Posts Tagged 'memori'

Kabuto Pedang Naga Biru dengan Pesawat Naga Swastika (Karasu Tengu Kabuto)

Jadi gini ceritanya, waktu saya lagi asik asik membaca komik di Mangafox tentang perjalanan seorang “Samurai” yang abadi aka tidak bisa mati yang berjudul Blade of the Immortal (silahkan baca disini), Tiba-tiba tertarik pada “ornamen” kimono yang dikenakan Manji sang tokoh yang berornamen Swastika. Seingatku gambar swastika ini kan simbolnya Nazi. Nah, disalah satu pagenya dikasih keterangan kalau Swastika ini sebenarnya bukan hanya milik Nazi tapi jauh sebelum itu banyak kebudayaan yang udah memakainya, salah satunya Agama Hindu. Katanya sih itu artinya “Welfare” atau “kemakmuran”. Untuk lebih jelasnya saya dapatkan link Wikipedia tentang hal ini. Silahkan dibaca disini.

Lambat laun saya teringat samar-samar kalau bentuk swastika ini juga ada pernah kuliat di TVRI dulu, dalam bentuk film Kartun atau Animasi atau Anime kalau dikenalnya sekarang. Seingatku dulu ada komik yang punya kendaraan yang bisa terbang kayak pesawat yang berbentuk swatika dengan moncong atau kepala Naga. Kendaraan milik tokoh utama anime tersebut.
Lanjutkan membaca ‘Kabuto Pedang Naga Biru dengan Pesawat Naga Swastika (Karasu Tengu Kabuto)’

Telah Menikah…..

Telah Menikah dengan Selamat hari ini 23 November 2009 Pukul 09.03 : Haqiqie Suluh dengan Ani Dwi Sulastri.


Mohon Doanya.

Cerita (Pohon Beringin) Ringin Kembar Alun Alun Kidul Kraton Yogyakarta

Tadi malam saya (bersama teman teman kos saya), makan malam di angkringan di alun alun kidul: dua nasi kucing, 3 gorengan, dan susu jahe telah lewat dikerongkongan dan mengisi kekosongan perut saya malam itu. Salah satu teman saya katanya tertarik untuk mencoba sebuah mitos di alun alun selatan jogja itu: mitos melewati ringin kembar. Dia ternyata gagal melewatinya. :D

Konon, siapa aja yang bisa melewati dengan menutup matanya, lewat di tengah tengah dua buah pohon beringin di tengah alun alun kidul kraton yogyakarta, segala harapan bisa terkabul. Namun saya mendengar sisi lain dari sejenis “mitos” ini.

Dahulu kala ketika sultan hamengkubuwono pertama bertahta, ada sebuah cerita tentang sebuah perkawinan. (waduh aku kok jadi males nulis ya, jadi maaf saya singkat aja).

Putrinya sang sultan itu mau dipinang seorang lelaki (saya gak dapat cerita tentang siapa dia: namanya, darimana dll), namun sayang sang putri tidak begitu menyukainya. Alhasil sang putri meminta syarat: Jika pengen si pria menikahinya, maka dia harus bisa berjalan dengan mata ditutup (tertutup) dari pendopo yang ada di sebelah utara alun alun kidul melewati dua ringin kembar ditengah alun alun dan finish di pendopo yang ada di sebelah selatan alun alun kidul tersebuh. Dan ternyata siasat sang putri ini berhasil, si pemuda gagal menjalankan misinya.

Kemudian sang sultan memberikan sabdanya bahwa yang bisa melewati syarat sang putri itu, hanyalah pemuda yang hatinya benar benar bersih dan tulus.

Saya tidak mendengar cerita apakah dikemudian hari banyak pemuda yang berusaha melewati pohon beringin kembar itu atau tidak. Yang saya dengar hanyalah bahwa ternyata seorang pemuda dari Siliwangi (katanya anak dari prabu siliwangi) berhasil melewati rintangan yang disyaratkan oleh sang putri. Dan sang putri akhirnya dipersunting oleh pemuda tersebut.

Secara politik kemudia muncul suatu kekerabatan yang erat antara Mataram dengan Kerajaan Siliwangi.

Demikianlah cerita yang saya dengar.

Salam Penuh Tawa

Haqiqie Suluh

Dualitas Dogma Psikologis Kognitif dan Konflik Manusia

Ada sesuatu yang secara dogmatik psikologis kognitif (artinya campuran antara dogma, kejiwaan atau emosi kita, dan juga pemikiran kita) membuat saya sering tersenyum.

Seorang teman mengatakan padaku Tuhan itu Ilusi Bro, Tuhan itu Karangan Manusia, dan lain sebagainya. Dan yang membuat saya tersenyum kemudian adalah, ternyata temenku ini secara sadar (dan atau tak sadar) membipolarkan Tuhan. Jika Tuhan itu Ilusi, maka Tuhan itu Tidak ada, mari kita mengambil sebuah Kepercayaan lain. Disini, bipolar adalah ketika sebuah kepercayaan itu tidak dipercayain, maka kepercayaan yang sebaliknya (yang menggugat Tuhan misalnya) seolah-olah sebagai Pemenang dan secara dogmatik di ambil sebagai Kepercayaan Berikutnya.

Ini namanya loncatan Iman. Jika tak percaya yang ini, maka yang sebaliknya secara tak sadar di percayai. Semisal dia kemudian mengatakan dengan lantang bahwa Saya Percaya dunia ini Black and White. Dunia ini seimbang dalam konsep Hitam dan Putih (Ya mirip Ying dan Yang lah). Aku Yakin ini, sebagaimana Orang Islam menyakini Muhammad itu Nabi, Allah itu satu-satunya Tuhan, demikian kata temenku

Menggugat Kepercayaan yang satu tetapi tidak Kritis atau masih Mendogmai Kepercayaan lain merupakan sesuatu yang Kontra Kognitif. Artinya dia hanya melepaskan egonya untuk menyerang yang lain, tetapi lupa bahwa dirinya juga mempunyai kepercayaan (yang tak bisa dibuktikan juga alias hasil Dari Proses Dogmatik).

Lanjutkan membaca ‘Dualitas Dogma Psikologis Kognitif dan Konflik Manusia’

Rembulanku Pergi

Rembulanku pergi…
Bersama Sakura
Bersama Luka
Bersama Cinta

Rembulan…
Kapan Kau Kembali?

Tentang Imajinasi: Sebuah Renungan

Berimajinasi merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupanku. Dengan berimajinasi aku dapat menggambarkan perasaan dan situasi yang tak pernah aku alami. Dengan berimajinasi aku bisa membayangkan suatu tempat dan waktu yang lain dari yang ada di muka bumi ini. Lanjutan…

Aku, Glacial, Doktrin Pecinta Alam dan Kenangan Masa Lalu

Aku sudah lama sekali tidak berkomunikasi dengan teman-teman seperjuanganku ketika kami dulu pernah membangun sebuah idealisme cinta alam. Baru beberapa minggu kemarin aku mengikuti perkembangan milis kita. Glacial alias Gladiool Pecinta Alam (Organisasi Resmi Pecinta Alam SMU 1 Magelang) memang pernah menjadi pergulatan dan arena pematanganku sebagai seorang manusia. Disitu pula aku memperoleh indoktrinasi mengenai alam. Aku baru menyadari bahwa selama ini aku tidak menyadari bahwa mencintai alam merupakan sebuah doktrin juga yang tak pernah aku pertanyakan.

Lanjutan…

Aku, Bukan-Aku dan Kesombongan Ide: Sebuah Renungan Hidup

Ternyata bersikap konsisten dalam berpikir dan berlogika tidaklah semudah yang ku bayangkan. Untuk menjadikan sebuah pemikiran konsisten dari awal sampai akhir dibutuhkan beberapa premis atau asumsi dasar yang kokoh seperti sebuah postulat atau hukum apriori. Disinilah letak kelemahanku dalam berfikir. Pengetahuan dan pengalamanku sangatlah sedikit untuk dapat menyusun sebuah asumsi dasar yang kokoh dan tak tergoyahkan. Setiap kali aku berusaha menyusun argumen dan pemikiran yang konsisten ternyata aku menemui kesulitan karena adanya fakta atau data baru yang menyanggah atau menyangkal asumsi dasarku.

Lanjutan…

Jogo Awakmu Jogo Nasibmu, Jaga Badanmu Jaga Nasibmu

“Jogo Awakmu, Jogo Nasibmu”. Jagalah badanmu serta jagalah nasibmu. Kalimat petuah yang penuh hikmah ini keluar dari mulut salah satu temanmu begitu saja. Tidak ada angin tidak ada hujan. Tanpa prolog apapun, ia menceritakan begitu saja perihal keluarganya, keluarga yang tinggal jauh di sebuah desa di pinggiran kabupaten purworejo.

Lanjutan…


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis