Posts Tagged 'saksi'

Noumena Ejawantah

Noumena Ejawantah

Noumena Ejawantah

Kediri, 11 Agustus 2010 Jam 2 Pagi

Cerita (Pohon Beringin) Ringin Kembar Alun Alun Kidul Kraton Yogyakarta

Tadi malam saya (bersama teman teman kos saya), makan malam di angkringan di alun alun kidul: dua nasi kucing, 3 gorengan, dan susu jahe telah lewat dikerongkongan dan mengisi kekosongan perut saya malam itu. Salah satu teman saya katanya tertarik untuk mencoba sebuah mitos di alun alun selatan jogja itu: mitos melewati ringin kembar. Dia ternyata gagal melewatinya. :D

Konon, siapa aja yang bisa melewati dengan menutup matanya, lewat di tengah tengah dua buah pohon beringin di tengah alun alun kidul kraton yogyakarta, segala harapan bisa terkabul. Namun saya mendengar sisi lain dari sejenis “mitos” ini.

Dahulu kala ketika sultan hamengkubuwono pertama bertahta, ada sebuah cerita tentang sebuah perkawinan. (waduh aku kok jadi males nulis ya, jadi maaf saya singkat aja).

Putrinya sang sultan itu mau dipinang seorang lelaki (saya gak dapat cerita tentang siapa dia: namanya, darimana dll), namun sayang sang putri tidak begitu menyukainya. Alhasil sang putri meminta syarat: Jika pengen si pria menikahinya, maka dia harus bisa berjalan dengan mata ditutup (tertutup) dari pendopo yang ada di sebelah utara alun alun kidul melewati dua ringin kembar ditengah alun alun dan finish di pendopo yang ada di sebelah selatan alun alun kidul tersebuh. Dan ternyata siasat sang putri ini berhasil, si pemuda gagal menjalankan misinya.

Kemudian sang sultan memberikan sabdanya bahwa yang bisa melewati syarat sang putri itu, hanyalah pemuda yang hatinya benar benar bersih dan tulus.

Saya tidak mendengar cerita apakah dikemudian hari banyak pemuda yang berusaha melewati pohon beringin kembar itu atau tidak. Yang saya dengar hanyalah bahwa ternyata seorang pemuda dari Siliwangi (katanya anak dari prabu siliwangi) berhasil melewati rintangan yang disyaratkan oleh sang putri. Dan sang putri akhirnya dipersunting oleh pemuda tersebut.

Secara politik kemudia muncul suatu kekerabatan yang erat antara Mataram dengan Kerajaan Siliwangi.

Demikianlah cerita yang saya dengar.

Salam Penuh Tawa

Haqiqie Suluh

Islam itu Ngarab

Iseng iseng tadi pagi saya nulis status facebook saya tentang islam. Sejauh yang saya pahami, Agama itu dalam ruang lingkup pengetahuan manusia (sebagaimana pernah saya pelajari dulu di sekolahan) termasuk dalam kategori budaya manusia.

Islam itu Ngarab

Ngarab dalam hal ini tentunya sebuah proses. Ngarab itu kerja, Arab itu benda. Proses Mengarab. Demikianlah yang saya maksud. Sebaiknya tidak usah saya jelaskan lebih lanjut. Saya cuma sedikit tersenyum ketika ada yang menimpali tulisan status FB saya tersebut di blog ini.

Inilah status fb lengkap saya:

Islam itu Ngarab, Bahasanya Arab, Anaknya pun dikasih nama Arap. Budaya Indonesia Asli itu pun jadi Ngarab, Arab itu jadi Indonesia. Globalisasi ada sejak dahulu kala: Lah wong Budaya Arab aja dah Nyampe sini sejak dulu kala toh? . Arab tuh Jauuuhh. Suer Jauh mannnn!!

Inilah komentar yang membuat saya tersenyum di blog ini:

Status Facebook anda Haqiqi Sulus :

Islam itu Ngarab sama artinya anda tidak tau Islam itu seperti apa.
Saya rasa itu tampilan kebodohan asli anda dalam menilai islam.

Sebaiknya anda tulis saja anda non muslim tak tau tentang islam, Jadi jangan bicara tentang islam apalagi mengartikan islam bila tak tau sama sekali dengan islam.

Sebaiknya status Facebook anda tak layak dipublikasikan

Sekedar Senyum untuk Anda

Haqiqie Suluh

Bebaskan Ibu Prita Mulyasari

Bagaimana jika anda mengalami suatu kondisi dimana anda mengeluh di email atau milis tentang pelayanan sebuah institusi rumah sakit. Intinya anda merasa bahwa pelayanan rumah sakit itu kurang memuaskan dan membuat anda tidak mau dirawat disana. Anda tulis keluhan anda tersebut di milis or email dan surat pembaca, dan kemudian seperti sebuah BUZZ or viral email, postingan anda tersebar kemana mana. Dan apa yang terjadi jika tiba tiba anda digugat oleh RS tersebut dan diputuskan bersalah dan DIPENJARA!

Sebuah keprihatinan akan tatanan hukum indonesia yang sepertinya memihak yang kuat dan menjerumuskan yang lemah. Saya, sebagai pribadi mendukung pembebasan tanpa syarat atas kejadian yang terjadi pada Ibu Prita Mulyasari melawan Rumah Sakit Internasional Omni Hospital, Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan.

Mari kita mendukung. Pasang banner pembebasan di blog anda! Jika anda facebooker silahkan join cause dukungan di http://apps.facebook.com/causes/290597/64922545?m=f1fbd234

Tips Kesehatan: Mengatasi Memar Karena Kesleo, Benturan, Jatuh, Dan Sejenisnya

Ibu saya baru baru ini jatuh dari sepeda motor dan kesleo sehingga tangan kirinya memar hebat serta gak bisa digerakkan. Kesalahan terbesar ibu saya adalah cara dia menangani memarnya yaitu dengan menggunakan kencur, balsem, dan sejenisnya. Hal ini mengakibatkan ibu saya memar karena kesleonya tidak juga sembuh atau mengecil malah semakin membesar, walaupun ketika dilakukan penangan seperti itu ada perasaan nyaman yang diberikan. Namun memarnya tidak juga hilang.

Lanjutan…

Kearifan Lokal Penduduk Pantai Baron Gunung Kidul: Mengatasi Sengatan Ubur-ubur

Beberapa tahun yang lampau, saya sudah lupa kapan tepatnya, saya demi menghilangkan penat di pikiran dan perasaan, berefresing ke sebuah pantai di selatan Yogyakarta. Anda mungkin sudah tahu beberapa pantai terkenal di Yogyakarta semisal Pantai Parang Tritis, Parang Kusumo, Samas, Baron, Krakal, atau Kukup. Tetapi saya tidak berniat waktu itu untuk pergi ke salah satu pantai yang saya sebutkan diatas. Saya malah pergi ke Pantai Sundak. Sebuah Pantai di deretan Baron, Krakal, Kukup yang lumayan tidak terkenal namun masih memiliki aspek alami yang begitu menyenangkan disana. Alasannya mudah. Karena tidak ramai, maka aspek kerusakan karena bangunan atau kotoran atau tangan-tangan usil manusia belum begitu singgah ke pantai Sundak. Airnya Jernih dengan Batu-batu karang dimana-mana. Anda bisa melihat bintang laut, ikan-ikan laut, kerang laut, dan banyak tumbuhan laut hanya dengan menginjakkan kaki disana tanpa repot-repot menyelam dan sebagainya. Sebuah Pantai yang sangat berkebalikan dengan Parang Tritis. Sayangnya untuk menuju ke tempat itu, perjalanan yang ditempuh lumayan jauh dan berkelok-kelok. Sekitar 2 – 2,5 jam untuk sampai kesana dari kota Jogja.

Lanjutan… [Kebetulan waktu…]

Siuman… Thank to All

Akhirnya engkau siuman…
Dan lahatpun menjauhimu…
Terimakasih untuk semua doa…
Amien..

Tabrakan Itu….

Tabrakan itu…
Kaki kirimu itu…
Tangan kananmu itu…
Mata kirimu itu…

Luka itu…
Duka hatimu itu…

Tangismu itu…

Kau bawa kemana tawamu…?

(Untuk seorang gadis penghuni yogyakarta:20)

Problem Utama Eksistensi Manusia

Apa problem eksistensi yang paling penting dan paling berpengaruh dari banyak manusia? Pertanyaan ini saya sampaikan dengan sebuah kelemahan sample yang akan saya jelaskan berikut ini. Selama saya hidup saya hanya mengenal sebagian kecil dari manusia. Dari milyaran manusia yang “masih hidup di bumi” ini, perkenalan saya hanyalah setitik air dilautan. Namun demikian saya akan mengabaikan kenyataan ini, sebagaimana juga banyak psikolog atau sosiolog atau pemerhati “manusia” juga melakukannya. Tidak ada seorangpun yang mampu menarik semua sample atas manusia yang hadir di dunia. Dengan demikian kata-kata “manusia” merupakan sebuah usaha untuk pemudahan penjelasan dari pemahaman yang ingin saya sampaikan.

Saya merasa, dan saya kok juga yakin, bahwa banyak manusia memiliki sejumlah problem eksistensi yang tidak dapat dihindari di kehidupannya. Terutama orang yang sudah menginjak “dewasa” dan memiliki sejumlah kesadaran yang terinsafi. Saya tidak akan mendefinisikan apa itu dewasa dan batasan-batasannya. Disini saya hanya ingin menyampaikan sesuatu yang benar-benar saya pahami dan saya pikirkan terjadi di banyak orang. Problem eksistensi ini merupakan sebuah hal yang sifatnya “take for granted” alias tidak dapat dihindari dan disingkirkan. Hal tersebut mau tak mau, suka tak suka, musti diterima. Banyak orang menyebutnya sebagai sebuah nasib atau takdir.

Hal pertama yang menjadi problem eksistensi dari manusia adalah kenyataan bahwa dirinya eksis. Dia sadar bahwa dirinya hidup dan memiliki segala macam dunia dan tubuhnya. Dia sadar bahwa orang-orang sekelilingnya memiliki kehidupan seperti dia. Silahkan melanjutkan… klik disini…


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis