Posts Tagged 'ilmu alam'

Sedikit Pemahaman Tetang Falsifikasi: Memfalsifikasi Membedakan Pernyataan Tunggal

Langsung saja: Saya akan memberikan sebuah pemahaman mengenai falsifikasi khususnya untuk Pernyataan tunggal. Mana Pernyataan yang dapat dikategorikan sebagai pernyataan yang bisa diuji (difalsifikasi) dengan yang tidak. Tolong bedakan diuji disini dengan diuji dalam kaitan (verifikasi). Yang saya maksud diuji itu bukan di”benarkan” oleh suatu percobaan, karena dalam prinsip atau metode falsifikasi tidak ada sebuah pernyataanpun (teori) yang bisa dbuktikan “benar” namun dia dapat “diuji” sejauh mana dia “mendekati” yang real.
Lanjutkan membaca ‘Sedikit Pemahaman Tetang Falsifikasi: Memfalsifikasi Membedakan Pernyataan Tunggal’

Iklan

Antara Sains Trial Error dan Sains Rekayasa

Sains atau Ilmu Pengetahuan, dalam pemahaman saya bukan hanya memiliki beberapa jalur atau jalan memperoleh pengetahuan yang berbeda-beda, namun Sains kadang dalam upaya pencariannya juga mengandalkan sebuah upaya “kebetulan”. Penemuan dalam Sains sering kali diawali oleh peristiwa-peristiwa yang sama sekali tidak direncanakan alias Eksidental. Mau Contoh? Coba googling penemuan mengenai Radiasi Sinar X. Namun hal ini tidak mengubah kredibilitas Sains yang mengutamakan Metode Ilmiah dalam Penelusurannya. Penemuan Eksidental selalu saja ditindaklanjuti dengan Upaya Pemahaman mengenai Kemunculannya.

Seperti Janji saya sewaktu menuliskan Kritik saya bahwa Sains itu Bukan Ilmu Pasti, Saya disini akan membahas dua jenis upaya penemuan Sains. Yang Pertama Jenis Trial Error dan yang kedua berjenis Sains dengan Rekayasa.

Lanjutkan membaca ‘Antara Sains Trial Error dan Sains Rekayasa’

Sains (IPA) Itu BUKAN ILMU PASTI!!!

Sebenarnya ada tiga ide yang muncul di benak saya pagi ini. Yang pertama Ide yang muncul berkaitan dengan Saya dan Sejarah Filsafat, yang kedua berkaitan dengan Perbandingan dua buah Metode Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam: Sains Yang Menemukan dalam Trial Error dan Sains Yang Menemukan dalam Rekayasa, Sedang yang ketiga adalah Sebuah Gugatan atas Pendapat Kebanyakan orang Indonesia khususnya di kalangan Pendidik yang mengatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam itu Ilmu Pasti. Ya, yang terakhir itulah yang akhirnya saya putuskan untuk saya tulis dan elaborasi kali ini, sedang dua yang awal menyusul akan menjadi tulisan saya berikutnya.

Lanjutkan membaca ‘Sains (IPA) Itu BUKAN ILMU PASTI!!!’

Memikirkan kembali tentang Postulat, Aksioma, atau Asumsi Awal Kita

Sudah cukup sering saya mengungkapkan di blog ini menyoal postulat atau aksioma yang menjadi titik henti dari sebuah proses pemahaman. Sudah cukup sering pula saya mengatakan bahwa membuktikan secara final sebuah postulat adalah kemustahilan karena hanya akan melahirkan argumen yang sirkuler atau melingkar. Titik henti dari postulat adalah sebuah keyakinan atau kepercayaan. Akan tetapi selama ini ada yang hilang dari pengamatan atau pemahaman saya mengenai postulat ini. Postulat, seberapapun itu tidak bisa dibuktikan secara final, ternyata tidak bisa sembarangan kita buat atau kita terbitkan. Ternyata menerbitkan atau membuat sebuah postulat atau aksioma (dalam matematika dan fisika misalnya) membutuhkan apa yang dinamakan KREDIBILITAS PROSES.

Lanjutkan membaca ‘Memikirkan kembali tentang Postulat, Aksioma, atau Asumsi Awal Kita’

Persen: Dalam Bahasa Statistik dan Bahasa Keseharian

  1. Persen atau Per seratus atau % : Menunjukkan bahwa ia diperoleh melalui perhitungan matematis khas statitik atas sejumlah data yang diperoleh oleh indera seseorang, baik melalui perangkat tertentu atau alat bantu tertentu atau pun secara langsung dari indera manusia. Contoh: Berdasarkan penelitian dengan menggunakan metode xxx, bla bla bla….. diketahui bahwa 68% orang di indonesia adalah seorang blogger.
  2. Persen atau Per Seratus atau %: Menunjukkan suatu derajat perkiraan yang berawal dari suatu kesimpulan atas kepercayaan atau keterlibatan dirinya tanpa harus mengetahui bagaimana asal secara matematis maupun statistik. Dalam hal ini persen hanyalah sebuah alat komunikasi bahasa untuk mempermudah pengertian sesuatu. Contoh: Saya yakin bahwa 99,999% laki laki di dunia ini tidak bisa melahirkan. Walau saya tidak pernah melakukan penelitian dan sebagainya.

99,999% ini bisa saja mewakili sebuah keyakinan bahwa dia benar benar yakin sepenuhnya. Banyak, Sebagian Besar, Sejumlah orang, dan sebagainya bisa saja diterjemahkan ke dalam bentuk persen untuk upaya pemudahan pengertian. Tetapi hal ini malah kadang  menimbulkan kerancuan berfikir. Dalam hal ini persen sudah tidak lagi menjadi suatu alat hitung matematis tetapi lebih merupakan suatu bahasa keseharian yang lepas dari identitas matematisnya

Persen bisa menjadi alat statistik sains, bisa pula hanya pemudahan pembacaan atau komunikasi. Silahkan terjemahkan sendiri dan gunakan mana yang lebih bagus.

Antara Titik, Garis, Bidang, Ruang dan Kontinuitas: Sebuah Tinjauan Filosofis

Sewaktu SMU dulu saya masih teringat salah satu penjelasan dari guru matematika saya mengenai hubungan garis dan titik. Saya juga mengetahui bahwa pendekatan atau pemahaman yang Guru SMU saya sampaikan atau ajarkan kepada saya, juga merupakan sebuah pemahaman yang digunakan dalam banyak bidang. Yang paling modern adalah dalam bidang komputer grafis. Monitor Televisi, Monitor Komputer, Gambar Digital, Gerakan Sebuah Film dan masih banyak bidang lainnya yang menggunakan pendekatan Guru SMU saya ini. Tetapi saya selalu memendam satu pertanyaan atau keraguan yang sampai sekarang belum bisa saya pecahkan.

Lanjutan…

Agama, Matematika, Fisika, dan Segala Keyakinan atau Pemahaman Kita: Jejak-Jejak Dogma

Tuhan bersabda dengan segala kemahakuasaannya agar para umatnya menyembah dan mengikuti aturannya. Tidak ada kata enggan atau kata tidak. Tunduk atau patuh adalah inti dari ketertundukan pada kemahakuasaannya. Nabi atau Orang suci bersabda atau berkata, dan dia harus dituruti dan dijalani segala petuah atau petunjuk atau larangannya. Dan dogma-dogma muncul dari dalamnya. Landasan agama (entah itu yang memiliki aspek ketuhanan atau teologis, maupun yang tidak memiliki aspek tersebut) meletakkan dasar atau fondasi kepatuhan dan kepercayaannya pertama kali pada dogma: Tiada Tuhan Selain Allah. Yesus adalah Putra Allah. Ikuti ajaran Buddha.

Lanjutan…


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis

Iklan