Posts Tagged 'prosa'

Teks, Seni, dan Kita

Saya semakin yakin bahwa dalam memahami diri dan dunia ini tidaklah mungkin dapat diartikulasikan dalam bentuk teks saja. Teks hanyalah suatu sarana pengejawantahan apa yang sebenarnya sangat sulit untuk diterjemahkan. Emosi-emosi, pengalaman-pengalaman, atau apapun itu yang terserap oleh indera kita (mata, hidung, hati, detak jantung, dll) merupakan sebuah pengalaman unik yang hanya mampu dirasakan oleh sang pemilik pengalaman atau emosi. Ketika upaya penerjemahan ke dalam bentuk teks itu dimulai, maka bukan emosi atau pengalaman itu yang terepresentasikan ke dalam teks. Teks itu sendiri menjadi bagian dari pengalaman sang pencipta teks. Teks merupakan emosi-emosi tersendiri dan pengalaman-pengalaman tersendiri yang lepas dari keterhubungan langsung dari pengalaman-pengalaman personal yang sesungguhnya.

Ketika saya menuliskan pengalaman ataqu emosi personal saya ketika saya marah misalnya, teks marah saya merupakan upaya duplikasi tak lengkap dari emosi personal saya. Bahkan bukan merupakan marah itu sendiri. Minum kopi sambil nerusin baca…

Mbah Maridjan, Wedhus, Gempa dan Ratu Kidul

Dari mulut ke mulut, dari bibir ke bibir sampailah sebuah cerita ke gendang telingaku. Konon, sewaktu gempa meluluhlantakkan Bantul dan Klaten serta beberapa daerah di sekitarnya, semua itu karena sebuah kelalaian dari sang juru kunci merapi Mbah Maridjan dengan Sang Penguasa Laut Kidul, Nyi Roro Kidul.

Dalam pertapaannya serta ritual tolak bala yang dilakukan oleh Mbah Maridjan guna menghindari kemarahan merapi, ia mendapatkan suatu petunjuk dan kekuatan dari Yang Maha Kuasa. Wedhus gembel yang dimuntahkan Merapi akan mampu ia halau dengan segenap kekuatannya. Wedhus gembel Merapi mampu ia alihkan sasarannya yang semula ke wilayah di sekitar merapi menuju ke manapun Mbah Maridjan ingin membuangnya. Kemudian Mbah Maridjan berfikir mana tempat yang paling tepat untuk membuang wedhus merapi itu. Usul punya usul dipilihlah Australia sebagai tempat buangannya. Anda pasti bisa menebak kenapa? Cerita lengkapnya disini…

Menulis dan Pemahamanku

Melalui dunia tulis menulis kita bisa dihantarkan pada jendela pengetahuan dan pemikiran kita sendiri. Sejauh mana kita mempunyai penalaran dan pemahaman terhadap suatu permasalahan sehingga dengan cara menuliskannya selain mampu mengetahui kemampuan penalaran juga terdapat suatu kemampuan penyerapan ilmu pengetahuan secara terus menerus, karena dengan tulisan berarti kita telah merekam dan melestarikan pemikiran kita. Oleh sebab itu selain kelebihan tersebut yang dapat kita petik dan nikmati hasilnya kita juga dilatih untuk membiasakan diri menulis segala sesuatu yang menjadi pengalaman kita. Kita bisa menuliskan pengalaman memandang suatu objek yang indah sehingga selain pengalaman objek visual yang diterjemahkan ke dalam bahasa kata atau kalimat kita juga dapat mengungkapkan perasaan kita ketika menikmati objek yang indah tersebut. hal ini dapat pula berlaku pada indera pendengaran kita. Kita bisa menikmati lagu yang teramat indah dan menyentuh perasaan kita sehingga seolah-olah kita memperoleh pengalaman dan pemahaman yang benar-benar baru dan tak tergantikan oleh pengalaman indera yang lainnya.

Kegiatan yang lain yang dapat kita rekam melalui aktivitas menulis adalah kejadian atau sesuatu yang berkaitan dengan rentetan waktu. Kita bisa menceritakan secara kronologis suatu kejadian atau narasi sebuah cerita yang di dalamnya dapat termuat ke suatu hal yang mendetil dan rinci sehingga setiap moment yang hadir di hadapan kita dapat kita masukkan ke dalam bentuk tulisan. Menceritakan kegiatan naik gunung atau liburan di pantai kuta atau bermandikan air di kolam renang pada suatu hari dapat kita rekam dan ingat-ingat melalui bantuan tulisan. Tanpa harus menguras ingatan kita akan suatu kejadian di masa lalu dalam hidup kita, kita dapat dengan mudah menemukan cerita atau pengalaman tersebut hanya dengan cara membuka catatan tulisan kita yang telah lalu.

Iseng-iseng mengetik yang dibarengi dengan suatu perenungan akan segala sesuatu sering kali menyimpulkan atau mendapatkan kesimpulan yang sebelumnya tidak kita duga. Pemikiran yang berkembang dalam suatu dialog diri melalui tulisan kadang kala merupakan suatu terobosan yang tidak kita sangka-sangka sebelumnya. Mengembangkan suatu ide atau pendapat atau konsep akan sesuatu melalui penalaran dan penggabungan pengalaman yang kita miliki tanpa harus bersikap apologis memang sering kali mendapatkan sesuatu yang diluar dugaan saya sendiri. Sering kali kepercayaan yang selama ini saya anut akan suatu pendapat tiba-tiba harus saya revisi ulang kembali dikarenakan adanya pemikiran yang lebih dalam dan lebih baik. Dengan demikian selalu terdapat perubahan-perubahan keyakinan yang terus menerus akan tetap berlangsung dalam kehidupan saya sendiri. Tidak ada keyakinan yang abadi dalam diri saya. Keyakinan saya berkembang seiring dengan pemahaman dan pengalaman saya sendiri. Bukan berarti saya seorang yang plin-plan atau bingung akan tetapi ini merupakan suatu sikap evaluatif terhadap diri sendiri. Dengan kata lain sikap kritis terhadap diri kita sendiri. Karena tanpa adanya kritik maka keyakinan kita akan menjadi sebuah ideologi yang akan menghancurkan perkembangan alamiah diri kita sendiri dan sangat mungkin pula akan memusnahkan keyakinan orang lain karena mengaku bahwa keyakinan yang di anut oleh saya merupakan kebenaran final yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun sehingga apabila ada yang menganut keyakinan yang berbeda dengan keyakinan kita maka keyakinan mereka merupakan keyakinan yang salah yang harus dimusnahkan sedang keyakinan kita merupakan keyakinan yang benar dan harus dipertahankan mati-matian. Inilah yang terjadi pada segolongan orang yang saya sebut sebagai golongan fundamentalis fanatis.

Tulisan, Penulis dan Tanggung Jawab

Bagaimanapun juga, ide atau pemikiran yang tertuang dalam tulisan merupakan tanggung jawab dari si penulis itu sendiri. Aku rasa jika tidak menyangkut mengenai sesuatu yang memerlukan penyelidikan ilmiah, yang karenanya memerlukan suatu sistematika dan metodologi yang konsisten dan dapat dibuktikan kembali, tidak perlulah seseorang mencantumkan nama atau sumber dari ide tulisan tersebut. tidak perlulah kata-kata, menurut si itu, menurut si anu, menurut si ini. semua kata-kata tersebut hanya merupakan suatu pengalihan tanggung jawab semu. Dan saya kira kesahihan atau kebenaran sebuah pemikiran atau kalimat tidak dinisbahkan pada si penulis atau si anu dan si itu. Kebenaran dan kesahihannya terletak pada tulisan itu sendiri. Dengan demikian, setiap bentuk tulisan lebih baik menurut si penulis itu. Kecuali menurut si anu, bukan merupakan kalimat atau proposisi argumentatif tapi kesaksian. Semua ini guna menyinggirkan sikap apologis-psikologis.

Bahasa dan Pengalaman dalam pemahamanku

Menulis menghendaki adanya pengunaan bahasa. Entah itu kata, kalimat, ataupun paragraf. Hanya saja timbul bagiku suatu pertanyaan? Dari mana bahasa dan kata itu timbul? Setiap kata mewakili satu konsep atau beberapa konsep tertentu yang datang dari pengalaman kita. Akan tetapi banyak hal dari pengalaman kita yang tidak bisa kita bahasakan. Satu kata mengenai perasaan marah misalnya hanya bisa kita komunikasikan kepada orang lain dengan asumsi bahwa marah yang saya maksud atau saya alami juga pernah dialami oleh orang yang saya ajak komunikasi.

Jika marah tersebut merupakan suatu konsep yang tidak dikenal dan berbeda atau tidak pernah dirasakan oleh orang yang saya ajak komunikasi maka komunikasi yang ingin saya jalin dengan orang tersebut gagal dilaksanakan. Seperti juga ketika kita mengatakan bahwa garam itu asin. Apa yang dimaksud dengan asin? Kita hanya mampu mengandaikan bahwa asin itu pernah dirasakan oleh seseorang selain kita dengan sebuah pengalaman yang kita anggap sama dengan yang kita miliki. Dengan demikian, sesungguhnya banyak sekali hal-hal di dunia pengetahuan kita mengambil suatu asumsi dasar yang diterima begitu saja tanpa ditanyakan atau diselidiki terlebih dahulu. Kita mengandaikan indera perasa kita ketika kita mencicipi garam, yang kita rasa asin, dengan indera orang lain. Asinmu sama dengan asinku. Marahmu sama dengan marahku. membahas lebih lanjut soal bahasa

Tentang Menulis; Serbaneka Gaya Tulisan, Kembali ke Pelajaran SMP

Salah satu keahlian dalam menulis adalah menggambarkan atau mendiskripsikan sesuatu. Sebuah paragraf atau sebuah karangan, seingat saya, dapat dipilah-pilah menjadi beberapa kategori berdasarkan gaya bertutur. Sebuah paragraf dikatakan memiliki gaya bertutur yang mengikuti sistematika waktu kejadian sering diberi nama paragraf narasi atau kronologis. Paragraf yang cara bertuturnya merupakan ungkapan atau penggambaran akan sesuatu hal seperti keadaan emosi atau keadaan lingkungan tertentu dinamakan dengan paragraf deskriptif. Semakin sebuah paragraf diskriptif mampu mewakili sebuah situasi atau keadaan sesuatu semakin ia mempunyai kedalaman penerjemahannya. Sebuah foto pemandangan umum yang kita ambil dari puncak gunung hanya dapat kita nikmati dalam bentuk gambar yang tentunya hanya dengan indera penglihatan saja kita mampu menikmatinya. Nah, penerjemahan gambar yang hanya dapat dilihat oleh indera penglihatan ke dalam bentuk teks atau paragraf melalui rangkaian kata-kata merupakan salah satu bentuk paragraf diskripsi. Lanjutkan membaca ‘Tentang Menulis; Serbaneka Gaya Tulisan, Kembali ke Pelajaran SMP’


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis