Posts Tagged 'sosial'

Apakah anda Percaya Islam agama yang paling benar? Ya, jawab saya

Saya berandai andai jika seseorang bertanya kepada saya tentang keimanan saya terhadap sesuatu, semisal kejadiannya begini. Ada yang tanya kepada saya,”Apakah kamu percaya Mangkok Terbang?” dan saya jawab,”Ya, saya percaya”.

Nah ada hal yang menarik disini, ketika saya ditanya dan ketika saya menjawab dan “kemungkinan” kelanjutan dan kasus diatas. Jikalau sang penanya meneruskan, “buktikan kepada saya kalau kepercayaanmu itu benar?”. Disini, saya sesungguhnya tidak memiliki kewajiban untuk membuktikan kepercayaan saya kepada sang penanya, saya sekedar ditanya dan menjawab dan tidak memaksakan kepercayaan saya kepada sang penanya. Jadi tidak ada kewajiban bagi saya untuk membuktikan kepercayaan akan Mangkok Terbang saya. Toh kepercayaan saya tidak mengganggu si penanya, dan ini adalah kepercayaan pribadi saya sendiri.

Sebagaimana jika saya ditanya, “Apakah anda percaya Mangkok Terbang?” dan saya jawab, “Tidak, saya tidak percaya”. Saya juga disini tidak memiliki beban pembuktian atas ketakpercayaan saya pada Mangkok Terbang. Akan berbeda jika ketidak percayaan saya ini saya paksakan kepada orang lain atau membikin saya berhak membunuh, menyakiti, memenggal sesama saya.

Lanjutkan membaca ‘Apakah anda Percaya Islam agama yang paling benar? Ya, jawab saya’

Cerita (Pohon Beringin) Ringin Kembar Alun Alun Kidul Kraton Yogyakarta

Tadi malam saya (bersama teman teman kos saya), makan malam di angkringan di alun alun kidul: dua nasi kucing, 3 gorengan, dan susu jahe telah lewat dikerongkongan dan mengisi kekosongan perut saya malam itu. Salah satu teman saya katanya tertarik untuk mencoba sebuah mitos di alun alun selatan jogja itu: mitos melewati ringin kembar. Dia ternyata gagal melewatinya. :D

Konon, siapa aja yang bisa melewati dengan menutup matanya, lewat di tengah tengah dua buah pohon beringin di tengah alun alun kidul kraton yogyakarta, segala harapan bisa terkabul. Namun saya mendengar sisi lain dari sejenis “mitos” ini.

Dahulu kala ketika sultan hamengkubuwono pertama bertahta, ada sebuah cerita tentang sebuah perkawinan. (waduh aku kok jadi males nulis ya, jadi maaf saya singkat aja).

Putrinya sang sultan itu mau dipinang seorang lelaki (saya gak dapat cerita tentang siapa dia: namanya, darimana dll), namun sayang sang putri tidak begitu menyukainya. Alhasil sang putri meminta syarat: Jika pengen si pria menikahinya, maka dia harus bisa berjalan dengan mata ditutup (tertutup) dari pendopo yang ada di sebelah utara alun alun kidul melewati dua ringin kembar ditengah alun alun dan finish di pendopo yang ada di sebelah selatan alun alun kidul tersebuh. Dan ternyata siasat sang putri ini berhasil, si pemuda gagal menjalankan misinya.

Kemudian sang sultan memberikan sabdanya bahwa yang bisa melewati syarat sang putri itu, hanyalah pemuda yang hatinya benar benar bersih dan tulus.

Saya tidak mendengar cerita apakah dikemudian hari banyak pemuda yang berusaha melewati pohon beringin kembar itu atau tidak. Yang saya dengar hanyalah bahwa ternyata seorang pemuda dari Siliwangi (katanya anak dari prabu siliwangi) berhasil melewati rintangan yang disyaratkan oleh sang putri. Dan sang putri akhirnya dipersunting oleh pemuda tersebut.

Secara politik kemudia muncul suatu kekerabatan yang erat antara Mataram dengan Kerajaan Siliwangi.

Demikianlah cerita yang saya dengar.

Salam Penuh Tawa

Haqiqie Suluh

Neoliberal itu Apa sih?

Saya bukan ekonom, saya bukan ahli investasi, jadi saya pengen tanya NeoLiberal itu apa sih?

Dari yang saya baca, kayaknya NeoLiberal itu kek sesuatu yang Buruk, Jelek, Salah dan sebagainya. Benarkah itu? Darimana salahnya, Jeleknya?

Kalau Neoliberal bisa bikin banyak orang gak nganggur gimana? masih Jelek?

Sejauh yang saya tangkap neoliberal sekarang ini menjadi jelek atau lumayan karena politisasi bukan sebuah pemahaman yang utuh. Modal, kerja dan sebagainya adalah sebuah prinsip ekonomi.

Kalau anda seorang pedagang, dan dagangan anda berkembang, modal anda jadi nganggur banyak, maka anda pengen meluaskan usaha anda. Jika anda merasa investasi di daerah anda kurang lagi menguntungkan, maka mencoba daerah lain yang lebih menguntungkan tentunya lebih masuk akal. Apalagi daerah lain itu banyak pengangguran dan upah untuk pekerjanya lebih murah. Prinsip Ekonomi Sederhana keknya seperti ini.

Lalu putra daerah atau orang yang merasa daerah itu adalah kekuasaan dan darah dagingnya (nasionalisme or primordialisme) tidak setuju jika orang lain berinvestasi di daerahnya, maka diusirlah orang itu. Padalah secara nyata mereka atau putra daerah mereka tak mampu juga untuk berdagang di daerah itu atau membangun usaha / pekerjaan baru. Jadi, karena pertumbuhan usaha jadi mandeg dikarenakan tidak ada investasi atau usaha baru yang berdiris, sedang penduduk semakin banyak yang membutuhkan pekerjaan, jadilah pengangguran menumpuk. Masih untung jika pemimpin daerahnya mau berbaik hati memberi makan pengangguran yang tak dapat uang. Uang dari hasil upeti or lainnya.

Karena diusir maka pedagang yang kaya modal akan lari dan memilih tempat lain yang lebih ramah. Sentimen negatif terhadap daerah pengusir itu mulai berkembang dikalangan pedagang. Lalu timbulah gejolak negatif pada daerah tersebut. Demi balas dendam daerah tersebut dikucilkan. Tidak usah lagi jual beli dengan daerah tersebut. Jika daerah tersebut menghasilkan barang yang sebenarnya layak jual (minyak goreng misalnya) dan mereka dapat menghasilkan berlimpah ruah sehingga di daerahnya jadi sangat murah, sedangkan di daerah para pedagang ternyata harganya 4x lipat, maka karena sentimen negatif atau pengucilan itu, daerah yang primordial tersebut tak dapat menjualnya ke luar. Sampai sampai minyak goreng tidak laku atau murah sekali.

Akan tetapi hal ini tidak berlaku jika ternyata daerah itu memiliki tingkat kemakmuran yang luar biasa yang bisa memberi makan tujuh tahunan penduduknya dengan dengan penghasilan 1tahun mereka. Maka orang nganggur gak masalah. Mau kerja tinggal dibikinin pekerjaan, mau ngganggur ya silahkan, tetep dikasih uang makan.

Kalau indonesia masuk mana ya?

saya bukan ahli ekonomi, ulasan tersebut diatas adalah khayalan saya sebagai orang awam

Haqiqie Suluh

Perdamaian dan Senjata

Apakah Mungkin Perdamaian Dunia (atau Perdamaian Massive) bisa tercapai Tanpa Senjata?
Mengingat Sejarah dan Karateristike Personalitas Manusia maka Jawabannya adalah MUSTAHIL

Dalam Negara: Tentara ada
Dalam Kota: Polisi Ada
Dalam Mall: Satpam Ada
Dan Tentunya Berbagai Macam Bentuk Senjata bersama mereka.

Sebenernya secara psikologis, senjata ataupun alat perang disini merupakan sebuah potensi ancaman. Ancaman disini bisa digunakan untuk Meredam atau untuk Menyerang. Nah manakah yang akan kita pilih? Silahkan Renungi.

Senjata itu Ancaman
Ancaman itu Ketakutan
Ketakutan itu Meredam Tindakan
Jadilah Proses Perdamaian

dan Sesungguhnya Emosi Takut itu INTI dari Perdamaian
Damai Situasional bukan Damai Psikologis Personal

Lumayan Lah…

Entah bener apa tidak laporan yang dikemukakan pemerintah atau penjelasan pemerintah soal kenaikan harga BBM, yang pasti isinya “lumayan” meyakinkan. Banyak hal yang saya pikirkan dulu, masuk dalam penjelasan itu. Faktor pertumbuhan ekonomi misalnya.

Yah, lumayan lah sekarang sudah lumayan terbuka. Kita bisa tahu alasan pemerintah melalui penjelasan resminya. Bisa jadi bahan perbincangan. Mau download? Silahkan mampir ditempatnya mas rovicky di sini

Sori dalam beberapa minggu ini dan mungkin beberapa minggu kedepan saya cuma mau posting singkat singkat.. Terus terang lagi males ngeblog di wordpress ini.

Bye bye…

Truly, I begin to love my Government

KPK, Transparansi.. etc… We are on the right track!!

Jika BBM Naik Saya Dukung SBY jadi Presiden Lagi

Ini merupakan keputusan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan partai politik atau apapun itu yang namanya kepentingan. Ini murni dari pendapat dan pemikiran pribadi.

Saya dengan kesungguhan hati akan mengangkat dua jempol saya buat SBY jika benar benar kenaikan BBM terjadi. Alasannya adalah:

Saya tahu bahwa menaikkan BBM merupakan sebuah keputusan politik yang sangat tidak menguntungkan bagi SBY, namun merupakan keputusan rasional ekonomi yang sangat menguntungkan bagi negara ini.

Antara masa depan ekonomi negara versus masa depan politik pribadi merupakan sebuah pertentangan yang cukup kuat.

Saya akan mendukung SBY jadi Presiden lagi kalau memang dia bisa Menaikkan Harga BBM dengan lancar alias bisa mengatasi efek efek sosial dan ekonomi jangka pendek.

Tapi Mendukung Bukan Berarti Memilih lho.

Haqiqie Suluh

Sains (IPA) Itu BUKAN ILMU PASTI!!!

Sebenarnya ada tiga ide yang muncul di benak saya pagi ini. Yang pertama Ide yang muncul berkaitan dengan Saya dan Sejarah Filsafat, yang kedua berkaitan dengan Perbandingan dua buah Metode Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam: Sains Yang Menemukan dalam Trial Error dan Sains Yang Menemukan dalam Rekayasa, Sedang yang ketiga adalah Sebuah Gugatan atas Pendapat Kebanyakan orang Indonesia khususnya di kalangan Pendidik yang mengatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam itu Ilmu Pasti. Ya, yang terakhir itulah yang akhirnya saya putuskan untuk saya tulis dan elaborasi kali ini, sedang dua yang awal menyusul akan menjadi tulisan saya berikutnya.

Lanjutkan membaca ‘Sains (IPA) Itu BUKAN ILMU PASTI!!!’

Antara Agama, Sekte, Ideologi, Aliran, Ide, Pemikiran Dan Sejenisnya: Mengelola Perbedaan

Realitas di sekeliling kita selalu saja menyuguhkan sebuah fakta bahwa yang aku, dan bukan-aku, yang anda dan bukan-anda, yang kami dan bukan-kami, atau yang kita dan bukan-kita, berwajah dan berperilaku sama dan bukan-sama. Kebhinnekaan dalam ruang tunggal selalu saja menerobos masuk ke dalam ruang privat, ruang pikir, ruang keluarga, ruang emosi, ruang rupa, maupun ruang-ruang yang lainnya dalam satu kekontinuan waktu sadar kita. Seberapapun hebat, seberapapun ternama, seberapapun suci, seseorang atau sebuah organisasi, yang ingin menanamkan dalam benak kesadaran ku dan bukan-aku, bahwasanya realitas beda disekeliling kita, merupakan sebuah imajinasi semu, atau mungkin sebuah kepalsuan, atau bahkan bukan sebagai kebenaran, ia tidak akan mampu mengubah keyakinanku dan mungkin keyakinan bukan-aku. Kejamakan, kebernekaan, kewarnawarnian dunia adalah fakta indera sekaligus fakta logika.

Lanjutan…

Humanisme dalam Pikiranku: Apakah itu?

Apakah itu yang dimaksud dengan paham humanisme? Sejauh pemahamanku yang kupikirkan dan kupelajari, yang dimaksud humanisme, secara sederhana (baca: menyederhanakan), adalah suatu sikap yang konsisten dalam membela kelangsungan dan keberadaan hidup manusia agar manusia tidak tenggelam dalam kehancuran atau kebinasaan. Memberi makan orang yang kelaparan merupakan suatu sikap yang humanis karena dengan mengkonsumsi makanan manusia memperoleh energi yang berguna untuk beraktifitas. Mengobati orang yang terkena penyakit merupakan perbuatan humanis karena dengan kesembuhan dari penyakit manusia bisa kembali berkerja menghidupi dirinya. Memberi dan membangunkan tempat tinggal bagi mereka yang tuna wisma merupakan sikap yang humanis karena rumah dapat digunakan untuk melindungi manusia dari hawa dingin dan curah hujan serta perlindungan yang lainnya.

Lanjutan…


Haqiqie Suluh Facebook Profile

Tentang Aku

Banyak hal yang berubah seiring berlalunya waktu, Demikian pula Saya, Haqiqie Suluh, baik dalam hal pandangan atau keyakinan. Selanjutnya saya hanya ingin memberitahu bahwa terhadap apa apa yang telah saya tuliskan di blog ini, sangat mungkin bukan lagi merupakan pandangan dan keyakinan saya saat ini, karena ternyata saya telah banyak berubah, anda pun saya yakin sedang dan telah berubah juga. Semoga dimengerti.
Peringatan!!!

Anda Boleh Memaki, Anda Boleh Mencaci, Tetapi Jangan Sebar Spam or Promosi. Segala Bentuk Komentar yang Berbau Spam dan Promosi akan Langsung Saya Hapus! Tanpa Kecuali!

BOLEH COPY PASTE

Anda DIPERBOLEHKAN KOPI PASTE Semua Artikel atau Tulisan yang Ada disini

Syaratnya satu: Cantumkan Link Blog ini di dalam Artikel yang Anda KOPI PASTE!!

Suluh Numpang Nulis