahan dulu, artinya besi tua (rongsokan) bukan istilah bahasa Arab.
    Like kang syam’s.
    Jika ngak Ego yg muncul tu crossceck tuturnya wongbulu bagus itu tau banyak tentang Arab karna tinggal langsung disono.
    Jika pingin ngak bodoh jgn bela agama kenyataannya hanya cerita kalau suruh menunjukan kesaksiannya katanya anu anu gak ada jluntrungnya nyata lho. Hati2 kena pasal berkata bohong lho jika ngak tahu dengan mata kepala sendiri wkkkkk.
    Jika ngak mau sombong jangan bela Tuhan, Tuhan udah kuasa ngak butuh kalian bela.
    Ok bravo kang Suluh.

  30. 39 heightskie Selasa, 15 Desember 2009 pukul 11:08 am

    Ya mas Syam, saya sepakat dengan anda…and mas Suluh saya kira wacana ini tidak perlu muncul. Setiap proses berbudaya itu mengambil nyamannya saja…dan sah-sah saja, Tuhan saja tidak marah dan mengazab kok.
    Saking sempurnanya Tuhan, terhadap atheis pun saya yakin Dia tidak akan mengazab.
    Kesimpulan saya agama itu hanya hasil budaya proses berfikir manusia, pada kenyataanya terjadi banyak persepsi dan friksi karena tadi hasil proses budaya berfikir manusia.
    ini bukti LOGIS saya kira, kalo toh Agama itu dari wahyu Tuhan dia akan bersifat universal tidak terbantahkan oleh akal-akalan logika manusia, sederhananya seperti batu yang jatuh ketika di pegang oleh anak kecil atau kyai,pendeta what ever..pasti kebawah selagi di planet ini… mau bantah apalagi? itulah salah satu hukum atau wahyu Tuhan. Dia Maha Adil….anda mengerti maksud adil?…
    Tanyanya kepada spiritual anda yang utuh…yang terhembus dari penciptanya alias Tuhan. monggo untuk tidak sepakat.
    sekedar untuk menambahkan filosofinya mas Syam & mas Sutan. bye bye, dadah, salam, wasalam,ciao, adios,sayonara….banyak lagi saya tidak tahu

  31. 40 Atie Rabu, 23 Desember 2009 pukul 9:36 pm

    Sudahlah memang penulis berangkatnya dari rasa dengki walaupun diberi jawaban apapun pendiriannya tetap. perlu diketahui kebanyakan orang seperti penulis ini memang darikecil sudak didik memilikirasa dengki. dan itu salah satu dari ajaran mereka.

  32. 41 beeBONX Senin, 1 Februari 2010 pukul 5:30 pm

    @Atie
    di didik memiliki rasa dengki????
    I don’t think fucking so…

    Kalau begitu, aku yakin semua penulis di didik memiliki rasa dengki. Karena setiap tulisannya pasti akan menuai kontra. y….walaupun ada yg “pro” juga.

    Gini aja, Yang setubuh (Eh….setuju maksudnya) ya udah!!!!!!! Yang gak setuju, ya udah juga…. namanya juga tulisan. lagian pendapat orang tuh gak mungkin semuanya sama. aku yakin hanya PERBEDAAN yang kekal.

    once more (bukan once DEWA-19 y??? xixixixi)
    semasih tangan masih bisa NGETIK dan otak masih bisa BERPIKIR… tulislah apa semau kalian (SEPERTI APA YANG AKU TULIS), mau pro kek..kontra kek… gak nyambung kek… yang penting NULIS!!!!!

    HIDUP NULIS…

    Tapi kayknya sie… Zaman dahulu kala, di indonesia to mayoritasnya bukan Islam deh…. (New Topic)

    kekekekekekekekz

  33. 42 Sutan Minggu, 7 Februari 2010 pukul 11:23 am

    Bersaksi tanpa melihat sendiri?, sedangkan bobot kesaksiannya hanya katanya – katanya orang2 terdahulu yang jika di telusuri tak ada jluntrungnya?
    Bolehkah saya katakan kesaksian mereka telah berkata BOHONG?
    ( Hanya untuk bahan pemikiran secara cerdas dan dewasa, klo debat kusir tak ada ujungnya hehehe ) Bravo kang Suluh.


  1. 1 gamis katun jepang motif bunga Lacak balik pada Minggu, 20 November 2016 pukul 1:11 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis


%d blogger menyukai ini: