Posts Tagged 'sains'

Matematika, Ilmu Pasti, Deteministik, dan Pemahaman

Sering kali kita menyebut Matematikan sebagai Ilmu Pasti. Namun sejatinya apa sih yang dimaksud Pasti dalam Matematika. Nah dalam tulisan ini saya ingin memahami kepastian matematika secara singkat.

Matematika dibangun dari satu atau lebih premis dan satu atau lebih aturan. Darimana aturan atau premis itu? TIdak ada jawaban atau penjelasan yang “pasti”. Premis dan aturan matematikan adalah aksioma. Ia diterima begitu adanya, Ia mirip sebuah dogma. Nah jelas dogma itu bukanlah sebuah KEPASTIAN. Lalu, dari mana dan mengapa kita menyebut Matematika itu ilmu Pasti.

Lanjutkan membaca ‘Matematika, Ilmu Pasti, Deteministik, dan Pemahaman’

Sedikit Pemahaman Tetang Falsifikasi: Memfalsifikasi Membedakan Pernyataan Tunggal

Langsung saja: Saya akan memberikan sebuah pemahaman mengenai falsifikasi khususnya untuk Pernyataan tunggal. Mana Pernyataan yang dapat dikategorikan sebagai pernyataan yang bisa diuji (difalsifikasi) dengan yang tidak. Tolong bedakan diuji disini dengan diuji dalam kaitan (verifikasi). Yang saya maksud diuji itu bukan di”benarkan” oleh suatu percobaan, karena dalam prinsip atau metode falsifikasi tidak ada sebuah pernyataanpun (teori) yang bisa dbuktikan “benar” namun dia dapat “diuji” sejauh mana dia “mendekati” yang real.
Lanjutkan membaca ‘Sedikit Pemahaman Tetang Falsifikasi: Memfalsifikasi Membedakan Pernyataan Tunggal’

Karl R. Popper: The Logic of Scientific Discovery; Logika Penemuan Ilmiah

Baru beli buku Popper: The Logic of Scientific Discovery; Logika Penemuan Ilmiah

Harga 80 ribu diskon 20% (keknya kalau beli di Social Agency dapat diskon lebih nich, sial kenapa gak kepikiran Beli di SA, kan lebih murah cz Pustaka Pelajar tuh milik SA, Aku kan kenal juga tuh yang Jaga biasanya dapat diskon lebih). Terbitan Pustaka Pelajar.

Nih buku dah ku nanti nanti ada yang nerjemahin dan nerbitin. Akhirnya kesampain juga baca buku Popper Yang Logic of Scientific Discovery. Salah satu masterpiece Filsafat Sains Menurutku. Falsifiabilitas. Ready to Read!!

Update: Sial Terjemahannya Gak Bagus bagus amat, dibeberapa tempat keknya malah malah amburadul mistranslate lah atau kurang bagus structur terjemahannya karena masih ngikut gaya inggris grammar. Uhhhh. Coba Gramedia yang nerjemahin. keknya bakal lebih enak di baca dan dimengerti. Apes apes, tapi tetap worthed kok :)

Antara Sains Trial Error dan Sains Rekayasa

Sains atau Ilmu Pengetahuan, dalam pemahaman saya bukan hanya memiliki beberapa jalur atau jalan memperoleh pengetahuan yang berbeda-beda, namun Sains kadang dalam upaya pencariannya juga mengandalkan sebuah upaya “kebetulan”. Penemuan dalam Sains sering kali diawali oleh peristiwa-peristiwa yang sama sekali tidak direncanakan alias Eksidental. Mau Contoh? Coba googling penemuan mengenai Radiasi Sinar X. Namun hal ini tidak mengubah kredibilitas Sains yang mengutamakan Metode Ilmiah dalam Penelusurannya. Penemuan Eksidental selalu saja ditindaklanjuti dengan Upaya Pemahaman mengenai Kemunculannya.

Seperti Janji saya sewaktu menuliskan Kritik saya bahwa Sains itu Bukan Ilmu Pasti, Saya disini akan membahas dua jenis upaya penemuan Sains. Yang Pertama Jenis Trial Error dan yang kedua berjenis Sains dengan Rekayasa.

Lanjutkan membaca ‘Antara Sains Trial Error dan Sains Rekayasa’

Sains (IPA) Itu BUKAN ILMU PASTI!!!

Sebenarnya ada tiga ide yang muncul di benak saya pagi ini. Yang pertama Ide yang muncul berkaitan dengan Saya dan Sejarah Filsafat, yang kedua berkaitan dengan Perbandingan dua buah Metode Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam: Sains Yang Menemukan dalam Trial Error dan Sains Yang Menemukan dalam Rekayasa, Sedang yang ketiga adalah Sebuah Gugatan atas Pendapat Kebanyakan orang Indonesia khususnya di kalangan Pendidik yang mengatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam itu Ilmu Pasti. Ya, yang terakhir itulah yang akhirnya saya putuskan untuk saya tulis dan elaborasi kali ini, sedang dua yang awal menyusul akan menjadi tulisan saya berikutnya.

Lanjutkan membaca ‘Sains (IPA) Itu BUKAN ILMU PASTI!!!’

Memikirkan kembali tentang Postulat, Aksioma, atau Asumsi Awal Kita

Sudah cukup sering saya mengungkapkan di blog ini menyoal postulat atau aksioma yang menjadi titik henti dari sebuah proses pemahaman. Sudah cukup sering pula saya mengatakan bahwa membuktikan secara final sebuah postulat adalah kemustahilan karena hanya akan melahirkan argumen yang sirkuler atau melingkar. Titik henti dari postulat adalah sebuah keyakinan atau kepercayaan. Akan tetapi selama ini ada yang hilang dari pengamatan atau pemahaman saya mengenai postulat ini. Postulat, seberapapun itu tidak bisa dibuktikan secara final, ternyata tidak bisa sembarangan kita buat atau kita terbitkan. Ternyata menerbitkan atau membuat sebuah postulat atau aksioma (dalam matematika dan fisika misalnya) membutuhkan apa yang dinamakan KREDIBILITAS PROSES.

Lanjutkan membaca ‘Memikirkan kembali tentang Postulat, Aksioma, atau Asumsi Awal Kita’

Persen: Dalam Bahasa Statistik dan Bahasa Keseharian

  1. Persen atau Per seratus atau % : Menunjukkan bahwa ia diperoleh melalui perhitungan matematis khas statitik atas sejumlah data yang diperoleh oleh indera seseorang, baik melalui perangkat tertentu atau alat bantu tertentu atau pun secara langsung dari indera manusia. Contoh: Berdasarkan penelitian dengan menggunakan metode xxx, bla bla bla….. diketahui bahwa 68% orang di indonesia adalah seorang blogger.
  2. Persen atau Per Seratus atau %: Menunjukkan suatu derajat perkiraan yang berawal dari suatu kesimpulan atas kepercayaan atau keterlibatan dirinya tanpa harus mengetahui bagaimana asal secara matematis maupun statistik. Dalam hal ini persen hanyalah sebuah alat komunikasi bahasa untuk mempermudah pengertian sesuatu. Contoh: Saya yakin bahwa 99,999% laki laki di dunia ini tidak bisa melahirkan. Walau saya tidak pernah melakukan penelitian dan sebagainya.

99,999% ini bisa saja mewakili sebuah keyakinan bahwa dia benar benar yakin sepenuhnya. Banyak, Sebagian Besar, Sejumlah orang, dan sebagainya bisa saja diterjemahkan ke dalam bentuk persen untuk upaya pemudahan pengertian. Tetapi hal ini malah kadang  menimbulkan kerancuan berfikir. Dalam hal ini persen sudah tidak lagi menjadi suatu alat hitung matematis tetapi lebih merupakan suatu bahasa keseharian yang lepas dari identitas matematisnya

Persen bisa menjadi alat statistik sains, bisa pula hanya pemudahan pembacaan atau komunikasi. Silahkan terjemahkan sendiri dan gunakan mana yang lebih bagus.

Hipnotis (Hipnosis?) dan Keinginanku

Sudah sejak lama saya begitu menginginkan mempelajari secara teoritis dan lebih lebih secara praktek ketrampilan Hipnotis. Saya benar-benar menggandrungi praktek Hipnotis ini sesungguhnya. Beberapa pemahaman dan metode hipnotis, sebagai sebuah pemahaman atau text atau teori, memang telah saya lahap dan saya pahami. Tetapi Hipnotis tidak mungkin dapat dimiliki keahliannya jika hanya dengan membaca dan memahami. Saya musti berguru dan belajar kepada para ahli hipnotis. Saya benar-benar tertarik.

Ketertarikan saya pada Hipnotis sebenarnya merupakan turunan dari ketertarikan saya untuk selalu berusaha memahami diri dan dunia. Hipnotis merupakan suatu bentuk yang unik dan menarik yang sering kali mampu menggali apa yang ada di sanubari manusia. Hipnotis saya kira mampu digunakan untuk mengerti diri, dunia dan manusia pada umummnya.

Lanjutkan membaca ‘Hipnotis (Hipnosis?) dan Keinginanku’

Salah Kaprah Mengenai Relativitas Einstein: Tidak Semua Hal di Semesta itu Relatif!

Sebuah blog  pernah menjadikan sebuah kalimat atau proposisi yang mengindikasikan bahwa semuanya itu relatif sehingga semuanya itu bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat. Biar tidak salah tangkap, lebih baik saya kasih proposisi aslinya:

semua hal di semesta ini bisa benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat

Lanjutkan membaca ‘Salah Kaprah Mengenai Relativitas Einstein: Tidak Semua Hal di Semesta itu Relatif!’


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis