Posts Tagged 'logika'

Menolak Klaim Tuhan Tidak Ada, A-ateis (A-atheist)

Banyak hal yang ternyata membuat diriku dari tidak tahu menjadi tahu. Dulu–mungkin 4 tahun yang lalu–, pemahaman saya tentang atheist (kadang ditulis juga dengan ateis aja) cuma simple; Orang yang Percaya Tuhan Tidak Ada. Ternyata seiring berlalunya waktu dan pembacaanku terhadap ide ini semakin luas, saya mulai paham bahwa banyak orang atheis yang memposisikan dirinya bukan sebagai sebuah Kepercayaan, tapi sekedar penolakan.

Penolakan terhadap klaim Bahwa Tuhan Ada (Kepercayaan Tuhan Ada). Lebih lanjut, mereka mengatakan bukan merupakan sebuah “paham” or “isme” tapi sekedar sebuah posisi akan penolakan sebuah ide. Sebagaimana anda menolak ide tentang nyiroro kidul, tentang gendruwo, tentang kuntilanak dan sejenisnya. Dan sepertinya para atheis nyaman dengan posisi ini yang “tanpa paham or ideologi”.

Lanjutkan membaca ‘Menolak Klaim Tuhan Tidak Ada, A-ateis (A-atheist)’

Iklan

KAMI PERCAYA INTEGRITAS SRI MULYANI INDRAWATI: Sebuah Dukungan

Masih ingat tentang sejuta facebooker yang mendukung Bibit dan Chandra kemarin? Selagi heboh hebohnya berita tentang hal tersebut dan banyaknya kawan di facebook saya yang berusaha mengundang saya untuk menjadi salah satu pendukungnya, saya ternyata memilih bersikap DIAM. Alasannya sederhana: Saya tidak cukup yakin tentang apa yang akan saya dukung waktu itu.

Nah kali ini saya ternyata berbeda mengambil sikap. Dari banyak uraian bacaan di internet dan di group2 facebook, ditambah lagi dengan siaran langsung tanya jawab Pansus Century (bukan narasi brita yang dipotong gak lengkap) saya mengambil sebuah keputusan bahwa Ibu Sri Mulyani Indrawati, selaku ketua KSSK dan Menteri Keuangan saat itu telah mengambil langkah yang DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN dari banyak aspek.

Saya tidak akan menguraikannya disini, hanya saja setelah merenung sejenak akhirnya untuk pertama kali saya join Group Dukungan atas Ibu Sri Mulyani di group facebook: KAMI PERCAYA INTEGRITAS SRI MULYANI INDRAWATI

Jika anda yakin dan telah cukup mengumpulkan pemikiran dan analisa anda tentang keputusan Bailout Bank Century oleh LPS silahkan berkabung bersama kami!

Sedikit Pemahaman Tetang Falsifikasi: Memfalsifikasi Membedakan Pernyataan Tunggal

Langsung saja: Saya akan memberikan sebuah pemahaman mengenai falsifikasi khususnya untuk Pernyataan tunggal. Mana Pernyataan yang dapat dikategorikan sebagai pernyataan yang bisa diuji (difalsifikasi) dengan yang tidak. Tolong bedakan diuji disini dengan diuji dalam kaitan (verifikasi). Yang saya maksud diuji itu bukan di”benarkan” oleh suatu percobaan, karena dalam prinsip atau metode falsifikasi tidak ada sebuah pernyataanpun (teori) yang bisa dbuktikan “benar” namun dia dapat “diuji” sejauh mana dia “mendekati” yang real.
Lanjutkan membaca ‘Sedikit Pemahaman Tetang Falsifikasi: Memfalsifikasi Membedakan Pernyataan Tunggal’

Ada dan Tiada: Sebuah Sajak Filsafat

Buat saya, Ada dalam arti sebagai bentuk atau wujud keeksistensian saya, selalu muncul mendahului atau menegasikan Tiada. Setidaknya ini berdasarkan dogma dan atau aksioma indera saya.
Lanjutkan membaca ‘Ada dan Tiada: Sebuah Sajak Filsafat’

Ketika Keimanan itu Jadi Sesuatu Yang Konyol

Sebelum membaca tulisan ini, saya harap anda tidak dalam keadaan emosional negatif seperti marah marah atau sejenis terutama kalau anda keemosional atau emosi negatif anda itu muncul karena alasan keagamaan dan sejenisnya. Saya disini hanya ingin mengemukakan sesuatu yang saya anggap atau mungkin banyak orang menganggap sebagai sebuah joke atau guyonan atau kekonyolan seorang yang gila atau tidak waras atau lagi mabuk.

Keimanan dalam arti tertentu merupakan sesuatu yang tidak bisa dibuktikan atau dicarikan alasan yang benar benar tak tergoyahkan. Keimanan itu masalah hati. Dalam budaya plural yang menjujung hak asasi dan pendapat setiap orang, menghargai kepercayaan orang lain merupakan sesuatu tuntutan moral sosial yang berlaku dimasyarakat atau kebudayaan itu. Nah yang menjadi permasalahan adalah ketika keimanan terhadap sesuatu hal itu merupakan sesuatu yang menggelikan atau konyol atau benar benar gak masuk akal dimata yang lainnya.

Lanjutkan membaca ‘Ketika Keimanan itu Jadi Sesuatu Yang Konyol’

Aku dan Saya: Kenyamanan Linguistik Prosedural

Kerap kali hamba mengalami kesulitan atau kebingungan lebih bagus atau baik atau nyaman mana menggunakan istilah pengganti diri: Aku atau Saya? Istilah “Aku” memang dalam beberapa budaya tertentu di indonesia ataupun dalam sejumlah orang memiliki kesan egoisme atau kebanggaan diri yang berlebihan serta tidak mengandung kerendahan hati. Sedangkan “Saya” lebih mengandung kerendahan hati dan sedikit jauh dari kesan sombong. Hamba pun mengetahui kenyataan ini. Menggunakan kata “Aku” untuk pembicaraan kepada orang yang kita hormati atau lebih tua kadang merupakan sejenis penghinaan atau setidaknya kekurang hormatan. Sedangkan penggunaan kata “Saya” lebih nyaman dan hormat dari pada kata “Aku” kalau ditinjau dari segi kenyamanan emosi hati.

Lanjutkan membaca ‘Aku dan Saya: Kenyamanan Linguistik Prosedural’

Menggugat Yang Maha, Menjernihkan Istilah?

Suatu saat (kira-kira 7 tahun yang lalu seingatku), dalam perjalanan pembacaanku terhadap kata pengantar sebuah buku (Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, karya: Jujun S. Suriasumantri), yang kemudian juga ditambah dengan perjalanan tanya jawab maupun diskusi-diskusi, Aku menemukan sesuatu yang dulu cukup mengguncangkan pikiranku. Sesuatu yang mengguncangkan itu merupakan sebuah proposisi atau pernyataan yang berbunyi,

Kalau Tuhan Maha Kuasa, maka Ia kuasa membuat batu yang maha besar sehingga Ia tidak kuasa mengangkat batu tersebut.

Supaya tidak menimbulkan efek yang terlalu mengguncang bagi anda yang memiliki kepercayaan tertentu, Aku akan mengubah subjeknya menjadi lebih berkenan di emosi keimanan,

Kalau Superman Maha Kuasa, maka Ia kuasa membuat batu yang maha besar sehingga Ia tidak kuasa mengangkat batu tersebut.

Aku pikir banyak orang yang telah menghadapi pertanyaan “sensitif” seperti ini, dan aku juga merasa sudah cukup banyak juga orang “yang merasa” mengetahui jawaban atau setidaknya memiliki kemampuan menjawab atas problem tersebut diatas. Akan tetapi aku harap anda menyimak apa yang akan aku sampaikan berikut ini.

Lanjutan… [Analisis…]


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis