Posts Tagged 'pemikiran'



Dualitas Dogma Psikologis Kognitif dan Konflik Manusia

Ada sesuatu yang secara dogmatik psikologis kognitif (artinya campuran antara dogma, kejiwaan atau emosi kita, dan juga pemikiran kita) membuat saya sering tersenyum.

Seorang teman mengatakan padaku Tuhan itu Ilusi Bro, Tuhan itu Karangan Manusia, dan lain sebagainya. Dan yang membuat saya tersenyum kemudian adalah, ternyata temenku ini secara sadar (dan atau tak sadar) membipolarkan Tuhan. Jika Tuhan itu Ilusi, maka Tuhan itu Tidak ada, mari kita mengambil sebuah Kepercayaan lain. Disini, bipolar adalah ketika sebuah kepercayaan itu tidak dipercayain, maka kepercayaan yang sebaliknya (yang menggugat Tuhan misalnya) seolah-olah sebagai Pemenang dan secara dogmatik di ambil sebagai Kepercayaan Berikutnya.

Ini namanya loncatan Iman. Jika tak percaya yang ini, maka yang sebaliknya secara tak sadar di percayai. Semisal dia kemudian mengatakan dengan lantang bahwa Saya Percaya dunia ini Black and White. Dunia ini seimbang dalam konsep Hitam dan Putih (Ya mirip Ying dan Yang lah). Aku Yakin ini, sebagaimana Orang Islam menyakini Muhammad itu Nabi, Allah itu satu-satunya Tuhan, demikian kata temenku

Menggugat Kepercayaan yang satu tetapi tidak Kritis atau masih Mendogmai Kepercayaan lain merupakan sesuatu yang Kontra Kognitif. Artinya dia hanya melepaskan egonya untuk menyerang yang lain, tetapi lupa bahwa dirinya juga mempunyai kepercayaan (yang tak bisa dibuktikan juga alias hasil Dari Proses Dogmatik).

Lanjutkan membaca ‘Dualitas Dogma Psikologis Kognitif dan Konflik Manusia’

Kebahagian Syariat aka Ideologi – Tinjauan Psikoanalisa + Behavioristik

Saya Terdogma
Saya Jadi Cinta Kepadanya
Dalam Sadarku aku Menghamba dan Tunduk
Juga dalam Bawah Sadar Saya

Behavioristik-Ideologi-Syariat Mengurat akar di nadiku
Dia jadi Kebahagian SuperEgoku

Ketika Kujalani Perintah Syariatku
Aku Bahagia
Aku Tenang
AKu Nyaman

Ketika TIdak
Aku Menderita
AKu Gelisah

Karena SuperEgo yang Terbangun lewat Proses Behavioristik telah Jadi Nilai Kebahagianku
Itulah Proses Jiwa Tak Sadarku

Catatan: Kebahagian disini lebih diarahkan pada Segi Bahagia secara Behavioristik SuperEgo (Zona Nyaman Behavioristik) bukan pada Kebahagiaannya Psikoanalisa Freudian.

Matematika, Ilmu Pasti, Deteministik, dan Pemahaman

Sering kali kita menyebut Matematikan sebagai Ilmu Pasti. Namun sejatinya apa sih yang dimaksud Pasti dalam Matematika. Nah dalam tulisan ini saya ingin memahami kepastian matematika secara singkat.

Matematika dibangun dari satu atau lebih premis dan satu atau lebih aturan. Darimana aturan atau premis itu? TIdak ada jawaban atau penjelasan yang “pasti”. Premis dan aturan matematikan adalah aksioma. Ia diterima begitu adanya, Ia mirip sebuah dogma. Nah jelas dogma itu bukanlah sebuah KEPASTIAN. Lalu, dari mana dan mengapa kita menyebut Matematika itu ilmu Pasti.

Lanjutkan membaca ‘Matematika, Ilmu Pasti, Deteministik, dan Pemahaman’

Sedikit Pemahaman Tetang Falsifikasi: Memfalsifikasi Membedakan Pernyataan Tunggal

Langsung saja: Saya akan memberikan sebuah pemahaman mengenai falsifikasi khususnya untuk Pernyataan tunggal. Mana Pernyataan yang dapat dikategorikan sebagai pernyataan yang bisa diuji (difalsifikasi) dengan yang tidak. Tolong bedakan diuji disini dengan diuji dalam kaitan (verifikasi). Yang saya maksud diuji itu bukan di”benarkan” oleh suatu percobaan, karena dalam prinsip atau metode falsifikasi tidak ada sebuah pernyataanpun (teori) yang bisa dbuktikan “benar” namun dia dapat “diuji” sejauh mana dia “mendekati” yang real.
Lanjutkan membaca ‘Sedikit Pemahaman Tetang Falsifikasi: Memfalsifikasi Membedakan Pernyataan Tunggal’

Mengapa Mengkategorikan?

Kategori? Kenapa Mengkategori? Untuk apa? Dari Mana? Kenapa?

Jawabannya satu: Dogma Indera yang Menuntutnya!!

Memahami Ekonomi, Memahami Manusia: Sebuah Pengantar

Setelah beberapa waktu yang lampau saya sempat menuliskan sebuah upaya pemahaman saya di wilayah Politik Manusia, kini saya ingin berbagi dengan anda untuk memahami suatu wilayah (segmentasi) dari proses keseharian manusia yang disebut sebagai Proses Ekonomi Manusia. Ya, Ekonomi yang sering digadang gadangkan di televisi, di koran, dipelajaran sekolah maupun universitas. Yah bahkan untuk mempelajarinyapun telah dikhususkan sebuah kelas atau jurusan atau segmentasi tersendiri: Ilmu Ekonomi

Pertama saya ingin menyampaikan bahwa saya hanyalah seorang yang belum lulus dari Fakultas Teknik dan sama sekali tidak pernah mengkhususkan diri untuk belajar secara formal ilmu Ekonomi (Jadi Sarjana Ekonomi atau masuk Jurusan Ekonomi di Universitas, hanya pelajaran SD, SMP dan SMA saja saya mendapatkannya). Dengan demikian apabila terdapat ketaksamaan atau suatu pemahaman atau pemikiran yang bertentangan dengan ilmu ekonomi pada umumnya hal ini murni merupakan tanggung jawab saya. Saya memang berfikir dengan pemahaman saya pribadi. Benar tidaknya atau disetujui tidaknya tergantung dari saudara sendiri yang membacanya.

Lanjutkan membaca ‘Memahami Ekonomi, Memahami Manusia: Sebuah Pengantar’

Memahami Politik, Memahami Manusia: Apa itu? Definisi dan Pertanyaan

Dibenak saya sekarang ini, saya sesungguhnya tidak mengerti dengan sepenuhnya apa itu yang dinamakan Politik. Pertanyaan saya sekaligus tulisan ini merupakan sebuah upaya untuk memahami dari dasar mengenai dunia politik yang kadang kala, atau sebagian orang menyakini bahwa politik itu diluar analisis logika atau nalar. Saya mencoba untuk mengerti disini juga sekaligus mempertanyakan karena ada sebuah gejolak dalam diri saya yang mempertanyakan hubungan politik dengan perkembangan kearah yang lebih baik dari kehidupan manusia itu sendiri.

Kita tahu politik merupakan sebuah proses yang begitu rumit namun merupakan sebuah proses mulia dengan tujuan idealist yang mulia juga: mengatur kehidupan seluruh masyarakat ke arah yang lebih baik—lebih makmur, lebih sejahtera, lebih sehat, lebih membahagiakan, dan lebih lebih yang lain. Namun ada sejenis paradox disini yang membuat saya takjub sekaligus keheranan. Sebuah upaya yang sedemikian mulia tersebut, ternyata di lahan sesungguhnya merupakan sebuah adu kekuatan atau adu muslihat untuk mencapai sebuah entitas atau apapun itu yang dinamakan “kekuasaan”.

Saya sendiri menyaksikan bahwa dalam berpolitik memang tidak ada yang namanya janji atau keputusan atau sumpah yang tetap atau bisa dipertahankan secara konsisten. Kadangkala sebagian orang mengatakan dengan sebuah slogan bahwa dalam berpolitik itu tidak ada kawan yang abadi yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Namun saya sendiri sangat tidak sependapat dengan slogan seperti ini. Ada dua alasan utama yang menyebabkan saya tidak menyetujui slogan seperti ini dalam dunia perpolitikan.

Lanjutkan membaca ‘Memahami Politik, Memahami Manusia: Apa itu? Definisi dan Pertanyaan’

Saya dan Sejarah Filsafat: Sebuah Kisah

Seperti janji saya dalam beberapa waktu yang lampau, bahwasanya saya akan menulis mengenai Saya dan Sejarah Filsafat, maka kali ini saya akan memenuhi janji tersebut. Perlu diketahui bahwa sebaiknya anda menyingkirkan anggapan bahwa saya adalah seorang yang mengeluti atau berkelindang dengan “Ilmu” Filsafat dalam keseharian. Saya hanyalah seorang manusia biasa, penggemar Winning Eleven di PS 2, yang sering kali mengalami kekalahan apabila bertemu lawan bebuyutannya [Awas Kamu Njar, Tunggu Pembalasan Saya! Hwakakakakka]. Seorang yang belum juga bisa menyelesaikan studinya even sudah lebih dari 10 tahun (mungkin juga sudah kena DO). Jadi saya hanyalah seorang lulusan SMU yang tinggal bersama orang tua saya, dan belum juga bisa mandiri. Seorang yang, dalam beberapa waktu lampau, memutuskan dirinya untuk menggeluti sebuah profesi baru, yang oleh orang tuanya sendiri tidak dikenal dan terus menjadi pertanyaan: Sebagai Seorang Profesional Blogger (Note: Bapak saya Pensiunan Guru SMP yang tidak bisa mengoperasikan Komputer sama Sekali, Pakai hp aja sering gak bisa).

Judul kali ini saya beri nama Sebuah Kisah, mengingat munculnya ide untuk menulis tentang Saya dan Sejarah Filsafat dalam hubungannya dengan pemikiran atau kepercayaan saya karena adanya sebuah kejadian kecil di sebuah Toko Buku.

Lanjutkan membaca ‘Saya dan Sejarah Filsafat: Sebuah Kisah’

Antara Sains Trial Error dan Sains Rekayasa

Sains atau Ilmu Pengetahuan, dalam pemahaman saya bukan hanya memiliki beberapa jalur atau jalan memperoleh pengetahuan yang berbeda-beda, namun Sains kadang dalam upaya pencariannya juga mengandalkan sebuah upaya “kebetulan”. Penemuan dalam Sains sering kali diawali oleh peristiwa-peristiwa yang sama sekali tidak direncanakan alias Eksidental. Mau Contoh? Coba googling penemuan mengenai Radiasi Sinar X. Namun hal ini tidak mengubah kredibilitas Sains yang mengutamakan Metode Ilmiah dalam Penelusurannya. Penemuan Eksidental selalu saja ditindaklanjuti dengan Upaya Pemahaman mengenai Kemunculannya.

Seperti Janji saya sewaktu menuliskan Kritik saya bahwa Sains itu Bukan Ilmu Pasti, Saya disini akan membahas dua jenis upaya penemuan Sains. Yang Pertama Jenis Trial Error dan yang kedua berjenis Sains dengan Rekayasa.

Lanjutkan membaca ‘Antara Sains Trial Error dan Sains Rekayasa’


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis