Posts Tagged 'fisika'

Sains (IPA) Itu BUKAN ILMU PASTI!!!

Sebenarnya ada tiga ide yang muncul di benak saya pagi ini. Yang pertama Ide yang muncul berkaitan dengan Saya dan Sejarah Filsafat, yang kedua berkaitan dengan Perbandingan dua buah Metode Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam: Sains Yang Menemukan dalam Trial Error dan Sains Yang Menemukan dalam Rekayasa, Sedang yang ketiga adalah Sebuah Gugatan atas Pendapat Kebanyakan orang Indonesia khususnya di kalangan Pendidik yang mengatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam itu Ilmu Pasti. Ya, yang terakhir itulah yang akhirnya saya putuskan untuk saya tulis dan elaborasi kali ini, sedang dua yang awal menyusul akan menjadi tulisan saya berikutnya.

Lanjutkan membaca ‘Sains (IPA) Itu BUKAN ILMU PASTI!!!’

Salah Kaprah Mengenai Relativitas Einstein: Tidak Semua Hal di Semesta itu Relatif!

Sebuah blog  pernah menjadikan sebuah kalimat atau proposisi yang mengindikasikan bahwa semuanya itu relatif sehingga semuanya itu bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat. Biar tidak salah tangkap, lebih baik saya kasih proposisi aslinya:

semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat

Lanjutkan membaca ‘Salah Kaprah Mengenai Relativitas Einstein: Tidak Semua Hal di Semesta itu Relatif!’

Hukum Kekekalan Energi: Yang Kekal dan Yang Abadi

Siapapun yang berkecimpung dalam belantara fisika ataupun kimia, haruslah menunduki suatu hukum yang merupakan poros dari suatu sifat perubahan. Hukum itu adalah Hukum Kekekalan Energi. Hukum yang menyatakan bahwa Energi itu tetap dan tidak mungkin diciptakan atau dimusnahkan. Energi di alam itu tidak mungkin bertambah atau berkurang. Jumlah keseluruhan Energi di alam (energi pikiran manusia, energi nuklir, energi matahari, energi tumbuhan, energi otot, kalor, energi gerak, energi potensial, energi listrik, energi elektromagnetik, foton, dan sebagainya), dari dahulu sampai sekarang dan yang akan datang adalah tetap dan tak berubah jumlahnya. Energi bisa saja berubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain namun ia tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan yang berarti tidak bisa berkurang atau bertambah jumlahnya.

Pernahkah anda mempelajari implikasi atau konsekuensi dari Hukum Fisika atau bahkan Hukum dunia ini pada kepercayaan disekeliling anda? Jika belum, mari kita bersama-sama mempelajarinya.

Lanjutkan membaca ‘Hukum Kekekalan Energi: Yang Kekal dan Yang Abadi’

Definisi, Fisika, Manusia dan Determinisme

Karena dalam pembahasan kali ini saya akan memberikan suatu penjelasan mengenai Determinisme dan Fisika, maka abaikanlah hal-hal dalam fisika yang berhubungan dengan fisika statistik seperti ketakpastian heisenberg dan yang sejenisnya. Anggaplah kita sedang membudaki pikirannya Albert Einstein dengan Determinismenya.

Fisika dibangun dengan dogma indera. Maksudnya adalah alam yang di dalamnya manusia berkelindan, diterjemahkan atau dipahami melalui seni pemahaman fisika berawal dari apa yang manusia lihat, manusia dengar, manusia rasa, dan sebagainya. Barulah kemudian secara lambat laun, dogma indera tersebut menjelma menjadi suatu besaran-besaran fisika, terutama besaran pokok atau dasar: massa, jarak, waktu, dan sebagainya.

Lanjutkan membaca ‘Definisi, Fisika, Manusia dan Determinisme’

Antara Titik, Garis, Bidang, Ruang dan Kontinuitas: Sebuah Tinjauan Filosofis

Sewaktu SMU dulu saya masih teringat salah satu penjelasan dari guru matematika saya mengenai hubungan garis dan titik. Saya juga mengetahui bahwa pendekatan atau pemahaman yang Guru SMU saya sampaikan atau ajarkan kepada saya, juga merupakan sebuah pemahaman yang digunakan dalam banyak bidang. Yang paling modern adalah dalam bidang komputer grafis. Monitor Televisi, Monitor Komputer, Gambar Digital, Gerakan Sebuah Film dan masih banyak bidang lainnya yang menggunakan pendekatan Guru SMU saya ini. Tetapi saya selalu memendam satu pertanyaan atau keraguan yang sampai sekarang belum bisa saya pecahkan.

Lanjutan…

Agama, Matematika, Fisika, dan Segala Keyakinan atau Pemahaman Kita: Jejak-Jejak Dogma

Tuhan bersabda dengan segala kemahakuasaannya agar para umatnya menyembah dan mengikuti aturannya. Tidak ada kata enggan atau kata tidak. Tunduk atau patuh adalah inti dari ketertundukan pada kemahakuasaannya. Nabi atau Orang suci bersabda atau berkata, dan dia harus dituruti dan dijalani segala petuah atau petunjuk atau larangannya. Dan dogma-dogma muncul dari dalamnya. Landasan agama (entah itu yang memiliki aspek ketuhanan atau teologis, maupun yang tidak memiliki aspek tersebut) meletakkan dasar atau fondasi kepatuhan dan kepercayaannya pertama kali pada dogma: Tiada Tuhan Selain Allah. Yesus adalah Putra Allah. Ikuti ajaran Buddha.

Lanjutan…

Teori Chaos, Bifurkasi, Fractal, Strange Attractor dan Pemahaman Kita

Apa yang menjadikan saya berusaha untuk membuat atau mencoretkan tulisan mengenai teori chaos ini sebenarnya lebih di dasarkan kepada sebuah situasi populer atau tren mengenai teori ini. Artinya saya menuliskannya karena dalam beberapa kesempatan teori chaos diambil atau dijadikan menjadi komunitas argumen atau jalinan upaya melengkapi pendapat seseorang. Teori chaos berserta istilah-istilahnya yang menjadi nge –pop seolah-olah menjadi pemanis argumen-argumen seseorang. Bahkan sebuah novel pun terang-terangan mengadopsi secara sembarangan teori chaos ini. Saya ingin anda mengabaikan istilah-istilah yang akrap ditelinga anda seputar teori chaos ini: bifurkasi, strange attractor, fractal, dan sebagainya, sebelum anda melanjutkan pembacaan artikel singkat saya ini. Lanjutan…

Kritik Atas Penalaran atau Pemikiran Induktif (Induksi)

Saya pernah membahas sedikit kritik atas penalaran induktif ini lewat tulisan saya mengenai falsifikasi. Disini saya akan sedikit mengulang kembali apa yang telah saya bahas mengenai kritik atas penalaran Induktif.

Penalaran induktif seperti yang pernah saya tuliskan dihasilkan dari sejumlah kasus-kasus spesifik atau khusus yang memiliki kaitan satu-sama lain sehingga bisa ditarik satu atau beberapa buah kesimpulan yang bersifat lebih luas atau umum. Namun demikian ada beberapa kritik yang menjadi salah satu serangan paling kuat terhadap cara berfikir ini.

Lanjutan… [Kritik Pertama…]

Memahami Kembali Fisika Dasar: Hukum Pertama Newton Mengenai Gerak Benda

Tulisan berikut dan tulisan-tulisan selanjutnya yang berkaitan dengan ilmu fisika ini saya coretkan sebagai sebuah motivasi dan sebuah pembayaran hutang dari sebuah kenyataan bahwasanya saya selama ini yang dibesarkan di dunia pendidikan atau pemikiran fisika tidak begitu memahami secara filosofis apa itu sebenarnya ilmu fisika. Ilmu fisika semenjak SMP sampai universitas selalu saja saya pahami secara terpetak-petak bukan sebagai sebuah keseluruhan sehingga pemahaman saya terhadap ilmu fisika ibarat sebuah hafalan yang sering kali tak mampu diingat lagi ketika tidak dibutuhkan atau tidak digunakan. Ilmu fisika merupakan sebuah upaya pemahaman terhadap alam semesta yang sangat indah sebenarnya. Terutama apabila dikaitkan bukan dalam kerangka rumus-rumus dan simbol-simbol yang cenderung bagi (dari pengalaman pemelajaran saya selama ini di institusi pendidikan formal) malah menjauhkan dari upaya pemahaman alam semesta itu sebenarnya. Rumus-rumus dan simbol-simbol memanglah sebuah upaya sistematik dan upaya pemudahan pemahaman, akan tetapi saya dengan segenap pengalaman pendidikan saya, rumus-rumus fisika itu bak sebuah harga mati. Fisika dalam pengalaman pendidikan saya ibarat hafalan-hafalan rumus tanpa mengerti esensi dan pemahaman atas apa yang sebenarnya yang ingin dikatakan oleh ilmu fisika ini. Fisika kemudian menjadi jauh dari pengalaman-pengalaman keseharian saya. Padahal sesungguhnya tidaklah demikian.

Dalam tulisan awal saya ini saya ingin menjelaskan atau setidaknya memaparkan apa yang sekarang ini, detik ini, entah untuk nanti atau yang dalam masa lalu, mengenai dasar-dasar ilmu fisika. Saya akan memulai dengan pemikiran bapak fisika dunia yaitu Isaac Newton, yang dengan pemikirannya terhadap dunia alam dikeliling kita (dia saya anggap sebagai filosof alam yang paling handal yang pernah lahir) telah merevolusi segala macam pandangan dan budaya dunia, bahkan bangunan-bangunan teknologi manusia. Saya tidak begitu peduli atas fakta bahwa banyak sekali tulisan-tulisan yang telah membahas mengenai hal ini. Saya disini hanya pengen menulis dan mengajari diri saya untuk lebih mengenal ilmu yang satu ini dengan upaya yang murni dari diri saya bukan karena tekanan pendidikan maupun komunitas fisika. Saya hanya pengen nulis dan nulis saja.

Tulisan saya disini bukanlah mengikuti gaya ilmiah yang menghilangkan subjek penulisnya ketika menorehkan pemahamannya. Tulisan saya merupakan hasil pemikiran dan pemahaman saya, dengan demikian saya ingin menuliskan pemahaman fisika saya dalam kerangka subjektifitas saya sendiri. Apakah ini salah? Menurut saya tidak. Pemahaman kita terhadap alam semesta yang dinamai ilmu fisika juga merupakan hasil dari subjektifitas manusia. Ini setidaknya menurut saya. Oh ya, jikalau ada yang salah dengan pemahaman saya atas ilmu fisika ini, (karena saya yakin banyak sekali orang yang lebih menguasai ilmu ini dibandingkan saya) saya mohon maaf dan mohon dikoreksi. Disini saya lebih mengutamakan dasar-dasar filosofis atas ilmu fisika itu sendiri dan sedikit mungkin untuk mengutarakannya dalam kerangka yang lebih rumit.

Disini sedapat mungkin saya menghindari penggunaan simbol-simbol atau rumus-rumus fisika yang sering membuat alergi para pelajar atau seseorang yang belajar fisika. Tujuannya adalah memahami dan mengerti bukan untuk keperluan tetek bengek hitungan khas rumus-rumus fisika. Baiklah, saya mulai saja mulai dari Hukum Pertama Newton tentang Gerak.

Hukum Pertama Newton Mengenai Gerak Benda

Pertama-tama saya sering membayangkan dan memahami dengan pikiran saya sendiri terutama ketika saya masih kecil dan dalam tahap pemelajaran yang penuh Doktrin (yang saya syukuri) bahwa benda itu bergerak karena ada gaya yang mendorong atau membuatnya bergerak. Saya dengan pengalaman sehari-hari yang melihat dan menyaksikan bahwa benda di sekeliling saya kebanyakan merupakan benda diam, alias tidak bergerak. Lanjutan… [Dengan demikian pikiran kecil saya…]


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis