Posts Tagged 'hidup'



KAMI PERCAYA INTEGRITAS SRI MULYANI INDRAWATI: Sebuah Dukungan

Masih ingat tentang sejuta facebooker yang mendukung Bibit dan Chandra kemarin? Selagi heboh hebohnya berita tentang hal tersebut dan banyaknya kawan di facebook saya yang berusaha mengundang saya untuk menjadi salah satu pendukungnya, saya ternyata memilih bersikap DIAM. Alasannya sederhana: Saya tidak cukup yakin tentang apa yang akan saya dukung waktu itu.

Nah kali ini saya ternyata berbeda mengambil sikap. Dari banyak uraian bacaan di internet dan di group2 facebook, ditambah lagi dengan siaran langsung tanya jawab Pansus Century (bukan narasi brita yang dipotong gak lengkap) saya mengambil sebuah keputusan bahwa Ibu Sri Mulyani Indrawati, selaku ketua KSSK dan Menteri Keuangan saat itu telah mengambil langkah yang DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN dari banyak aspek.

Saya tidak akan menguraikannya disini, hanya saja setelah merenung sejenak akhirnya untuk pertama kali saya join Group Dukungan atas Ibu Sri Mulyani di group facebook: KAMI PERCAYA INTEGRITAS SRI MULYANI INDRAWATI

Jika anda yakin dan telah cukup mengumpulkan pemikiran dan analisa anda tentang keputusan Bailout Bank Century oleh LPS silahkan berkabung bersama kami!

Jika Air Sumur Kuning / Coklat – Cara Mengatasinya

Setelah pindah ke rumah kontrakan bersama istri demi sebuah kehidupan yang baru, saya menemui beberapa permasalahan. Sepintas kalau diliat rumah tersebut cukup representatif, tetepi meninggalkan persoalan yang cukup membikin saya garuk garuk kepala: Ternyata Air Sumur yang dipompa / sanyo ternyata berwarna kuning kotor / cenderung coklat dan sedikit berbau. Selidik punya selidik hal tersebut disebabkan oleh kandungan besi / Fe di sumur /tanah terlalu tinggi sehingga menyebabkan Karatan / Rush airnya dan kemudian berwarna Kuning

Setelah cari tahu sana sini. Ada beberapa solusi.

Pertama dan paling rumit dan sulit menurut saya adalah Dengan Membersihkan Sumur (di kuras airnya dan dibersihkan dinding yang karatan), kemudian masukan pasir dan kerikil kedalamnya lalu gunakan arang (disarankan batok kelapa) untuk menjernihkannya. Pasir dan kerikil dimasukkan “kemungkinan” agar tanah disekitar sumur tidak langsung bersentuhan dengan air sumur. Hal ini bisa mengurangi karat air. Sedang arang batok kelapa gunanya untuk membersihkan karat (mengendapkan)

Solusi kedua / Solusi Cepat (yang sekarang saya pake): Karena untuk membersihkan sumur, menambahkan pasir dan kerikil cukup lama dan sulit serta dana yang cukup banyak, saya memilih cara pintas. Pompa air ke dalam tandon air, kemudian tandon air diberikan TAWAS (penjernih air yang kadang digunakan untuk penghilang bau badan), dan tunggu beberapa jam sebelum digunakan.

Jika sumurnya tidak terlampau kuning atau karatan, bisa juga ditambahkan Tawasnya langsung ke dalam sumur. Ulangi lagi penambahan tawas kalau air sudah berubah jadi kuning lagi.

Cara kedua cukup simple tapi cukup ribet. Hal ini disebabkan karena setiap 1 atau 2 kali pengisian air tandon, saya harus memberikan tawas kedalamnya.

WARNING: Walaupun airnya sudah jernih dan bersih setelah diberi tawas kandungan Fe / Besi didalam air masih tetap banyak. Kualitas Air Seperti ini TIDAK LAYAK Konsumsi. JANGAN Gunakan untuk MASAK atau MINUM. Gunakan sebagai air untuk mencuci atau mandi saja. Kalau pengen bener bener memastikan air itu aman, silahkan periksakan air ke laboratorium terdekat.

Update 21 Agustus 2011: Kira kira Juli kemarin Sumurku berubah lagi jadi berbesi (bau dan warna) setelah ada tukang sumur ubek ubek sumurku, sampe stress aku. 2 minggu ku kasih tawas, ternyata gak ngefek banyak (walau berkurang). Dan bencana terjadi. Pompa terbakar gara gara air sumur udah habis (susut/ asat dalam bahasa jawa). Akhirnya sumur minta disuntik lagi (600ribu :( mahal juga). Setelah disuntik dengan kedalaman 4 meter, sumurku jadi bersih sih, tanpa ada lagi besi dan bau comberan (kek besi).

Jadi kemungkinan besar jika anda mengalami air sumur kuning, bisa dilakukan upaya penyuntikan, terutama jika ada “fakta” kalau sumur2 di lingkungan anda bersih dan bebas dari besi or kekuning2an.

Telah Menikah…..

Telah Menikah dengan Selamat hari ini 23 November 2009 Pukul 09.03 : Haqiqie Suluh dengan Ani Dwi Sulastri.


Mohon Doanya.

Cerita (Pohon Beringin) Ringin Kembar Alun Alun Kidul Kraton Yogyakarta

Tadi malam saya (bersama teman teman kos saya), makan malam di angkringan di alun alun kidul: dua nasi kucing, 3 gorengan, dan susu jahe telah lewat dikerongkongan dan mengisi kekosongan perut saya malam itu. Salah satu teman saya katanya tertarik untuk mencoba sebuah mitos di alun alun selatan jogja itu: mitos melewati ringin kembar. Dia ternyata gagal melewatinya. :D

Konon, siapa aja yang bisa melewati dengan menutup matanya, lewat di tengah tengah dua buah pohon beringin di tengah alun alun kidul kraton yogyakarta, segala harapan bisa terkabul. Namun saya mendengar sisi lain dari sejenis “mitos” ini.

Dahulu kala ketika sultan hamengkubuwono pertama bertahta, ada sebuah cerita tentang sebuah perkawinan. (waduh aku kok jadi males nulis ya, jadi maaf saya singkat aja).

Putrinya sang sultan itu mau dipinang seorang lelaki (saya gak dapat cerita tentang siapa dia: namanya, darimana dll), namun sayang sang putri tidak begitu menyukainya. Alhasil sang putri meminta syarat: Jika pengen si pria menikahinya, maka dia harus bisa berjalan dengan mata ditutup (tertutup) dari pendopo yang ada di sebelah utara alun alun kidul melewati dua ringin kembar ditengah alun alun dan finish di pendopo yang ada di sebelah selatan alun alun kidul tersebuh. Dan ternyata siasat sang putri ini berhasil, si pemuda gagal menjalankan misinya.

Kemudian sang sultan memberikan sabdanya bahwa yang bisa melewati syarat sang putri itu, hanyalah pemuda yang hatinya benar benar bersih dan tulus.

Saya tidak mendengar cerita apakah dikemudian hari banyak pemuda yang berusaha melewati pohon beringin kembar itu atau tidak. Yang saya dengar hanyalah bahwa ternyata seorang pemuda dari Siliwangi (katanya anak dari prabu siliwangi) berhasil melewati rintangan yang disyaratkan oleh sang putri. Dan sang putri akhirnya dipersunting oleh pemuda tersebut.

Secara politik kemudia muncul suatu kekerabatan yang erat antara Mataram dengan Kerajaan Siliwangi.

Demikianlah cerita yang saya dengar.

Salam Penuh Tawa

Haqiqie Suluh

Mencari Kebahagiaan – Sebuah Renungan Filsafat

Sekilas saya teringat pada sebuah judul film yang dibintangi will smith ketika saya memikirkan atau lebih tepat sedang menuliskan judul dari artikel ini: The Pursuit of Happiness. Jujur, saya belum pernah nonton film ini, cuma pernah beli vcdnya dan belum sempat saya tonton karena tidak bisa diputar di laptop saya. Saya tidak tahu isinya, walaupun ketika memikirkan tentang “Kebahagiaan” saya sering teringat tentang judul film tersebut.

Kembali ke topik.

Sekilas mengenai Kebahagiaan

Kebahagiaan dalam arti paling sederhana adalah RASA MANUSIA. Maksudnya adalah kebahagiaan adalah suatu kondisi dimana seseorang insan manusia mengalami “perasaan – (perasaan)” atau “emosi – (emosi)” bahagia. Dalam pengalaman “pribadi” saya sebagai manusia, identitas rasa ini selalu saja merupakan entitas yang temporer, dengan demikian kebahagian juga memiliki suatu rentang periode tertentu. Bahagia adalah bagian dari rasa. Bagian dari manusia.

Pelabelan “rasa tertentu” yang mengada dalam diri manusia menjadi nama “bahagia”, saya pikir lebih pada sebuah proses kategorisasi. Rasa atau emosi dalam diri manusia secara holistik adalah “SATU”, namun ia mengejawantah dalam berbagai bentuk yang “oleh kita” sepertinya berbeda beda. Perbedaan perbedaan inilah yang kemudian kita namai berbeda beda. Sedih, Haru, Tawa, Takut, dan sebagainya adalah bentuk bentuk dari RASA yang satu.

Senang, Suka, Gembira, merupakan penamaan penamaan dari beberapa pengejawantahan perasaan / emosi. Bahagia merupakan sebuah hal yang unik (sejauh dari pengalaman bahasa saya), yang menempati posisi yang levelnya lebih tinggi dari sekedar senang, suka, enak, atau gembira. Bahagia secara personal memiliki tingkat yang lebih tinggi dari sekedar senang. Bahagia bisa mencakup senang, gembira, suka, namun senang belum tentulah merupakan hal yang seseorang rasakan sebagai “kebahagiaan”.

Penggunaan kata bahagia dalam kesehari harian tidak pernah (jarang sekali) dinisbahkan pada peristiwa peristiwa yang temporer (memiliki periode yang singkat). Contohnya ketika kita mendapat sebuah kejutan dari sahabat, kita akan mengatakan bahwa perasaan kita senang, atau gembira, atau suka, tetapi penggunaan kata bahagia kurang tepat dalam peristiwa tersebut.

Bahagia digunakan lebih pada penghayatan atau penilaian kehidupan yang telah ditempuh atau akan ditempuh (dalam rentang yang cukup panjang). Dia lebih bersifat umum dan lebih mendalam.

Apakah engkau Bahagia? Pertanyaan seperti ini, sering kali ditanyakan bukan karena adanya sebuah moment tertentu. Ia bersifat mempertanyakan “kehidupan” yang telah dijalaninya. Bahagia adalah sebuah taraf yang rasa dari kumpulan kumpulan rasa.

Mencari Kebahagiaan?

Lanjutkan membaca ‘Mencari Kebahagiaan – Sebuah Renungan Filsafat’

Blogger Angkatanku kok pada Ngorok ya

Saya hanya ngambil dua sample kejadian secara aksidenta, jadi jelas ini gak mencerminkan kejadian yang sebenarnya, tetapi lebih mencerminkan apa yang saya rasakan atau lebih pada “feeling touch” saya sendiri.

Gini ceritanya, barusan saya kepikiran untuk berkunjung ke blog blog di wordpress.com yang telah lama saya tinggalkan (jarang blog walking maksudnya). Dua buah blog yang paling saya ingat beberapa saat lalu adalah miliknya si kopral gedhe di rosenqueencompany.wordpress.com dan miliknya si fertob di fertobhades.wordpress.com.

Keduanya, dalam emosionalitas memory saya, merupakan blogger seangkata dengan saya. Dalam arti sudah lama, termasuk waktu dulu giat giatnya ngeblog dan BOTD (http://botd.wordpress.com/top-posts/?lang=id) dipenuhi oleh hal hal yang cukup menarik (ide ide yang memawar bukan cuma news or berita selingan).

Eh ternyata blogger angkatanku tuh kok pada ngorok ya :D. Ngorok nulis artinya ngorok ngeblog. Halah. Sebetulnya saya sih juga ngorok dalam arti lain. Tetapi ngoroknya saya lebih pada ngorok nulis ide serius, yang jadinya ya nulis senulis nulisnya, yang ringan, remeh, dan sebagainya.

Selamat ngorok teman :D. Semoga bangun sebelum kebablasan ngorok.

Cara Buat Kentang Goreng (French Fries)

Ada dua cara buat Kentang Goreng:

Cara yang Pertama:

  • Pertama: Potong2 kentang kecil sesuai ukuran (dikira kira),
    kentang dipotong kecil

    Kentang dipotong Kecil kecil

  • Rebus kentang setengah matang (kasih garam sedikit biar lebih gurih ya)
    Kentang direbus Setengah Matang

    Kentang direbus Setengah Matang

  • Angkat kentang lalu tiriskan selama 15-20 menit
    Kentang ditiriskan 15 - 20  Menit

    Kentang ditiriskan 15 - 20 Menit

  • Siapkan tepung beras + soda kue (baking powder /soda 2 sendok teh kira kira), lalu campur keduanya (takaran menyesuaikan aja)
    Campur Tepung Beras dan Soda Kue

    Campur Tepung Beras dan Soda Kue

  • Campur kentang setengah matang dengan campuran soda kue plus tepung beras (diamkan selama 5 menit).
    Kentang dicampur dengan Tepung Beras + Soda Kue

    Kentang dicampur dengan Tepung Beras + Soda Kue

  • Goreng sampai matang kentangnya
    Kentang digoreng

    Kentang digoreng

  • Kentang siap di Makan :D
    Kentang Goreng Jadi siap Dimakan

    Kentang Goreng Jadi siap Dimakan

Note:Ini resep saya peroleh dari teman saya yang habis dari KFC Tour Kuliner. Dibuat dan dicoba di Tempat Kosku di Demangan menjelang tengah malam.

Cara Yang Kedua (kalau ini dari demo orang KFC):

  • Potong kentang
  • Siapkan pasta (beli di toko makanan pasta buat ngeringin air)
  • Campur sedikit pasta dengan air (kata chef KFC kebanyakan menggunakan pasta bisa menyebabkan kanker)
  • Rendam kentang dalam air yang udah dikasih pasta selama 2jam atau 3 jam
  • Tiriskan kentang selama 15-20menit
  • Campurkan dengan tepung maizena
  • Lalu goreng :)
  • Jadi deh :D

Filsafat Kisah Sebuah Blog Terlantar

filsafat wordpress blog

Mungkin 3 tahun yang lalu, sejauh yang saya ingat, ketika dalam bulan bulan awal saya membuka atau membikin blog haqiqie.wordpress.com ini, saya termotivasi oleh sesuatu hal yang menjadi hobi saya. Motivasi saya waktu itu sungguh muluk: ingin membuat blog atau website yang sepenuhnya berisi tentang FILSAFAT. Karena waktu itu saya sedang cinta cintanya dengan wordpress.com atau bahkan saya seperti menemukan “kehidupan” atau “pelampiasan” dengan cara ngeblog di wordpress.com, saya kemudian bermaksud membuat blog filsafat tersebut. Hasilnya adalah subdomain filsafat.wordpress.com tercipta.

Hari ini selang lebih dari 3 tahun, saya baru teringat kembali dengan moment itu. Moment terciptanya Blog filsafat.wordpress.com – Belantar Filsafat hanyalah sebuah moment singkat. Sampai 3 tahun lebih lamanya blog itu tidak terisi. Kesibukan saya (atau sekarang lebih tepat kemalasan saya), menjadikan blog itu hilang dari ingatan selama itu.

Akhirnya setelah 3 tahun lamanya, saya berusaha menyempatkan menulis sebuah post pengantar untuk blog itu: Filsafat = Berfilsafat. Sebuah quote mungkin lebih mengena untuk mengantarkan Kisah Sebuah Blog yang terlantar itu.

Saya lebih suka mengatakan bahwa filsafat adalah sebuah proses atau sebuah perjalanan. Dengan mengatakan filsafat adalah sebuah proses maka akan lebih tepat jika disebut dalam bentuk kerja: BERFILSAFAT. Sejauh yang saya pahami, berfilsafat adalah sebuah aktifitas manusia: memikirkan dunia. Memikirkan dunia disini mengandung segmen unik: memikirkan dunia oleh dunia itu sendiri. Dunia itu sendiri disini sebenarnya adalah diri kita sendiri. Ketika kita berfilsafat, memikirkan dunia, dalam arti tertentu adalah mengejawantahkan diri kita sendiri dihadapan dunia yang diri kita sendiri berada dalam bagiannya

Kematian, Kembalinya sebuah Ketakutan

He, beberapa kali memikirkan tentang kematian, hasilnya selalu saja kegugupan, ketaktentuan, ketakpastian dan akhirnya sebuah ketakutan.

Sebagian orang dapat menghapuskan ketakutan ini dengan menyuntikkan keimanan akan kehidupan setelah mati ataupun keimanan tak ada kehidupan setelah mati, tetapi saya sudah tidak lagi mempan dengan dogma dogma seperti itu. Saya masih tetap ada ketakutan bahwa tak ada kehidupan setelah mati, sebagaimana saya juga ketakutan andai ada kehidupan setelah mati. Tanpa Kehidupan setelah mati, I’m useless, nothing, dan seperti tenggelam dalam nihilisme. Dengan kehidupan abadi, juga sama saja, ketakpastian kemana hidup abadi, bahkan ketakutan surga neraka, karma, reinkarnasi tetap saja ada.

Berkawan dengan Ketakutan, hanya itu sebuah upaya terakhir yang bisa ku lakukan


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis