Posts Tagged 'politik'



BIARKAN SAJA FPI-NYA BIAR RAMAI!

Biarkan saja FPI-nya biar ramai!
Biar mengaduh sampai gaduh!
Aih… ada Habib menyulam sesat-pikir di tembok media putih.
Kenapa tak Halalkan darahnya biar masuk neraka.

Untuk versi editing lengkapnya barusan di kirim:

Kulari ke Monas kemudian teriakku
Kulari ke pesakitan kemudian menangisku
Tolong, tolong dan sendiri aku benci
Aku mau damai, aku mau semua permai
Bosan aku dengan teror
Dan enyah saja engkau perang
Seperti berjelaga jika mereka paksa
Biarkan saja FPI-nya biar ramai!
Biar mengaduh sampai gaduh!
Aih… ada Habib menyulam
Sesat-pikir di tembok media putih
Kenapa tak halalkan saja darahnya biar masuk neraka
Atau aku harus lari ke pengadilan belok ke penjara…

by angelheart_lee

Versi lengkap lagi nunggu dibuatin ma yang puny
(Update: versi lengkap included)

(Dimodifikasi dari puisi karya Rako Prijanto yang dibacakan oleh Dian Sastrowardoyo dalam film Ada Apa Dengan Cinta, 2002)

Kulari ke hutan kemudian teriakku
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku
Sepi, sepi dan sendiri aku benci
Aku mau bingar, aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai!
Biar mengaduh sampai gaduh!
Aih… ada malaikat menyulam
Jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke pantai belok ke hutan…

Siapkan Parang, Pedang, Kita akan Perang!!

Sampai kapan pemerintah tidak membubarkan Ahmadiyah? Ini untuk meredam gejolak di masyarakat. Kepada seluruh laskar di Indonesia, saya mengajak untuk siaga perang terhadap Ahmadiyah [KompasOnline]

Siapkan Pedang!!

Siapkan Parang!!
Siapkan Senjata!!

Dalam 3 hari!!
Kita akan Perang!!

Hai Para Laskar Islam!!
Dimana Mulut dan Muka Kalian!!
Kita Siap Perang!!
Darah dan Api akan Kita Persembahkan!!

Buat Yang Waras
Silahkan Lanjutkan Aktifitas
Jangan Pedulikan Celoteh Sang Camar Kerasukan Setan!!

Saya FPI!! Ayo Siapa Yang Berani!! Maju Sini!!

Saya FPI!!!
Saya FPI!!!

Dengar Kan Wahai Kamu Para Kafir!!
Saya FPI!!

Ayoo Siapa Yang Berani!! Maju Sini!!

Polisi Aja GIgit Jari!!
Monas Jadi Saksi!!
Kalau Aku FPI!!

Sang PEnguasa Negeri!!

Hahahaha!!

Akulah FPI!!
Pendekar Sejati Tanpa Mata Hati!!

Aku FPI!!

Ayo SIapa Yang Berani!!! Maju Sini!!

Lumayan Lah…

Entah bener apa tidak laporan yang dikemukakan pemerintah atau penjelasan pemerintah soal kenaikan harga BBM, yang pasti isinya “lumayan” meyakinkan. Banyak hal yang saya pikirkan dulu, masuk dalam penjelasan itu. Faktor pertumbuhan ekonomi misalnya.

Yah, lumayan lah sekarang sudah lumayan terbuka. Kita bisa tahu alasan pemerintah melalui penjelasan resminya. Bisa jadi bahan perbincangan. Mau download? Silahkan mampir ditempatnya mas rovicky di sini

Sori dalam beberapa minggu ini dan mungkin beberapa minggu kedepan saya cuma mau posting singkat singkat.. Terus terang lagi males ngeblog di wordpress ini.

Bye bye…

Truly, I begin to love my Government

KPK, Transparansi.. etc… We are on the right track!!

Gimana Agar Tuntutan Demo BBM Turun Bisa Sukses n Berhasil

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat tuntutan supaya BBM tidak dinaikkan atau untuk sekarang ini jadi turun kembali ke posisi semula. Namun satu hal yang menurut saya sangat bisa dijamin keberhasilannya. Sebuah tuntutan Situasional Psikologis: Apa itu?
Inilah Dia Caranya….

Jika BBM Naik Saya Dukung SBY jadi Presiden Lagi

Ini merupakan keputusan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan partai politik atau apapun itu yang namanya kepentingan. Ini murni dari pendapat dan pemikiran pribadi.

Saya dengan kesungguhan hati akan mengangkat dua jempol saya buat SBY jika benar benar kenaikan BBM terjadi. Alasannya adalah:

Saya tahu bahwa menaikkan BBM merupakan sebuah keputusan politik yang sangat tidak menguntungkan bagi SBY, namun merupakan keputusan rasional ekonomi yang sangat menguntungkan bagi negara ini.

Antara masa depan ekonomi negara versus masa depan politik pribadi merupakan sebuah pertentangan yang cukup kuat.

Saya akan mendukung SBY jadi Presiden lagi kalau memang dia bisa Menaikkan Harga BBM dengan lancar alias bisa mengatasi efek efek sosial dan ekonomi jangka pendek.

Tapi Mendukung Bukan Berarti Memilih lho.

Haqiqie Suluh

Memahami Politik, Memahami Manusia: Apa itu? Definisi dan Pertanyaan

Dibenak saya sekarang ini, saya sesungguhnya tidak mengerti dengan sepenuhnya apa itu yang dinamakan Politik. Pertanyaan saya sekaligus tulisan ini merupakan sebuah upaya untuk memahami dari dasar mengenai dunia politik yang kadang kala, atau sebagian orang menyakini bahwa politik itu diluar analisis logika atau nalar. Saya mencoba untuk mengerti disini juga sekaligus mempertanyakan karena ada sebuah gejolak dalam diri saya yang mempertanyakan hubungan politik dengan perkembangan kearah yang lebih baik dari kehidupan manusia itu sendiri.

Kita tahu politik merupakan sebuah proses yang begitu rumit namun merupakan sebuah proses mulia dengan tujuan idealist yang mulia juga: mengatur kehidupan seluruh masyarakat ke arah yang lebih baik—lebih makmur, lebih sejahtera, lebih sehat, lebih membahagiakan, dan lebih lebih yang lain. Namun ada sejenis paradox disini yang membuat saya takjub sekaligus keheranan. Sebuah upaya yang sedemikian mulia tersebut, ternyata di lahan sesungguhnya merupakan sebuah adu kekuatan atau adu muslihat untuk mencapai sebuah entitas atau apapun itu yang dinamakan “kekuasaan”.

Saya sendiri menyaksikan bahwa dalam berpolitik memang tidak ada yang namanya janji atau keputusan atau sumpah yang tetap atau bisa dipertahankan secara konsisten. Kadangkala sebagian orang mengatakan dengan sebuah slogan bahwa dalam berpolitik itu tidak ada kawan yang abadi yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Namun saya sendiri sangat tidak sependapat dengan slogan seperti ini. Ada dua alasan utama yang menyebabkan saya tidak menyetujui slogan seperti ini dalam dunia perpolitikan.

Lanjutkan membaca ‘Memahami Politik, Memahami Manusia: Apa itu? Definisi dan Pertanyaan’

Mogok Makan: Mengenal dan Memahami Konsekuensinya sebagai sarana Unjuk Demonstrasi

Secara harfiah Mogok Makan bisa diartikan sebagai sebuah tindakan fisik pada tubuh seseorang dengan menahan atau memogokkan dirinya untuk tidak memperoleh asupan makanan secara biologis masuk ke dalam tubuhnya. Nah, Anda bisa saja mengatakan bahwa mogok makan berarti tidak memakan sesuatu selama terjadinya mogok itu, tetapi hal ini tidak mencover suatu tindakan mogok makan yang disertai dengan asupan gizi melalui infus, atau melalui minuman seperti susu. Artinya adalah, mogok makan benar-benar disebut sebagai mogok jika tidak ada asupan makanan baik itu lewat oral maupun medis ke dalam tubuhnya.

Saya disini tidak akan membahas secara detil apa latar belakang seseorang melakukan mogok makan dan apa tujuan dia melakukan hal tersebut. Yang akan saya bahas adalah konsekuensi secara sosial atas perilaku mogok makan ini. Maksudnya adalah saya akan menampilkan sebuah analisis proses atas Mogok makan sebagai sebuah upaya Unjuk Demonstrasi.

Banyak orang mengabaikan atau menganggap enteng atau tidak berguna Demonstrasi semacam ini. Dan lebih banyak pula kejadian mogok makan yang ternyata sia-sia dan tidak berguna ketika digunakan sebagai sarana tuntutan atau demontrasi. Namun, jangan dikira mogok makan ini semuanya tidak menghasilkan atau tidak berguna. Jika digunakan oleh orang yang tepat, pada situasi yang tepat, dan tempat yang tepat, unjuk demonstrasi mogok makan bisa merupakan sarana yang efektif untuk menekan atau memberikan pressure kepada orang yang dituju. Mau contoh?

Lanjutkan membaca ‘Mogok Makan: Mengenal dan Memahami Konsekuensinya sebagai sarana Unjuk Demonstrasi’

Antara Agama, Sekte, Ideologi, Aliran, Ide, Pemikiran Dan Sejenisnya: Mengelola Perbedaan

Realitas di sekeliling kita selalu saja menyuguhkan sebuah fakta bahwa yang aku, dan bukan-aku, yang anda dan bukan-anda, yang kami dan bukan-kami, atau yang kita dan bukan-kita, berwajah dan berperilaku sama dan bukan-sama. Kebhinnekaan dalam ruang tunggal selalu saja menerobos masuk ke dalam ruang privat, ruang pikir, ruang keluarga, ruang emosi, ruang rupa, maupun ruang-ruang yang lainnya dalam satu kekontinuan waktu sadar kita. Seberapapun hebat, seberapapun ternama, seberapapun suci, seseorang atau sebuah organisasi, yang ingin menanamkan dalam benak kesadaran ku dan bukan-aku, bahwasanya realitas beda disekeliling kita, merupakan sebuah imajinasi semu, atau mungkin sebuah kepalsuan, atau bahkan bukan sebagai kebenaran, ia tidak akan mampu mengubah keyakinanku dan mungkin keyakinan bukan-aku. Kejamakan, kebernekaan, kewarnawarnian dunia adalah fakta indera sekaligus fakta logika.

Lanjutan…


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis